Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa Borobudur Writer Cultural Festival 4th

Situs Gunung Padang Beri Implikasi Pada Ilmu Pengetahuan

Penulis : Faishal Hilmy Maulida - Editor : Redaksi

14 - Nov - 2015, 13:45

Susanana diskusi tentang Gunung Padang di Borobudur Writers Cultural Festival 4th di ruang seminar Hotel Manohara, Kompleks Candi Borobudur, Magelang, Sabtu (14/11/2015). (Foto: Hilmy/timesindonesia)
Susanana diskusi tentang Gunung Padang di Borobudur Writers Cultural Festival 4th di ruang seminar Hotel Manohara, Kompleks Candi Borobudur, Magelang, Sabtu (14/11/2015). (Foto: Hilmy/timesindonesia)

JATIMTIMES - Diskusi di hari ketiga "Borobudur Writers Cultural Festival 4th 2015" membahas terkait situs arkeologi Gunung Padang yang letaknya di Desa Karangjati, Cianjur, Jawa Barat.

Hadir tiga pemateri antara lain, Dr Danny Hilman Natawijaya, penulis Piramid Gunung Padang: Bukti Peradaban Sundaland Dari Zaman Es?, kemudian Lutfi Yondri, penulis Gunung Padang: Arkeologi dan Kandungan Nilai Budayanya (Arkeolog Balai Arkeologi Bandung), dan Sutikno Bronto, Gunung Padang dan Sekitarnya Dipandang secara Geologis (Peneliti Gunung Api).

Acara tersebut dimoderatori oleh guru besar Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Indonesia, Prof Dr Agus Aris Munandar diskusi yang berlangsung di ruang seminar, Hotel Manohara, kompleks Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (14/11/2015) diikuti sekira 200 peserta.

Danny Hilman mengungkapkan bahwa situs Gunung Padang terdapat lima terrace yakni terrace satu hingga lima.

"Tidak semuanya natural, kita harus mengerti batuan yang menyusun, walaupun susunannya jelas bukan alamiah, walaupun prosesnya disusun secara alamiah," katanya 

Ia menambahkan terkait susunannya terdapat situs lapisan pertama, tanah timbun, dan dibawahnya ada lagi. "Lapisan satu memodifikasi yang sudah ada, komposisi utama besi dan silica, banyak artefak yang digunakan sebagai pasak," lanjutnya. 

Survei Geofisika, menurutnya tidak ada kontroversi. "Bentuk permukaan gunung Padang sama dengan bentuk di bawahnya, bukan hasil erosi dan teknik pembuatan gunung Padang itu sama dengan Borobudur, bukan artifisial tapi natural," tuturnya. 

Dia mengungkapkan terdapat implikasi Gunung Padang terhadap ilmu pengetahuan. "Tidak sesuai dengan sejarah kita kalau dirunut, dan dunia ini sangat dinamik dan populasi dalam peradaban manusia tidak liner tapi siklus," pungkasnya. (*)


Topik

Peristiwa Borobudur-Writer-Cultural-Festival-4th


Bagaimana Komentarmu ?


JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Faishal Hilmy Maulida

Editor

Redaksi