Foto Bisa Diubah Jadi Konten Cabul oleh Grok di X, Begini Cara Mengamankannya

Reporter

Binti Nikmatur

Editor

A Yahya

11 - Jan - 2026, 09:40

Contoh penggunaan Grok untuk pelecehan dengan meminta melepaskan hijab pada foto pengguna. (Foto: tangkapan layar X)

JATIMTIMES - Keamanan privasi pengguna media sosial X tengah menjadi sorotan. Hal ini menyusul maraknya penyalahgunaan chatbot kecerdasan buatan (AI) Grok yang dilaporkan mampu memanipulasi foto pribadi menjadi gambar bermuatan seksual hanya lewat perintah teks sederhana.

Grok belakangan menuai kritik setelah sejumlah pengguna menemukan celah yang memungkinkan foto publik diedit secara digital menjadi konten senonoh tanpa persetujuan pemiliknya. Fenomena ini pun memicu kekhawatiran soal keamanan data visual di platform milik Elon Musk tersebut.

Baca Juga : 7 Drama China Terbaru 2026 yang Siap Bikin Akhir Pekanmu Habis di Depan Layar

Salah satu kasus yang mencuat dialami musisi asal Rio de Janeiro, Julie Yukari. Foto pribadinya saat sedang bersantai bersama seekor kucing diedit oleh pengguna lain melalui Grok hingga tampak nyaris telanjang. Gambar hasil manipulasi itu kemudian beredar luas di X dan memicu reaksi keras dari publik.

Selain itu di Indonesia, penyanyi Bernadya hingga JKT 48 juga menyuarakan keresahan yang sama terkait Grok. Foto-foto mereka juga diedit tak senonoh oleh pengguna lain menggunakan Grok. Bahkan JKT 48 siap menempuh jalur hukum terkait hal ini. 

Tak hanya orang dewasa, praktik manipulasi digital ini juga dilaporkan menyasar foto selebritas, tokoh politik, hingga anak-anak yang masih mengenakan seragam sekolah. Kondisi tersebut memperlihatkan betapa bahayanya risiko penyalahgunaan teknologi AI jika tidak dibarengi perlindungan data yang ketat.

Hingga kini, belum ada cara yang benar-benar bisa menjamin foto pengguna aman sepenuhnya dari penyalahgunaan AI di X. Meski begitu, ada beberapa langkah mitigasi yang dapat dilakukan untuk memperkecil risiko foto disalahgunakan oleh Grok atau sistem AI lainnya.

Salah satu alasan Grok mampu mengenali dan memanipulasi foto pengguna adalah karena sistem AI tersebut dilatih menggunakan data yang tersedia di platform X. Sejumlah pakar menilai X belum sepenuhnya membersihkan materi pelatihan AI dari konten visual yang berpotensi disalahgunakan.

Baca Juga : Dari Bojonegoro ke Malang: 112 Siswa MAN 3 Menyemai Mimpi di Kampus Ulul Albab

Untuk mengurangi risiko tersebut, pengguna disarankan menonaktifkan izin penggunaan data untuk pelatihan AI dengan langkah berikut:
• Buka situs web atau aplikasi X
• Masuk ke menu Pengaturan
• Pilih Privasi dan keamanan > Grok dan Kolaborator pihak ketiga
• Matikan seluruh izin yang tersedia di halaman tersebut
Langkah ini dapat membatasi akses sistem AI terhadap data pribadi yang Anda unggah di platform.

Grok diketahui dapat memanipulasi foto publik hanya dengan perintah sederhana, namun dampaknya bisa sangat merugikan pemilik foto. Salah satu cara paling efektif untuk menekan risiko tersebut adalah dengan mengatur akun X menjadi privat.

Dengan akun private, foto dan konten yang Anda unggah hanya bisa dilihat oleh pengikut yang telah disetujui. Cara ini setidaknya dapat mempersempit peluang pihak tidak bertanggung jawab menggunakan foto Anda sebagai bahan manipulasi melalui Grok.