Benarkah Matahari Akan Gelap pada 2 Agustus? Ini Penjelasan Lengkap dari BRIN
Reporter
Mutmainah J
Editor
A Yahya
26 - Jul - 2025, 02:03
JATIMTIMES - Belakangan ini, jagat media sosial dan mesin pencari ramai membahas isu soal adanya gerhana Matahari yang diklaim akan terjadi pada 2 Agustus 2025. Isu ini salah satunya dibagikan oleh akun X @Damb***. Menurutnya, gerhana Matahari ini termasuk langka karena baru akan terjadi lagi 100 tahun mendatang.
"Bersiaplah!!! Matahari kehilangan sinarnya Matahari dikumpulkan. Ada yang menutup matahari???!!!," tulis akun tersebut seraya memberikan ilustrasi gerhana Matahari total.
Baca Juga : Ramalan Zodiak 26 Juli 2025: 5 Zodiak Banjir Cuan, Taurus Paling Hoki!
"Pada tanggal 2 Agustus, dunia akan gelap gulita selama 6 menit - pemandangan yang tak akan Anda saksikan lagi selama 100 tahun - Gerhana Matahari yang menakjubkan akan terjadi!," tambahnya.
Akibatnya, tak sedikit pengguna internet yang mencari informasi dengan kata kunci “solar eclipse August 2” atau “matahari akan gelap total.” Bahkan pada Sabtu (26/7/2025) siang kata kunci "Matahari 2 Agustus" masuk kesalah satu trend yang banyak di cari warganet.
Namun, benarkah informasi itu akurat? Apakah gerhana Matahari benar-benar akan terjadi pada tanggal tersebut?
BRIN Tegaskan: Tidak Ada Gerhana Matahari pada 2 Agustus 2025
Menanggapi isu yang beredar, Profesor Riset Astronomi dan Astrofisika Pusat Riset Antariksa BRIN, Thomas Djamaluddin, memberikan klarifikasi bahwa informasi tersebut tidak benar dan tergolong hoaks.
“Hoaks narasi yang beredar yang disebarkan oleh akun tersebut,” kata Thomas dikutip dari Kompas.com, Sabtu (26/7/2025).
Menurutnya, tidak ada gerhana Matahari yang akan terjadi pada 2 Agustus 2025. Gerhana Matahari total terdekat baru akan terjadi pada 2 Agustus 2027, dua tahun dari sekarang. Namun, fenomena itu pun tidak akan terlihat dari Indonesia.
Gerhana Total 2027 Hanya Terlihat di Afrika Utara dan Arab Saudi
Thomas menjelaskan bahwa gerhana Matahari total pada 2 Agustus 2027 hanya dapat disaksikan dari wilayah Afrika Utara dan sebagian Arab Saudi.
"Gerhana matahari total pada tahun 2027 hanya akan mencakup sebagian wilayah Afrika Utara dan Arab Saudi, dan bahkan tidak akan terlihat dari Indonesia,” jelasnya.
Masyarakat di luar jalur gerhana hanya akan melihat gerhana sebagian, atau bahkan tidak menyaksikannya sama sekali tergantung pada lokasi geografisnya.
Baca Juga : Laki-Laki Tanpa Identitas Meninggal Dunia di Pasar Dampit
Apakah Gerhana Matahari Termasuk Fenomena Langka?
Salah satu narasi yang turut beredar menyebut bahwa gerhana Matahari total adalah fenomena langka yang hanya terjadi sekali dalam 100 tahun. Thomas Djamaluddin membantah klaim ini.
“Gerhana Matahari total itu sering terjadi. Hanya saja jalurnya berpindah-pindah lokasi di permukaan bumi. Jadi bukan fenomena langka sebagaimana yang disebut dalam unggahan viral itu,” tegasnya.
Gerhana Matahari total terjadi ketika Bulan berada tepat di antara Bumi dan Matahari, menutupi cahaya Matahari dari sudut pandang wilayah tertentu. Namun, jalur totalitas tempat kegelapan terjadi hanya selebar puluhan hingga ratusan kilometer, dan durasi gerhana total biasanya hanya beberapa menit.
BRIN Imbau Masyarakat Tak Mudah Percaya Isu Viral
Thomas mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya dengan informasi viral yang tidak didasarkan pada data ilmiah. Ia menegaskan bahwa gerhana merupakan fenomena alam yang terjadi secara berkala dan bisa diprediksi dengan akurasi tinggi oleh para astronom.
“Ini fenomena alam yang wajar dan terjadi secara berkala,” pungkasnya.
Kesimpulan: 2 Agustus 2025 Tidak Akan Ada Gerhana Matahari
Dengan demikian, tidak benar bahwa akan terjadi gerhana Matahari pada 2 Agustus 2025. Informasi yang beredar di media sosial tersebut adalah hoaks dan tidak sesuai dengan data astronomi resmi. Masyarakat diimbau untuk mengecek sumber informasi terlebih dahulu, terutama ketika menyangkut fenomena ilmiah yang bisa dikonfirmasi oleh lembaga terpercaya seperti BRIN.
