Wabah Virus Nipah Merebak di Negara Tetangga RI, Ini Risiko dan Cara Antisipasinya
Reporter
Binti Nikmatur
Editor
A Yahya
26 - Jan - 2026, 04:57
JATIMTIMES - Kawasan Asia kembali dihadapkan pada ancaman penyakit menular setelah wabah virus Nipah dilaporkan muncul di India dan membuat sejumlah negara di sekitarnya meningkatkan kewaspadaan. Thailand, yang berbatasan dekat dengan Indonesia secara kawasan, masuk dalam kategori berisiko tinggi meski hingga kini belum menemukan kasus di wilayahnya.
Virus Nipah dikenal sebagai penyakit zoonosis berbahaya yang ditularkan dari hewan ke manusia, terutama melalui kelelawar buah. Penyakit ini menyerang sistem pernapasan dan saraf, dengan tingkat kematian yang sangat tinggi. Kondisi tersebut membuat negara-negara Asia Tenggara bersiaga, termasuk Indonesia.
Baca Juga : 72 Polisi Banyuwangi Terima Satyalancana Pengabdian
Mengutip Bangkok Post, ahli virologi Universitas Chulalongkorn, Prof Dr Yong Poovorawan, menjelaskan bahwa virus Nipah pertama kali terdeteksi pada 1998–1999 dan menjadi salah satu wabah penyakit terbesar kala itu. Kasus awal ditemukan di Malaysia sebelum menyebar ke Singapura.
Menurut Yong, kelelawar buah merupakan inang alami virus ini. Penularan awal terjadi saat buah yang terkontaminasi air liur kelelawar jatuh ke kandang babi, kemudian menular antar-babi, hingga akhirnya berpindah ke manusia. Selain itu, virus juga dapat menular langsung dari kelelawar ke manusia melalui konsumsi buah segar atau jus buah, terutama jus dari kurma segar.
Seiring waktu, penularan antarmanusia juga tercatat melalui kontak langsung dengan cairan tubuh penderita.
Prof Yong mengungkapkan bahwa gejala virus Nipah kini mengalami perubahan. Jika sebelumnya ditandai demam tinggi dan ensefalitis atau radang otak, saat ini banyak kasus menunjukkan gejala demam disertai pneumonia berat.
Meski dapat menular dari manusia ke manusia, Yong menegaskan potensi penyebarannya tidak sebesar penyakit pernapasan lain. "Tetapi kemungkinannya tidak besar, tidak seperti penyakit pernapasan seperti influenza dan Covid-19, yang menyebar luas," tulis Prof Dr Yong.
Namun, ia mengingatkan bahwa dampak wabah tetap berisiko besar. "Meskipun risiko wabah saat ini rendah, wabah yang sebenarnya dapat berdampak serius pada kesehatan masyarakat dan ekonomi," kata Prof Dr Yong.
Kasus terbaru virus Nipah dilaporkan terjadi di Benggala Barat, India. Sebanyak lima tenaga kesehatan dilaporkan terinfeksi, terdiri dari dua perawat dalam klaster awal, satu dokter, satu perawat tambahan, serta satu petugas medis lainnya.
Kondisi ini menjadi alarm serius bagi negara-negara sekitar, termasuk Thailand dan kawasan Asia Tenggara.
Meski belum menemukan kasus di dalam negeri, Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Kesehatan Thailand, Anutin, menegaskan bahwa kewaspadaan harus ditingkatkan di atas level normal. Hal ini disebabkan belum tersedianya obat maupun vaksin untuk virus Nipah.
Pemerintah Thailand pun mengintensifkan penyaringan terhadap pelaku perjalanan dari wilayah berisiko, terutama dari Benggala Barat, India.
Dalam siaran pers Departemen Public Relations Pemerintah Thailand bertajuk “Thailand Tingkatkan Langkah Skrining Bandara bagi Penumpang dari Benggala Barat, India”, disebutkan bahwa sejak Minggu (25/1/2026), pemeriksaan kesehatan diberlakukan di Bandara Suvarnabhumi dan Bandara Internasional Don Mueang.
Langkah serupa juga diterapkan di Bandara Internasional Phuket, disertai peningkatan frekuensi pembersihan dan disinfeksi di area publik.
Anutin mengimbau masyarakat tidak panik menghadapi kabar wabah Nipah di India. Ia menekankan bahwa virus tersebut tidak menyebar melalui udara seperti Covid-19.
Baca Juga : Berkendara Aman, Berikut yang Perlu Diperhatikan untuk Merawat Motor Kesayangan
"Masyarakat dapat menjalani kehidupan normal seperti biasa dan tetap mematuhi rutinitas kebersihan yang sudah lazim, seperti mengkonsumsi makanan yang baru dimasak, menggunakan sendok saji, sering mencuci tangan, dan menghindari berjabat tangan," katanya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Ilmu Kedokteran Thailand, Dr Nattapong Wongwiwat, mengatakan pihaknya telah menginstruksikan rumah sakit dan lembaga medis untuk bersiap menghadapi kemungkinan wabah.
Persiapan mencakup penyiapan tenaga spesialis, ruang isolasi, obat-obatan, serta logistik medis. Selain itu, panduan penanganan Nipah juga tengah disusun oleh para ahli internal dan eksternal agar dapat diterapkan secara nasional.
Merebaknya wabah virus Nipah di kawasan Asia Selatan dan meningkatnya kewaspadaan negara-negara tetangga menjadi peringatan bagi Indonesia. Meski hingga kini belum ditemukan kasus Nipah di Tanah Air, mobilitas manusia, perdagangan regional, serta kesamaan ekosistem dengan negara terdampak membuat risiko tetap perlu diantisipasi.
Indonesia memiliki populasi kelelawar buah yang tersebar di berbagai wilayah, termasuk kawasan hutan, perkebunan, dan permukiman. Kondisi tersebut menuntut penguatan sistem kewaspadaan dini, terutama di pintu masuk negara, fasilitas kesehatan, serta wilayah dengan interaksi manusia dan satwa yang tinggi.
Penguatan surveilans penyakit zoonosis, edukasi masyarakat terkait konsumsi buah dan produk hewani yang aman, serta kesiapsiagaan tenaga kesehatan menjadi langkah penting untuk mencegah potensi penularan. Pengalaman pandemi sebelumnya menunjukkan bahwa deteksi dini dan pencegahan jauh lebih efektif dibandingkan penanganan saat wabah sudah meluas.
Mengacu pada informasi Kementerian Kesehatan RI virus Nipah memiliki gejala awal hingga berat, antara lain:
• Demam tinggi dan sakit kepala hebat
• Nyeri otot dan sakit tenggorokan
• Batuk dan sesak napas
• Pada kondisi berat: kebingungan, mengantuk ekstrem, hingga kejang
Pencegahan virus Nipah difokuskan pada pengendalian faktor risiko, antara lain:
• Tidak mengonsumsi nira atau aren langsung dari pohon tanpa dimasak
• Mencuci dan mengupas buah secara menyeluruh
• Membuang buah yang menunjukkan bekas gigitan kelelawar
• Menghindari kontak dengan hewan ternak yang berpotensi terinfeksi
• Menggunakan alat pelindung diri saat menyembelih hewan
• Mengonsumsi daging yang dimasak hingga matang
• Menerapkan pencegahan dan pengendalian infeksi bagi tenaga kesehatan
• Menjaga perilaku hidup bersih dan sehat, termasuk rutin mencuci tangan.
Demikian informasi lengkap terkait merebaknya Virus Nipah di India, lengkap dengan gejala dan cara antisipasinya. Semoga informasi ini membantu ya.
