Efek Libur Panjang, Wisata Kota Malang Kian Bergairah di Akhir Tahun
Reporter
Riski Wijaya
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
01 - Jan - 2026, 05:35
JATIMTIMES - Sektor pariwisata Kota Malang menunjukkan tren kebangkitan yang signifikan sepanjang 2025. Salah satu motor utamanya adalah Kampung Heritage Kayutangan yang kian padat dikunjungi wisatawan, terutama pada momentum Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Baihaqi, menyebut lonjakan kunjungan terlihat jelas dari hasil pantauan lapangan hingga akhir November, yang kemudian melonjak tajam saat libur Nataru.
Baca Juga : Kejari Kabupaten Malang Tegas Tangani Korupsi, Salah Satunya Dugaan Korupsi Dana Hibah KONI
“Contohnya Kayutangan saja bisa mencapai 5.000 kunjungan. Dari situ kami optimistis target 3,3 juta kunjungan wisata per tahun bisa tercapai,” ujar Baihaqi.
Dibandingkan tahun sebelumnya, kunjungan wisata ke Kampung Kayutangan mengalami peningkatan drastis. Baihaqi menyebut kenaikannya mencapai 100 persen. Saat momen Natal hingga pergantian tahun, jumlah wisatawan yang datang berkisar antara 3.000 hingga 5.000 orang per hari.
Tak hanya di Kayutangan, total kunjungan wisata selama periode Nataru juga melonjak tajam. Jika pada tahun 2024 tercatat sekitar 32 ribu kunjungan, maka pada tahun ini jumlahnya sudah menembus angka 58 ribu.
Menurut Baihaqi, meningkatnya popularitas Kampung Kayutangan tak lepas dari keunikan konsepnya serta dukungan prestasi nasional. Salah satunya adalah penghargaan Wonderful Indonesia Award yang berhasil diraih, mengungguli sekitar 360 Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dari seluruh Indonesia.
“Penghargaan itu sangat menunjang. Kayutangan semakin dikenal, jadi daya tarik nasional. Banyak daerah datang studi banding, bahkan meniru pengelolaan Kampung Kayutangan,” jelasnya.
Baca Juga : Sinopsis Dusun Mayit, Lengkap dengan Jadwal Bioskop di Malang
Selain Kampung Heritage Kayutangan, Baihaqi menambahkan bahwa Koridor Kayutangan dan Kampung Warna-Warni juga masih menjadi magnet utama wisata Kota Malang yang terus mendongkrak angka kunjungan.
Terkait data akhir capaian wisatawan tahunan, Baihaqi menyebutkan angka resmi akan dirilis pada awal tahun 2026. Namun dengan tren kenaikan yang ada, Pemkot Malang semakin percaya diri sektor pariwisata akan menjadi salah satu penggerak utama ekonomi daerah.
