Perayaan Hari Jadi Tulungagung, SMPN 2 Bandung Sabet Penyaji Terbaik di Ajang Gerak Jalan Kreasi
Reporter
Aries Marthadinaja
Editor
Nurlayla Ratri
29 - Nov - 2025, 08:09
JATIMTIMES - SMPN 2 Bandung Tulungagung sukses mencuri perhatian publik setelah berhasil meraih prestasi dalam ajang Gerak Jalan Kreasi tingkat Kabupaten Tulungagung. Kompetisi ini digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-820 Tulungagung sekaligus Hari Guru Nasional 2025.
Berdasarkan keterangan resmi dari pihak sekolah pada Sabtu, 29 November 2025, SMPN 2 Bandung Tulungagung terpilih menjadi salah satu penyaji terbaik dalam agenda bertajuk “Gerak Jalan Kreasi Napak Tilas Boyongan Kadipaten Ngrowo” yang digelar pada Selasa, (25/10). Acara tahunan ini berlangsung meriah, diikuti oleh organisasi perangkat daerah (OPD), kecamatan, UPASP, hingga berbagai lembaga pendidikan.
Baca Juga : Pemkot Surabaya Tertibkan PKL dan Parkir Liar di Jalan Dharmawangsa hingga Jalan Semarang
Kepala SMPN 2 Bandung Tulungagung, Edi Purwanto, S.Pd., M.Pd., memberikan apresiasi tinggi kepada anak didiknya. Lewat keterangannya, ia menilai bahwa pencapaian tersebut bukan hanya sekadar kemenangan, tetapi juga bukti semangat belajar dan berproses para siswa.
“Saya sangat bangga dengan anak-anak. Mereka sudah berlatih keras dan tampil luar biasa. Prestasi ini bukan hanya milik sekolah, tetapi juga hasil kerja sama dan semangat juang mereka,” ujarnya.
Edi menambahkan, keberhasilan ini diharapkan bisa menjadi motivasi bagi siswa lain untuk terus mengembangkan bakat dan kreativitas. Ia juga berterima kasih kepada guru para guru pendamping, yakni Drs. Ali Said, Purwanto, S.Pd., Dewi Yuliani, S.Pd., Febriana Lukitaningrum, S.Pd., Prisma Rizki Mardiani, S.Pd., yang telah meluangkan waktu untuk mendampingi para peserta sejak tahap latihan hingga hari pelaksanaan.
"Saya juga berterimakasih kepada segenap guru pendamping, keterlibatan mereka sangat penting dalam menjaga semangat dan kekompakan tim mulai dari latihan hingga para siswa tampil," ungkapnya.
SMPN 2 Bandung Tulungagung mengirim siswa-siswi terbaik dari kelas VII hingga IX untuk mengikuti lomba bergengsi ini.
"Total seluruh siswa-siswi kami yang ikut, mulai dari siswa kelas VII hingga kelas IX," jelas kepala sekolah.
Para siswa tersebut sudah berlatih selama beberapa minggu untuk mempersiapkan koreografi, kekompakan, dan penampilan panggung agar maksimal pada hari pelaksanaan. Tampak, SMPN 2 Bandung Tulungagung menampilkan koreografi warna-warni bernuansa oranye kebiruan, dengan tambahan hiasan pancing dan ikan yang dibawa setiap siswa.
Ikan tersebut seolah menjadi simbol Kecamatan Bandung, yang dekat dengan pesisir selatan di Kabupaten Tulungagung. Para siswa terlihat antusias dengan hiasan topi berwarna biru oranye dan pita cantik di bawah wajah mereka.
Kehadiran mereka yang penuh semangat menambah warna dalam parade kali ini. Pengunjung dimanjakan dengan konsep kostum estetik dibarengi dengan gerakan dinamis nan enerjik, menunjukkan kekompakan kerja sama tim.
Baca Juga : Rekomendasi Hotel Murah di Batu Mulai Rp 99 Ribu, Cocok Buat Liburan Akhir Tahun 2025
Acara Gerak Jalan Kreasi 2025 ini menjadi salah satu agenda terbesar yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Tulungagung melalui Dispora. Selain menonjolkan kreativitas, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi sejarah bagi peserta dan masyarakat.
Konsep yang menghadirkan perpaduan antara seni, budaya, dan sejarah lokal tersebut tidak hanya menjadi hiasan slogan, tetapi juga diterapkan ke dalam beragam kostum kreasi, atraksi budaya, serta penghayatan cerita sejarah perpindahan pusat pemerintahan Kadipaten Ngrowo yang kelak menjadi sejarah Kabupaten Tulungagung.
Event ini melibatkan puluhan regu yang turut ambil bagian. Seluruh regu menampilkan identitas masing-masing melalui pakaian kreasi, formasi baris-berbaris, serta atraksi budaya yang memanjakan mata. Warga Tulungagung turut antusias memadati area sepanjang rute untuk menyaksikan langsung parade yang berlangsung meriah itu.
Rute gerak jalan sendiri dimulai dari titik start UPASP Kauman dan berakhir di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso. Jalur ini dipilih karena memiliki makna sejarah yang kuat, sesuai dengan tema napak tilas perpindahan pusat pemerintahan Kadipaten Ngrowo. Panitia berharap, peserta bukan hanya tampil, tetapi juga memahami nilai historis yang terkandung dalam perjalanan tersebut.
Pretasi yang diraih SMPN 2 Bandung Tulungagung di ajang ini turut mempertegas posisi sekolah tersebut sebagai salah satu lembaga pendidikan yang konsisten mengembangkan potensi siswa di bidang seni, budaya, dan kreativitas.
Seluruh siswa yang tampil pulang membawa kebanggaan sekaligus pengalaman berharga. Ajang bukan sekadar lomba, tetapi juga ruang ekspresi para siswa belajar tentang budaya lokal terutama dalam memahami sejarah daerah mereka.
