Puluhan Guru Bakal Pensiun, Kota Batu Hadapi Tantangan Kekurangan Tenaga Pendidik

28 - Nov - 2025, 03:02

Salah seorang guru SMPN di Kota Batu mengajar di laboratorium komputer. Kota Batu menghadapi kekurangan puluhan guru tahun depan karena faktor pensiun.(Foto: Prasetyo Lanang/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Puluhan guru di sejumlah sekolah terutama negeri di Kota Batu bakal pensiun tahun depan. Hal ini menyisakan pekerjaan rumah kekurangan tenaga pendidik yang setiap tahun terjadi. Salah satunya karena minimnya formasi ASN beberapa waktu terakhir.

Dinas Pendidikan Kota Batu mendata, ada sebanyak 52 guru jenjang SD dan SMP negeri yang akan pensiun tahun depan. Angka itu lebih besar dibandingkan formasi pensiun yang tercatat sebanyak 49 orang sepanjang tahun ini. 

Baca Juga : Banjir Lumpuhkan Aceh, Status Darurat Berlaku hingga 11 Desember

Jika dikalkulasikan, jumlah guru pada jenjang SD negeri mencapai 840 orang. Sementara itu, jenjang SMP negeri mencapai 539 orang. Baik guru berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun non-ASN.

Sementara data hingga tahun ini, Dinas Pendidikan Kota Batu mencatat angka kekurangan guru mencapai 63 orang. Dari total itu, sebanyak 47 orang pada jenjang SMP dan 16 orang pada jenjang SD.

Hal tersebut disampaikan Kepala Seksi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) SMP Disdik Kota Batu Rafika Ismawati. Ia menyebut, angka kekosongan guru itu mayoritas disumbang oleh guru yang pensiun.

"Memang angka pensiun guru ASN juga terus mengalami kenaikan. Tahun ini, ada sebanyak 15 guru yang purna tugas. Sedangkan tahun depan, sudah terdata sebanyak 17 guru yang akan menyusul pensiun," kata Rafika, belum lama ini.

Dengan banyaknya guru yang pensiun tentu kebutuhan guru jenjang SMP negeri turut meningkat. Meski begitu, Rafika menyebut angka kekurangan guru jenjang SMP masih bisa terkover dengan memaksimalkan tenaga yang ada. Sebagai contoh, satu guru mata pelajaran (mapel) yang memiliki jumlah siswa yang sedikit akan merangkap di beberapa sekolah negeri lain.

"Seperti guru dari SMP Negeri Satu Atap (Satap) Gunungsari 04 atau Pesanggrahan 2," ucapnya mencontohkan.

Ia mengatakan, skema itu masih dirasa memungkinkan. Sebab, satu guru memiliki beban mengajar ideal sebanyak 24 jam dan maksimal 37 jam. Itu tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 11 Tahun 2025 tentang Pemenuhan Beban Kerja Guru.

Skema yang serupa, sambungnya, juga diterapkan pada SMP Negeri 7 Batu, yang mana sekolah tersebut relatif baru dan kebutuhan guru masih belum terpenuhi. Alhasil, Dinas Pendidikan menugaskan beberapa guru sekolah lain untuk merangkap mengajar di sekolah itu.

Baca Juga : Unikama Siapkan Generasi Bebrilliant Menyambut PMB 2026/2027

Beruntungnya, kekurangan jumlah guru itu tidak merata di semua mapel. Artinya, hanya ada beberapa mapel tertentu yang kurang. Sebaliknya, ada beberapa mapel tertentu yang berlebih. Sehingga kelebihan itulah yang disebar untuk mengajar ke sekolah-sekolah yang kekurangan guru.

Sementara pada jenjang SD negeri di Kota Batu, jumlah guru justru dianggap sudah ideal. Kepala Seksi PTK SD Disdik Kota Batu Lendy Herdipuma menerangkan, 16 guru yang dicatat kekurangan tidak sepenuhnya mengajar.

"Mereka guru kelas juga diberikan tugas tambahan sebagai kepala sekolah yang kebetulan juga akan purna tugas," bebernya.

Dengan purna tugasnya kepala sekolah tersebut, otomatis posisi guru kelas atau mapel mengalami kekosongan. Kendati begitu, Lendy tak menampik jika ada potensi kekurangan guru pada jenjang SD negeri di tahun depan. Sebab, tahun ini sudah tercatat sebanyak 34 guru yang akan pensiun.

Sedangkan tahun depan, jumlahnya meningkat mencapai 35 orang. Sehingga jumlah kebutuhan tenaga pendidik iu juga semakin meningkat. Kekurangan itu juga kemungkinan akan disumbang oleh guru yang mendaftar sebagai calon kepala sekolah (CKS) tahun ini.

"Jika memang kekurangan, tentu pasti akan memanfaatkan tenaga yang ada untuk merangkap," pungkas dia.