Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa Pembentukan Provinsi Madura

12 Tahun Silam Ulama Lebih Awal Menggagas Provinsi Madura

Penulis : Alhafid Rahmana - Editor : Redaksi

11 - Nov - 2015, 22:25

Foto: Alhafid Rahmana/Maduratimes
Foto: Alhafid Rahmana/Maduratimes

JATIMTIMES, MADURA - Gagasan Provinsi Madura tidak hanya baru-baru ini muncul ke permukaan dan ramai menjadi pembahasan masyarakat. Namun sekitar 12 tahun silam, pembahasan tentang Provinsi Madura juga pernah dibahas serius oleh ulama dan Bupati di Madura.

Waktu itu, pembahasan tentang Provinsi Madura digagas di pondok pesantren Al Amin, Desa Prenduan, Kecamatan Peragaan, Kabupaten Sumenep.

Bupati Pamekasan Achmad Syafii mengatakan, ketika dirinya masih menjabat Bupati Pamekasan periode pertama tahun 2003, dirinya diundang untuk membahas Provinsi Madura bersama dengan para ulama. Waktu itu, yang menggagasnya yakni Badan Silaturrahim Ulama Pesantren Madura (BASSRA). Sedangkan ulama yang getol menggagas yakni pengasuh pondok pesantren Al Amin, KH. Tidjani Djauhari.

Achmad Syafii menuturkan, ketika itu pembahasan masih sekedar konsep-konsep awal Provinsi Madura. Namun tidak pernah ada keputusan final karena tindak lanjutnya dan prosesnya diserahkan kepada Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) Madura di Pamekasan.

"Hanya itu yang pernah ada pembicaraan serius. Setelah itu hilang seperti diterpa angin. Khususnya setelah wafatnya Kiai Tidjani Djauhari tahun 2007 lalu," terang Achmad Syafii, Rabu (11/11/2015).

Dijelaskan Syafii, setelah dirinya lengser dari Bupati periode pertama pada tahun 2008, sampai dirinya menjadi anggota DPR RI dan saat ini kembali menjadi Bupati Pamekasan, belum pernah terdengar kembali isu Provinsi Madura. Deklarasi yang dilakukan di Bangkalan pada 10 November kemarin, juga tidak mengundang Bupati dan belum pernah ada pembahasan serius.

"Kalau Bupati tidak diundang, ya tidak perlu ikut-ikut deklarasi," imbuhnya.

Namun dirinya menegaskan, jika memang ada kemauan yang kuat untuk menjadikan Madura sebagai provinsi, jangan setengah-setengah. Politisi Partai Demokrat ini menegaskan, jika mau diseriusi jangan main-main.

"Ayo sekalian kalau mau diseriusi.Jangan hanya tebar isu kemudian tidak ada kelanjutannya," tantangnya. (*)


Topik

Peristiwa Provinsi-Madura Bupati-Pamekasan Achmad-Syafii


Bagaimana Komentarmu ?


JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Alhafid Rahmana

Editor

Redaksi