Libur Cuma Sehari, 2 Januari 2026 Langsung Kerja: Burnout Mengintai di Awal Tahun
Reporter
Mutmainah J
Editor
Dede Nana
01 - Jan - 2026, 10:51
JATIMTIMES - Belum sempat benar-benar beristirahat, rutinitas sudah kembali menanti. Perayaan Tahun Baru 2026 hanya memberi jeda satu hari sebelum aktivitas kerja dan sekolah kembali berjalan normal. Tanpa cuti bersama pada 2 Januari 2026, banyak orang harus langsung kembali bekerja meski fisik dan mental belum sepenuhnya siap. Transisi yang begitu cepat ini membuat risiko burnout pasca libur Tahun Baru kian mengintai di awal tahun.
2 Januari 2026 Bukan Cuti Bersama
Merujuk pada Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2026, pemerintah menetapkan bahwa libur nasional Tahun Baru Masehi hanya jatuh pada Kamis, 1 Januari 2026.
Baca Juga : Penghujung Tahun 2025, Mbak Wali Persembahkan Wajah Baru Jalan Stasiun Kota Kediri
Dengan tidak adanya penetapan cuti bersama yang menyertai libur Tahun Baru, maka Jumat, 2 Januari 2026 pada prinsipnya tetap menjadi hari kerja. Aktivitas perkantoran, sekolah, serta layanan publik dijadwalkan berjalan normal sesuai kebijakan masing-masing instansi atau perusahaan.
Meski demikian, dalam praktiknya bisa saja terdapat kebijakan internal tertentu dari perusahaan atau lembaga yang memberikan kelonggaran tambahan. Namun secara nasional, 2 Januari 2026 tidak termasuk dalam daftar cuti bersama resmi pemerintah.
Daftar Tanggal Merah di Januari 2026
Selain libur Tahun Baru, pemerintah juga menetapkan satu hari libur nasional lainnya di bulan Januari 2026. Mengacu pada SKB Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2026, berikut daftar tanggal merah di Januari:
• Kamis, 1 Januari 2026: Tahun Baru Masehi
• Selasa, 27 Januari 2026: Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW
Di luar dua tanggal tersebut, tidak terdapat tambahan cuti bersama di bulan Januari 2026 berdasarkan ketentuan resmi yang berlaku.
Kembali Bekerja Lebih Cepat, Burnout Pun Mengintai
Kembalinya aktivitas kerja tanpa jeda cuti tambahan membuat banyak orang merasa belum sepenuhnya siap, baik secara fisik maupun mental. Perubahan mendadak dari suasana liburan ke tekanan pekerjaan dapat memicu burnout pasca libur Tahun Baru.
Burnout ditandai dengan rasa lelah berlebihan, sulit berkonsentrasi, emosi tidak stabil, serta menurunnya motivasi kerja. Jika dibiarkan berlarut-larut, kondisi ini dapat berdampak pada produktivitas dan kesehatan mental di awal tahun.
Agar transisi dari liburan ke rutinitas berjalan lebih lancar, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk memulihkan kondisi fisik dan mental:
1. Terima dan Pahami Kondisi Diri
Merasa lelah dan kurang bersemangat setelah liburan merupakan hal yang wajar. Jangan langsung menyalahkan diri sendiri. Memberi waktu untuk beradaptasi adalah langkah awal pemulihan mental.
2. Atur Kembali Pola Tidur
Jam tidur yang tidak teratur selama liburan perlu dikembalikan secara bertahap. Tidur cukup dan konsisten membantu tubuh dan pikiran kembali berfungsi optimal.
3. Perbaiki Pola Makan
Baca Juga : MAN 2 Kota Malang Awali 2026 dengan Dzikir dan Tasyakuran HAB ke-80 Kemenag RI
Konsumsi makanan bergizi seimbang, perbanyak sayur, buah, dan air putih untuk membantu mengembalikan energi dan menjaga kestabilan suasana hati.
4. Susun Prioritas Kerja Secara Bertahap
Tidak perlu memaksakan diri menyelesaikan semua pekerjaan di hari pertama. Fokus pada tugas yang paling penting agar tidak merasa kewalahan.
5. Lakukan Aktivitas Fisik Ringan
Olahraga ringan seperti jalan kaki, peregangan, atau yoga dapat membantu mengurangi stres dan meningkatkan suasana hati.
6. Luangkan Waktu untuk Relaksasi
Meditasi singkat, latihan pernapasan, atau mendengarkan musik dapat membantu menenangkan pikiran di tengah padatnya aktivitas.
7. Tetap Sisihkan Waktu untuk Diri Sendiri
Meski liburan telah usai, melakukan aktivitas yang menyenangkan atau menjalani hobi tetap penting untuk menjaga keseimbangan mental.
Dengan 2 Januari 2026 yang bukan cuti bersama, banyak orang harus kembali bekerja lebih cepat setelah libur Tahun Baru. Situasi ini berpotensi memicu burnout jika tidak disikapi dengan bijak. Mengatur kembali ritme hidup, menjaga kesehatan fisik dan mental, serta memberi ruang adaptasi menjadi kunci agar awal tahun tetap berjalan produktif dan sehat.
