Gus Yahya Tegaskan Masih Sah Menjabat Ketum PBNU: Pergantian Hanya Bisa lewat Muktamar

Reporter

Mutmainah J

Editor

Yunan Helmy

30 - Nov - 2025, 06:43

KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya. (Foto Instagram)

JATIMTIMES - KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya kembali menegaskan bahwa dirinya masih sah menjabat sebagai ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Ia menekankan bahwa pergantian ketua umum tidak bisa dilakukan secara sepihak, melainkan harus melalui forum resmi organisasi, yaitu muktamar.

“Secara de jure, berdasarkan AD/ART NU, saya tetap ketua umum PBNU dan tidak dapat diganti kecuali melalui muktamar atau muktamar luar biasa,” ujar Gus Yahya, dikutip dari NU Online, Minggu (30/11/2025).

Baca Juga : Kiai Sepuh NU Gelar Forum di Kediri, Serukan Islah dan Hentikan Kisruh PBNU

Gus Yahya juga menyampaikan bahwa secara de facto ia masih menjalankan amanah sebagai mandataris Muktamar Ke-34 NU di Lampung untuk masa khidmah 2021–2026/2027. Menurut dia, seluruh agenda organisasi, termasuk program pelayanan jemaah, tetap berjalan sebagaimana mestinya.

“Saya terus melaksanakan tugas amanah Muktamar Ke-34. Agenda dan khidmah PBNU tetap saya jalankan demi kemaslahatan jemaah dan jam’iyyah NU,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa dinamika internal yang terjadi dalam beberapa hari terakhir sedang diupayakan penyelesaiannya melalui jalur musyawarah dan bimbingan para masyayikh.

“Saya berikhtiar menangani turbulensi yang muncul dengan arahan para kiai, termasuk upaya islah, demi menjaga persatuan NU,” lanjutnya.

Rais Aam Tegaskan Gus Yahya Dicopot Per 26 November 2025

Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar menyatakan bahwa Gus Yahya sudah tidak lagi menjabat sebagai ketua umum PBNU sejak 26 November 2025. Keputusan tersebut merupakan hasil rapat harian Syuriah PBNU dan disosialisasikan kepada seluruh PWNU se-Indonesia.

“Per 26 November 2025 pukul 00.45 WIB, KH Yahya Cholil Staquf tidak lagi berstatus ketua umum PBNU. Sejak saat itu, kepemimpinan PBNU berada sepenuhnya di tangan rais aam,” tegas KH Miftachul Akhyar, Sabtu (29/11), di PWNU Jawa Timur.

Baca Juga : KDMP Sidomulyo Jember Kembali Direct Ekspor Kopi Robusta, Giliran Mesir Menjadi Tujuan

Ia menyebutkan bahwa seluruh PWNU telah menerima keputusan tersebut, yang dianggap sebagai langkah organisasi untuk menjaga marwah dan ketertiban internal PBNU.

Dinamika Internal NU Masih Berlanjut

Dengan dua pernyataan berbeda dari pucuk pimpinan PBNU, dinamika internal organisasi tampak masih berproses. Baik Gus Yahya maupun rais aam menegaskan ingin menjaga persatuan NU, namun masing-masing memiliki pandangan berbeda soal posisi ketua umum.

Hingga kini, para masyayikh dan kiai sepuh terus mendorong jalan islah sebagai solusi terbaik agar konflik tidak semakin meluas dan tidak berdampak pada jemaah di akar rumput.