MALANGTIMES - Arca Ganesha yang berada di Dusun Klerek Desa Torongrejo Kecamatan Junrejo Kota Batu menyimpan banyak cerita unik. Salah satunya adalah arca itu tidak bisa digeser. Bila dipaksa, maka bisa kembali ke lokasi semula. Lha kok?

Menurut Mujiono, warga sekitar yang juga merupakan Kasi Pemerintahan Desa Torongrejo, arca Ganesha adalah peninggalan sejarah pada zaman Kerajaan Singhasari.

Arca berbentuk gajah duduk dengan tinggi satu meter ini konon digunakan sebagai tapal batas antara Kerajaan Singjasari dengan kerajaan Daha Kediri. Itu adalah versi masyarakat setempat.

Cerita-cerita tentang arca inipun banyak berkembang di masyarakat sekitar. Seperti sering dicuri namun gagal, pernah dibakar oleh pencuri yang gagal membawa arca, hingga bergesernya letak arca.

Pada 2013 ketika warga Desa Torongrejo bersama pemerintah kota hendak membangunkan gazebo dari beton, arca itu berupaya digeser.

Untuk mendapatkan posisi yang baik, warga menggeser letak arca beberapa centimeter dari tempat asalnya. Namun, keesokan harinya ketika didatangi kembali, letak arca tersebut sudah kembali lagi pada tempatnya semula.

Warga sekitar tidak mengetahui siapa yang mengembalikan arca tersebut ke lokasi semula. Kejadian itu berulang kali dilakukan dan arca tetap kembali pada posisinya semula.

Setelah kejadian tersebut berulang, warga lantas membiarkan arca Ganesha berdiri sesuai dengan tempat aslinya dan tetap memayunginya dengan gazebo beton.

Menurut warga, kejadian itu ada kaitannya dengan fungsi arca Ganesha sebagai tapal batas antara dua kerajaan besar di Pulau Jawa di masa lampau, yakni Singosari dan Daha Kediri.

“Sebagai tapal batas, tentu arca tersebut tidak boleh digeser. Mungkin begitu,” tambah Mujiono. (*)