Hujan Deras Picu Longsor: Dinding Pelengseng Ambrol Timpa Kandang dan Rumah Warga

Reporter

Prasetyo Lanang

Editor

Dede Nana

01 - Jan - 2026, 11:44

Dinding pelengseng teknis longsor di Desa Sumberbrantas Kota Batu pasca diguyur hujan lebat saat malam pergantian tahun baru, Rabu (31/12/2025).(Foto: Dokumen BPBD)

JATIMTIMES - Hujan deras di Desa Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu pada Rabu (31/12/2025) memicu longsor. Di malam tahun baru itu, sebuah dinding pelengseng ambrol pasca diguyur hujan. Akibatnya, sebagian bangunan rumah dan kandang milik warga yang terdampak mengalami kerusakan. 

Kejadian itu dibenarkan Plt. Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu Suwoko. Pelengseng teknis yang longsor baru dilaporkan pagi hari tadi, Kamis (1/1/2026).

Baca Juga : Natal dan Tahun Baru 2026, SPS Corporate Pilih Susuri Pedalaman Sumatera Utara untuk Salurkan Bantuan

"Dilaporkan kejadian tanah longsor Rabu malam kejadian sekitar pukul 23.30 WIB, laporan diterima Kamis pukul 7.30 dan petugas langsung ke lokasi," jelas Suwoko melalui keterangan resmi Pusat Pengendalian dan Operasi (Pusdalops) BPBD Kota Batu, Kamis pagi.

Peristiwa itu tepatnya di RT 03 RW 02, Dusun Lemah Putih, Desa Sumberbrantas. Menurut laporan, diketahui hujan dengan intensitas tinggi mengguyur Kota Batu pada 31 Desember 2025. Dinding pelengseng teknis tak mampu menahan endapan air dan menyebabkan terjadinya tanah longsor.

"Guyuran hujan mengakibatkan plengsengan teknis samping rumah Bapak Sutar mengalami longsor dan menimpa kendang milik Bapak Yanto," ungkapnya.

Pelengseng teknis mengalami longsor dengan panjang 12 meter, tinggi 3 meter dan lebar 1 meter. Dampak kejadian itu, bangunan dapur milik warga bernama Sutar menggantung dan membahayakan.

"Kandang ayam milik Bapak Yanto dengan dimensi Panjang 3 meter dan Lebar 4 meter juga tertimpa longsor," tambah Suwoko.

Selain itu, sebuah sepeda motor dan perabotan dapur tertimpa material tanah dan reruntuhan dinding. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.

Baca Juga : Trunajaya: Senjata Rahasia Cucu Pangeran Pekik Menggulingkan Amangkurat I

Tim BPBD telah melakukan upaya kaji cepat dan penanganan pembersihan material longsor. BPBD dibantu personel Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) juga perangkat Desa Sumberbrantas, serta warga sekitar untuk penanganan darurat.

Suwoko mengatakan, dirinya sudah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk rekomendasi. Untuk tindak lanjut pascabencana, sambungnya, perlu perbaikan pelengseng teknis, dan pembangunan kendang kembali.

"Sementara sudah ada bantuan logistik untuk kerja bakti dan terpal untuk penangan darurat," imbuhnya.