Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa

Sekjen Ketahanan Pangan Diwaduli Petani Pupuk Mahal

Penulis : Mahrus Sholih - Editor : Redaksi

18 - Aug - 2015, 18:56

Seketaris Jendral Dewan Ketahanan Pangan Nasional (Sesjenwantanas), Letjen TNI Waris (Paling kiri, memakai baju safari) sesaat sebelum berdialog dengan peta (foto: Mahrus/JemberTimes)
Seketaris Jendral Dewan Ketahanan Pangan Nasional (Sesjenwantanas), Letjen TNI Waris (Paling kiri, memakai baju safari) sesaat sebelum berdialog dengan peta (foto: Mahrus/JemberTimes)

JATIMTIMES, JEMBER - Seketaris Jenderal Dewan Ketahanan Pangan Nasional (Sesjenwantanas), Letjen TNI Waris, berdialog dengan sejumlah kelompok tani dari empat kecamatan di Jember, Selasa (18/8/2015). Dalam kesempatan ini, petani mengadu soal mahalnya pupuk serta harga jual gabah yang rendah.
"Harga pupuk saat ini cukup mahal, sedangkan harga jual gabah murah. Tak hanya itu, infrastruktur lahan pertanian juga belum memadai untuk sarana distribusi hasil panen," ungkap salah seorang petani dalam sesi dialog.
Menanggapi keluhan tersebut, Waris berjanji akan menyampaikan semuanya kepada Presiden Republik indonesa, Joko Widodo. “Nanti akan kami sampaikan (kepada Presiden) dengan harapan agar diteruskan semua kepada tupoksi masing-masing seperti dinas pengairan agar memfasilitasi infrastruktur, dinas pertanian agar bisa membantu para petani mengembangkan bibit unggul,” paparnya.
Meski demikian, dia tetap mengimbau petani agar lebih memanfaatkan pupuk organik dan jangan terlalu mengandalkan pupuk pabrikan. “Penggunaan pupuk organik itu untuk menghindari agar tanah tidak jenuh yang berakibat kepada hasil panen,” jelasnya, kepada sejumlah petani dari Kecamatan Kencong, Sumberbaru, Tanggul dan Semboro.
Untuk itu, kata Waris, pemerintah berterima kasih jika petani memberi masukan agar kebijakan-kebijakannya dapat berpihak kepada pahlawan pangan tersebut. “Agar hasilnya berkesinambungan, pemerintah butuh diberi masukan. Dan saya datang kesini menjaring informasi dari petani untuk disampaikan kepada pemerintah dengan tujuan agar Indonesia semakin maju dan berdaulat dalam hal ketahanan pangan,” terangnya.
Selain tatap muka dengan petani Jenderal kelahiran Kabupaten Malang tersebut juga mengunjungi DAM di area Pondokwaluh dan berkesempatan memanen padi unggulan dari kelompok tani pondokjoyo, serta memasang Gupon (sarang buatan) untuk Burung Hantu. (*)


Topik

Peristiwa Harga-Pupuk


Bagaimana Komentarmu ?


JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mahrus Sholih

Editor

Redaksi