MALANGTIMES - Pemerintah Kota Malang bakal bertindak tegas dengan menertibkan bangunan semi permanen di sepanjang Jalan Ki Ageng Gribig, yang selama ini digunakan pedagang kaki lima.

Wali Kota Malang, Mochammad Anton memberi feadline hingga April mendatang. Para PKL yang menempati aset Pemkot Malang tersebut harus angkat kaki, lantaran lahan itu akan dijadikan jalan kembar sebagai pintu masuk tol Malang-Pandaan. 

Anton pun menengaskan tidak akan memberi ganti rugi tempat bagi para Pedagang Kaki Lima (PKL) tersebut. 
 
“Kami tidak menyediakan (ganti rugi) karena mereka sudah puluhan tahun menempatinya dan PKL juga sudah ada MoU dengan kami terkait penggunaan aset tersebut,” kata wali kota berlatar belakang pengusaha ini. 

Bentuk kesepakatan yang dimaksud, jelas Anton, yakni para PKL harus siap-siap pindah apabila lahan tersebut akan dipakai Pemerintah Kota Malang untuk keperluan masyarakat luas.

"Sesuai perjanjian, Jika mereka tetap tak mau pindah hingga tenggat waktu, maka akan ada SP (Surat Peringatan) pertama, kedua, dan ketiga. Intinya April ini semuanya harus selesai. Kalau tidak, kami akan bertindak tegas," ucapnya 

Sementara itu, Kepala Dinas Pasar Kota Malang Wahyu Setianto mengatakan, sosialisasi awal langsung pada PKL akan dilakukan besok (14/3/2016) bersama para jajaran SKPD terkait. 

Lebih lanjut Wahyu menjelaskan, ada sekitar 220 PKL yang menempati lahan untuk pembangunan jalan kembar.

"Sosialisasinya besok mulai. Deadlinenya april. Rencananya, akan diperlebar mulai Mei 2016. Ini masuk rencana pembangunan Jalur Lingkar Timur dan akses masuk-keluar Tol Malang-Pandaan," pungkasnya. (*)