MBG Tetap Disalurkan saat Libur Sekolah, Ini Skema Pembagiannya
Reporter
Binti Nikmatur
Editor
Yunan Helmy
21 - Dec - 2025, 02:08
JATIMTIMES - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipastikan tetap berjalan selama masa libur sekolah Desember 2025 hingga awal Januari 2026. Badan Gizi Nasional (BGN) menyiapkan sejumlah skema agar penyaluran makanan bergizi tetap bisa diterima siswa meski kegiatan belajar mengajar diliburkan.
Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan, program MBG untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita tetap berjalan normal seperti hari biasa. Sementara untuk peserta didik, penyalurannya akan menyesuaikan dengan kondisi libur sekolah di masing-masing wilayah.
Baca Juga : Antisipasi Kepadatan saat Libur Nataru, Polres Batu Bakal Terapkan Dua Skema Rekayasa Lalu Lintas
“Untuk ibu hamil, ibu menyusui dan anak balita seperti biasa. Untuk anak sekolah, masing-masing SPPG perlu melakukan inventarisasi berapa banyak dan berapa sering anak-anak bersedia ke sekolah,” kata Dadan, Minggu (21/12/2025).
Dadan menjelaskan, pada awal masa libur sekolah, siswa akan menerima MBG dalam bentuk makanan siap santap. Skema ini berlaku maksimal selama empat hari pertama libur. “Awal libur diberikan makanan siap santap untuk maksimal 4 hari dengan menu berkualitas seperti telur, buah, susu, abon, atau dendeng,” ujarnya.
Untuk hari-hari berikutnya, BGN membuka opsi penyesuaian mekanisme penyaluran. Jika siswa bersedia datang ke sekolah, MBG tetap dibagikan di sekolah. Namun, bagi siswa yang tidak memungkinkan hadir, BGN tengah menyiapkan sistem pengantaran ke rumah.
“Untuk sisa hari, jika siswa bersedia datang ke sekolah, dibagikan ke sekolah. Jika tidak, perlu mulai didata mekanisme delivery ke rumah-rumah atau diambil di SPPG,” ucap Dadan. “Kita sedang rancang sistem delivery setelah 4 hari libur,” tambahnya.
Hal senada disampaikan Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang. Menurut dia, penyaluran MBG selama libur sekolah sangat bergantung pada kesepakatan antara pihak sekolah dan para siswa.
“Untuk anak-anak sekolah tergantung kesepakatan dengan pihak sekolah, kalau muridnya mau ambil di sekolah, ya kita kasih. Kalau tidak mau, ya tidak kita kasih. Jadi, tidak dipaksa ya,” ujar Nanik.
Baca Juga : Tak Perlu Liburan Mahal, Ini Ide Seru Mengisi Libur Natal dan Tahun Baru 2026 di Rumah
Ia menambahkan, menu MBG selama masa libur juga dapat disesuaikan menjadi bahan kering agar lebih tahan lama dan mudah dibagikan. Menu tersebut antara lain buah, susu, roti produksi UMKM, serta telur asin.
“MBG menjadi bahan kering (bukan olahan), misalnya buah, susu, roti (buatan UMKM), dan telur. Telurnya biar awet pakai telor asin. Mekanismenya bisa dua atau tiga hari diantar ke sekolah, nanti murid-murid yang mau ambil didaftar. Ambilnya di sekolah,” jelasnya.
Nanik juga menegaskan, orang tua diperbolehkan mengambil paket MBG ke sekolah untuk anaknya. Menurut dia, komitmen utama BGN adalah memastikan asupan gizi anak tetap terpenuhi meski sekolah sedang libur.
“Orang tuanya boleh yang ambil kan sudah ditempatkan di tas. Prinsipnya kan kita memberi makan bergizi untuk perbaikan gizi. Jadi, meski libur, kita usahakan anak-anak tetap dapat asupan gizi,” pungkas Nanik.
