Unisba Blitar Bekali UMKM Trenggalek Bahasa Inggris Digital untuk Tembus Pasar Global

29 - Nov - 2025, 04:45

Dosen Unisba Blitar dan peserta UMKM Haidar Souvenir berfoto bersama seusai pelatihan “English Vocabulary untuk Digital Marketing” yang digelar Tim Pengabdian Masyarakat Unisba Blitar di Desa Kamulan, Durenan, Trenggalek. Pelatihan ini bertujuan memperkuat kemampuan promosi digital berbasis Bahasa Inggris bagi pelaku UMKM.(Foto: Ist)

JATIMTIMES – Universitas Islam Balitar (Unisba) Blitar kembali menunjukkan peran aktifnya dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui program pengabdian dosen. Kali ini, tim pengabdian membawa pelatihan Bahasa Inggris untuk pemasaran digital kepada UMKM Haidar Souvenir di Desa Kamulan, Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek. 

Program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan pelaku usaha mikro yang ingin memperluas jangkauan promosi di tengah semakin terbukanya pasar global.

Baca Juga : FKIK UIN Malang Resmikan Logo Baru, Tandai Arah Pengembangan Fakultas

Pelatihan yang diikuti delapan peserta itu menyasar kemampuan kosakata praktis yang kerap digunakan dalam digital marketing, mulai dari istilah promosi, deskripsi produk, hingga frasa persuasif yang identik dengan pasar global. Para peserta tidak hanya mempelajari teori, namun langsung mempraktikkan pembuatan konten menggunakan aplikasi Canva dan berbagai platform media sosial.

Ketua Tim Pengabdian Unisba Blitar, Yusniarsi Primasari, M.Pd, menegaskan bahwa hambatan terbesar UMKM dalam menembus pasar internasional bukan sekadar kualitas produk, melainkan kemampuan menyampaikan pesan secara tepat. “Materi pelatihan kami susun berdasarkan kebutuhan riil UMKM Haidar. Fokusnya bukan teori, tetapi keterampilan praktis membuat konten promosi yang menarik, informatif, dan tepat sasaran,” ujarnya.

Kegiatan yang menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dua siklus itu dilakukan agar perkembangan peserta dapat dipantau secara sistematis. Melalui pre-test dan post-test, tim mencatat peningkatan yang signifikan. Nilai peserta melonjak ke rentang 75–85 pada akhir pelatihan, menunjukkan pemahaman yang lebih kuat terkait penggunaan Bahasa Inggris dalam konteks pemasaran.

Para peserta juga menyambut antusias metode pelatihan yang interaktif. Mereka diajak berdiskusi mengenai segmentasi pasar, merancang desain promosi, hingga mempraktikkan frasa-frasa pemasaran seperti “limited offer”, “shop now”, dan kalimat deskripsi produk yang lebih menarik. Salah satu peserta mengaku belajar menjadi lebih menyenangkan karena langsung berkaitan dengan kebutuhan usahanya.

Selain memperkuat aspek teknis, pelatihan ini juga memantik semangat baru bagi pelaku UMKM. Tim pengabdian menilai kolaborasi kampus dengan pelaku usaha mikro mampu menghadirkan solusi konkret untuk tantangan pemasaran di desa. Dukungan akademik berupa pendampingan, pelatihan, dan evaluasi menjadi modal penting untuk mendorong usaha kecil naik kelas.

Baca Juga : DPM Unitri Perkuat Sinergi Pendidik dan Industri Lewat Seminar Nasional

“Pelatihan bahasa Inggris yang dipadukan dengan kemampuan digital marketing terbukti efektif meningkatkan daya saing UMKM pedesaan. Namun, pendampingan lanjutan tetap diperlukan agar keterampilan ini dapat diterapkan secara konsisten dalam aktivitas bisnis harian,” kata Yusniarsi.

Melalui program ini, Unisba Blitar menegaskan komitmennya menghadirkan pendidikan tinggi yang berdampak langsung bagi masyarakat. Para peserta berharap kegiatan serupa dapat berlanjut sehingga UMKM di desa memiliki peluang yang lebih besar untuk menembus pasar internasional dan memperluas jejaring bisnis mereka.

Dengan pelatihan seperti ini, kampus dan masyarakat kembali membuktikan bahwa kolaborasi yang terencana dapat menjadi kunci pembangunan ekonomi lokal yang berkelanjutan.