Gagasan Inovatif Siswa MTsN 1 Malang Datang dari Ekowisata

Feb 24, 2016 17:21
Siswa MTsN 1 Malang peraih emas di ajang ISPO berfoto bersama Prof. Riri Fitri, juri dari UI. (Foto: Istimewa)
Siswa MTsN 1 Malang peraih emas di ajang ISPO berfoto bersama Prof. Riri Fitri, juri dari UI. (Foto: Istimewa)

MALANGTIMES -  Ada kisah unik yang melatari inovasi dua siswa MTsN 1 Malang yang pada gelaran Indonesia Science Project Olympiad 2016 berhasil menggondol medali emas.

Menurut Lailatul Chusniah, pembimbing KIR di sekolah tersebut, ide tersebut datang dalam suatu momen perjalanan ekowisata ke kawasan pertanian.

Baca Juga: Selamat, MTsN 1 Malang Sabet Medali Emas ISPO 2016

Anak-anak, tuturnya, kemudian penasaran dengan ambing sapi yang tampak memerah. “Menurut si peternak, sapi tersebut terkena Mastitis,” ujarnya.

Menurutnya, penyakit tersebut mengakibatkan susu yang dihasilkan menjadi tidak layak konsumsi. Selain itu, produksi susu menjadi rendah dan terpapar zat kimiawi dalam antibiotik.

Mastitis sendiri dapat diobati dengan antibiotik dengan harga yang sedikit mahal. “Harga antibiotik itu bisa mencapai 50 ribu sekali pakai,” tambahnya.

Permasalahan tersebut yang kemudian menggerakkan Amelia Putri Wulandari dan Nalita Livia Chandradevi, nama kedua siswa MTsN 1 Malang, untuk menciptakan instrumen penyembuh penyakit Mastitis. (*)

Topik
ISPO 2016MTsN 1 MalangAmelia Putri WulandariNalita Livia Chandradevi
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru