PENGHORMATAN: Salah satu keluarga Tionghoa tengah membakar replika uang di makam Tionghoa Jalan Pattimura Kota Batu, Jumat (1/4/2016). (foto by Nurliana Ulfa/batutimes.com)
PENGHORMATAN: Salah satu keluarga Tionghoa tengah membakar replika uang di makam Tionghoa Jalan Pattimura Kota Batu, Jumat (1/4/2016). (foto by Nurliana Ulfa/batutimes.com)

MALANGTIMES – Warga Tionghoa di Kota Batu dan sekitarnya kembali memperingati Hari Ching Bing atau Qing Ming. Hari Ching Bing dipercaya merupakan hari penghormatan pada para leluhur.

Biasanya diperingati pada seminggu sebelum dan seminggu setelah 5 April. Makam Tionghoa yang ada di Jalan Pattimura Kelurahan Temas Kota Batu pun ramai dikunjungi selama hari Ching Bing tersebut.

Mereka datang bersama sanak keluarga untuk berdoa dan menjalankan ritual di makam seluas sepuluh haktar ini. Tidak jarang juga sanak keluarga mereka datang dari luar kota seperti Jakarta dan Surabaya.

Tradisi hari Ching Bing sendiri sudah dilaksanakan turun-temurun selama beberapa abad sejak zaman dinasti Tang di Tiongkok. Peringatan hari Ching Bing ini dilaksanakan setahun sekali.

Sucipto Gunawan, tokoh Tionghoa Malang Raya mengatakan, ritual yang dilakukan dalam peringatan Ching Bing tersebut biasanya dilakukan dengan membersihkan makam dan menabur bunga mawar di atas makam. Hal tersebut merupakan wujud bakti kepada para leluhur.

Ada pula yang membawa sesaji berupa daging dan buah-buahan. Selain itu, beberapa warga yang berziarah juga ada yang membakar replika uang.

”Replika uang tersebut dibakar untuk dikirim kepada leluhur agar di sana mereka berkecukupan. Kepercayaannya seperti itu,” jelas Sucipto.

Peringatan hari Ching Bing ini juga dimanfaatkan oleh warga sekitar makam untuk mencari rejeki. Dari orang dewasa hingga anak-anak membantu para warga Tionghoa untuk memarkir kendaraan, membantu membersihkan makam, dan menyediakan perlengkapan untuk menjalankan ritual. (*)