Peringati Hari Kebaya Nasional, 17 Model Peragakan Akulturasi Busana lewat Sejiwa Merajut Era
Reporter
Irsya Richa
Editor
Yunan Helmy
08 - Aug - 2025, 08:02
JATIMTIMES - Mempringati Hari Kebaya Nasional, 17 model tampil mengenakan pakaian akulturasi busana yang memadukan unsur modern dan etnik wastra Indoensia lewat Sejiwa Merajut Era di Hotel Tugu Malang, Jumat (8/8/2025).
Momen ini salah satu cara untuk melestarikan eksistensi kebaya wastra Indonesia, khususnya di kota Malang.
Baca Juga : MIN 2 Kota Malang Wujudkan Semangat BIMASAKTI Lewat Kolaborasi Cetak E-Ijazah Bersama KKMI Sukun
Para model tampil memukau dengan pakaian wastra Indonesia yang merupakan koleksi desainer muda asal Kota Malang, Reza Wu. Karya-karya yang ditampilkan itu desainnya sesuai dengan tema yang diangkat, yakni akulturasi busana.

Masing-masing model mengenakan beragam model pakaian dengan corak warna yang indah dipandang mata, seolah memberikan inspirasi berbusana kepada para penontonnya.
“17 busana ini koleksi lama. Cuma kita mengangkat akulturasi busana, memadupadankan koleksi baju modern dengan etnik wastra Indonesia. Jadi mengangkat era baru dalam berbusana,” ungkap Reza Wu.

Dengan cara ini, anak-anak muda lebih melek akan budaya lewat fesyen. Dengan demikian, anak-anak muda bisa ikut mempromosikan kebudayaan lewat wastra Indonesia.
“Generasi muda memiliki peran penting untuk menghidupkan kembali kebaya, tidak hanya dengan memakainya, tetapi juga dengan memberi napas baru lewat ide, kolaborasi, dan kreativitas,” imbuh Reza Wu.
Sementara itu, istri wakil wali Kota Malang, Saila El Azkiya, mengapresiasi tampilan busana kebaya yang dibadirkan pada Sejiwa Merajut Esa. Selain untuk melestarikan kebudayaan Indonesia, dia menilai event ini sekaligus membangkitkan UMKM di Kota Malang.
Baca Juga : Sah, Nadin Amizah Resmi Menikah dengan Faishal Tanjung
“Kegiatan ini sangat bagus, sangat relevan dan selaras program kerja Bapak Wali Kota Malang dan Wakil Wali Kota Malang karena mencerminkan nilai keberagaman wajah kota malang,” ucap Saila.
Dengan peragaan busana ini, kebaya bisa terus dilestarikan khususnya di Kota Malang. Kemudian bisa mengangkat geliat UMKM di dunia fesyen Kota Malang.
