ilustrasi gempa (foto: murianews)
ilustrasi gempa (foto: murianews)

MALANGTIMES - Sudah beberapa kali wilayah Selatan Malang diguncang gempa bumi. Terakhir sore tadi, gempa berkekuatan 4,3 SR mengguncang. Sebelumnya, pada 2 Maret 2016, terjadi gempa berkekuatan 5,2 SR. Keduanya berpusat di laut wilayah selatan Malang.

Baca Juga : Tiga Tenaga Kesehatan Positif Covid-19 di Kota Malang Sembuh

Kepala BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) Stasiun Geofisika Karangkates, Musripan mengatakan bahwa, Malang termasuk wilayah yang paling dekat dengan pertemuan antara lempeng Indo-Australia dengan lempeng Eurasia.

Gempa bumi yang terjadi di Malang, lanjutnya, disebabkan oleh akumulasi energi yang tersimpan akibat pergeseran dua lempeng tektonik tersebut. 

"Pergeseran lempeng Indo-Australia yang bertabrakan dengan lempeng Eurasia, kemudian salah satu lempeng tersebut patah. Patahnya itu yang disebut dengan gempa berskala tertentu. Seperti tadi, gempanya berskala 4,3 SR," terangnya kepada MalangTIMES, Selasa (15/3/2016) malam.

Baca Juga : Tanggap Covid-19, Fraksi PKS DPRD Kota Malang Bagikan Ratusan APD ke Petugas Medis

Dikatakan pula, saat terjadi pertemuan lempeng, terjadi pelepasan energi maka dampaknya akan dirasakan di daerah yang terdekat dengan lokasi gempa bumi tersebut.

Tahun lalu, tepatnya 26 Juli 2015, gempa berskala cukup besar 6,3 SR terjadi di Malang. Penjelasannya sama, lokasi gempa berada pada zona subduksi atau pertemuan lempeng Indo-Australia dan lempeng Eurasia. (*)