Ilustrasi Gempa Bumi (Foto: Liputan6)
Ilustrasi Gempa Bumi (Foto: Liputan6)

MALANGTIMES - Pasca gempa bumi tektonik berkekuatan 5,2 SR, pada Rabu (2/3/2016) siang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, terus melakukan pemantauan, khususnya di wilayah selatan.

Menurut Kepala BPBD Kabupaten Malang, Hafie Lutfi, sampai sejauh ini, berdasarkan pantauan dan laporan dari tim di lapangan, tidak terdapat korban jiwa dan material‎ akibat gempa tersebut.

Baca Juga : Aksi Tak Terpuji Bule di Bali, Pandemi Covid-19 Malah Party

‎"Laporan dari tim di lapangan, hingga saat ini, korban jiwa dan material masih nihil," jelas Lutfi kepada MALANGTIMES.

Namun, BPBD Kabupaten Malang, akan terus melakukan pemantauan melalui jejaring yang sudah ada. Baik dari personel sendiri, maupun relawan SAR.

Pemantauan katanya, difokuskan pada wilayah terdekat dengan pusat gempa, yaitu Kabupaten Malang bagian selatan.

Beberapa kecamatan di bagian selatan, diantaranya Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Donomulyo, Tirtoyudo, Pagak, dan Gedangan.‎

‎"Kita tetap juga memantau daerah lainnya, yang juga berpotensi terdampak gempa," ujar Lutfi.

Baca Juga : Aksi Tak Terpuji Bule di Bali, Pandemi Covid-19 Malah Party

Seperti diberitakan, gempa bumi berkekuatan 5,2 SR itu, terjadi pada Rabu (2/3/2016) siang, sekitar pukul 13.09 WIB. 

Pusat gempa berada di laut pada kedalaman 19 kilometer. Berjarak 81 kilometer barat daya Kabupaten Malang. Namun, gempa yang terjadi diketahui tidak berpotensi tsunami. (*)