Unisba Blitar Bekali Siswa SMK Islam Kanigoro dengan Pelatihan Journaling untuk Regulasi Emosi

Reporter

Aunur Rofiq

Editor

Yunan Helmy

28 - Nov - 2025, 07:20

Para narasumber dari Unisba Blitar, Sripit Widiastuti dan Luky Priyanto, memberikan materi pelatihan journaling kepada siswa SMK Islam Kanigoro dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertema regulasi emosi, Senin 11 November 2025.(Foto: Ist)

JATIMTIMES – Universitas Islam Balitar (Unisba) Blitar kembali memperkuat kiprahnya dalam pembangunan pendidikan dan kesehatan mental remaja lewat kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di SMK Islam Kanigoro, Kabupaten Blitar, Senin, 11 November 2025. Pelatihan bertajuk “Penulisan Journaling sebagai Sarana Regulasi Emosi” itu menjadi ruang pembelajaran baru bagi siswa untuk memahami, mengelola, dan mengekspresikan emosi secara sehat.

Kegiatan ini dipandu dua dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unisba Blitar, yakni Sripit Widiastuti SPd MPd dan Luky Priyanto SE ME MPsi. Pelatihan tersebut dirancang untuk membekali siswa kemampuan dasar mengenali emosi, sekaligus memberi keterampilan praktis mengolahnya melalui metode journaling.

Baca Juga : Pakar Hukum Tata Negara UB Beri Rekomendasi untuk Badan Pengkajian MPR Terkait Demokrasi Pancasila

Luky Priyanto menjelaskan bahwa regulasi emosi merupakan aspek penting dalam perkembangan remaja. Ia menegaskan bahwa kemampuan memahami emosi diri berpengaruh langsung terhadap kualitas interaksi siswa di lingkungan sekolah. “Mengelola emosi adalah bekal penting bagi remaja untuk mencegah konflik, termasuk perundungan. Ketika mereka memahami apa yang dirasakan, mereka bisa mengambil keputusan lebih bijak dan berkomunikasi dengan lebih sehat,” ujarnya saat memberikan materi.

Menurut Luky, banyak persoalan remaja muncul bukan karena kurangnya kemampuan akademik, tetapi karena minimnya ruang untuk mengekspresikan perasaan secara aman. Melalui journaling, siswa diajak membuka ruang refleksi diri, mengenali pola emosi, serta belajar meredakan tekanan mental dengan cara yang konstruktif.

Antusiasme tampak dari para siswa sejak sesi pengenalan emosi hingga praktik menulis jurnal. Dalam sesi praktik, peserta diminta menuliskan perasaan yang ingin mereka sampaikan kepada orang tua, yaitu perasaan yang selama ini mungkin dipendam atau belum terucapkan. Metode ini dirancang sebagai media aman bagi siswa untuk mengungkapkan beban pikiran.

Suasana pelatihan sempat hening ketika beberapa siswa mulai meneteskan air mata saat menulis jurnal. Beberapa lain terlihat menutup muka sambil berusaha menyelesaikan tulisan mereka. Setelah sesi berakhir, sejumlah siswa mengaku merasa lebih lega dan memahami bahwa menuliskan perasaan dapat membantu meredakan tekanan yang selama ini mereka simpan. Praktik ini, menurut narasumber, merupakan langkah awal bagi siswa untuk membangun komunikasi yang lebih sehat dengan keluarga.

Sripit Widiastuti menambahkan bahwa journaling dapat menjadi kegiatan sederhana yang berdampak besar pada kesehatan emosional remaja. “Menulis adalah cara merawat diri. Ketika siswa terbiasa mengekspresikan perasaan melalui tulisan, mereka belajar menyusun pikirannya, memahami diri sendiri, dan mengurangi tekanan mental secara mandiri,” tuturnya.

Unisba

Pihak sekolah menyambut baik kegiatan PKM ini dan berharap dapat terus berkolaborasi dengan Unisba Blitar dalam program-program penguatan karakter siswa. Pelatihan journaling dinilai mampu memberikan pemahaman baru mengenai cara mengelola emosi sekaligus menjadi upaya membangun budaya positif di lingkungan sekolah.

Baca Juga : Bapemperda DPRD Jatim: Penerimaan Daerah Diproyeksikan Bertambah Rp233,27 Miliar

Program PKM ini tidak hanya menjadi wadah edukasi, tetapi juga menegaskan komitmen Unisba Blitar dalam mendukung pembangunan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan yang berorientasi pada kesehatan mental dan karakter remaja. Dengan bekal regulasi emosi yang lebih baik, siswa diharapkan mampu tumbuh sebagai generasi yang lebih percaya diri, berdaya, dan siap menghadapi tantangan kehidupan.