Makin Ramah Lingkungan, 200 Becak Listrik Akan Layani Wisatawan di Kota Malang

Reporter

Hendra Saputra

14 - Jan - 2026, 02:04

Kepala Disporapar Kota Malang, Baihaqi (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Wajah wisata Kota Malang bakal semakin ramah lingkungan. Pemerintah Kota (Pemkot) Malang bersiap mendistribusikan 200 unit becak listrik yang akan difungsikan sebagai becak wisata untuk melayani para pelancong. Program ini ditargetkan mulai berjalan pada akhir Januari 2026.

Ratusan becak listrik tersebut merupakan bantuan dari pemerintah pusat yang disalurkan melalui Wali Kota Malang. Seluruh unit akan diberikan kepada pengayuh becak konvensional yang selama ini menggantungkan hidup di sektor transportasi tradisional, sekaligus menjadi bagian dari penguatan layanan wisata kota.

Baca Juga : Kembalikan Wisata Murah Meriah, Pemkot Malang Siapkan Revitalisasi Tarekot

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Baihaqi, mengatakan bahwa bantuan ini menjadi angin segar bagi pengembangan pariwisata sekaligus pemberdayaan masyarakat.

“Alhamdulillah, Kota Malang mendapatkan bantuan 200 unit becak listrik yang antara lain akan diperuntukkan untuk melayani wisatawan,” ujar Baihaqi, Rabu (14/1/2026).

Saat ini, Disporapar bersama Dinas Sosial (Dinsos) Kota Malang masih melakukan pendataan calon penerima. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan benar-benar tepat sasaran serta meminimalkan potensi persoalan di kemudian hari.

Baihaqi menegaskan, terdapat sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi oleh calon penerima. Salah satunya wajib ber-KTP Kota Malang dan berprofesi sebagai pengayuh becak konvensional.

“Harapannya, distribusi 200 unit becak ini tidak menimbulkan permasalahan, termasuk kemacetan. Dengan demikian, becak wisata ini benar-benar bermanfaat,” ungkapnya.

Keberadaan becak listrik ini diharapkan mampu mendongkrak kualitas layanan wisata di Kota Malang. Selama ini, becak wisata memang sudah ada, namun jumlahnya masih terbatas sehingga belum mampu menjangkau kebutuhan wisatawan secara optimal.

Baca Juga : Bedah Spesifikasi Suzuki Jimny 5-Door, SUV Kompak dengan DNA Off-Road

Untuk memastikan pelayanan berjalan profesional, Disporapar juga telah menggelar sejumlah forum group discussion (FGD) bersama Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI). Forum tersebut membahas peningkatan kapasitas pengemudi becak wisata agar mampu memberikan pelayanan informatif dan ramah kepada wisatawan.

Soal titik operasional, becak listrik akan ditempatkan di sejumlah kawasan strategis. Salah satunya di Kayutangan Heritage yang menjadi ikon wisata Kota Malang, serta beberapa titik lain seperti area hotel, sehingga dapat dikemas sebagai bagian dari paket wisata terpadu.

Saat ini, seluruh unit becak listrik sudah tiba di Kota Malang. Sebanyak 100 unit disimpan di Stadion, sementara 100 unit lainnya berada di kawasan Islamic Center.

“Untuk peresmian dan pendistribusian, kami masih menunggu komunikasi dengan pihak di Jakarta. Mudah-mudahan akhir Januari ini sudah bisa didistribusikan agar segera dimanfaatkan,” pungkas Baihaqi.