Kepala Dinas Pengairan Kabupaten Malang, Wahyu Hidayat, (Foto: Dok/jatimTIMES)
Kepala Dinas Pengairan Kabupaten Malang, Wahyu Hidayat, (Foto: Dok/jatimTIMES)

MALANGTIMES - Dinas Pengairan Kabupaten Malang menerapkan sistem irigasi sprinkle untuk mengairi lahan pertanian dan perkebunan. Tujuannya, untuk menjadikan sistem irigasi yang lebih efisien dan hemat pemakaian air.

Kepala Dinas Pengairan Kabupaten Malang, Wahyu Hidayat menjelaskan, secara teknis, irigasi sprinkle yang diterapkan di wilayah Poncokusumo bermaksud untuk mengefisienkan dengan pengambilan air irigasi dari Sungai Lesti di Dam Sabo Lesti 2.

"Kita menggunakan pipa transmisi, yaitu besi berdiameter 8", kemudian mengalirkan air secara gravitasi sepanjang 1,5 kilometer, menuju tandon atau reservoir berukuran 15 meter x 10 meter x 3,7 meter atau berkapasitas total 500 meter kubik (m3)," paparnya.

Sistem irigasi sprinkle ini, lanjut Wahyu, bertujuan untuk mengairi lahan perkebunan seperti apel, jeruk, blimbing, bunga krisan dan lahan lainnya. 

Tujuan lainnya, dengan sistem sprinkle, untuk mencetak lahan sawah baru dengan total area potensial rencana yang dapat diairi seluas 670 hektar. "Namun saat ini baru sekira setengahnya atau 300 hektare yang dapat diairi," imbuhnya.

Menurutnya, kemampuan yang baru setengah itu, disebabkan anggaran pengembangan yang masih terbatas. 

"Anggaran pengembangan untuk pemasangan pipa distribusi serta peralatan penunjang lainnya seperti meteran air, sprinkle, dan lain-lain," jelasnya.

Wahyu berharap, upaya Dinas Pengairan untuk pengembangan sistem irigasi sprinkle dapat terjaga keberkelanjutannya, mengingat manfaat dan kegunaannya cukup penting bagi para pelaku usaha pertanian.

Dia berharap, selain Poncokusumo, akan dikembangkan didaerah lain yang potensial dan memiliki kriteria sesuai dengan fungsi dari sistem irigasi sprinkle ini.

"Kami dari Dinas Pengairan akan secara intens melakukan pembinaan teknis dan menjaga keberlanjutan sistem irigasi sprinkle," tandasnya. (d)