Kenali Penyebab Panas Dalam pada Anak, PAFI Berikan Solusi Pengobatan
Reporter
pipit anggraeni
Editor
Redaksi
30 - Apr - 2025, 03:49
JATIMTIMES - Berbicara tentang gangguan kesehatan pada anak, salah satunya yang sering dialami adalah panas dalam. Panas dalam pada anak merupakan istilah yang menggambarkan adanya berbagai gejala seperti mengalami sakit tenggorokan, nyeri saat menelan, bibir pecah-pecah, sariawan, serta rasa tidak nyaman di mulut saat ingin makan. Hal ini cukup mengganggu aktivitas dan keseharian anak, sehingga membutuhkan pengobatan segera.
PAFI dengan alamat website https://pafikablangkat.org adalah salah satu organisasi kesehatan terbesar di Indonesia, yang sangat peduli dengan kesehatan masyarakat. Persatuan Ahli Farmasi Indonesia berusaha untuk meningkatkan profesionalisme anggotanya, sehingga dapat memberikan pelayanan dan distribusi obat-obatan yang mudah serta harga yang lebih terjangkau bagi masyarakat.
Organisasi kesehatan PAFI aktif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai penyebab panas dalam pada anak, serta rekomendasi obat yang bisa dikonsumsi bagi penderitanya.
Apa saja faktor penyebab terjadinya panas dalam pada anak?
Pada umumnya, panas dalam pada anak biasanya disebabkan oleh infeksi virus, terutama virus penyebab pilek, serta infeksi bakteri seperti streptococcus yang menyebabkan radang tenggorokan (tonsilitis). Selain itu, iritasi tenggorokan akibat polusi, makanan panas atau berbumbu kuat, dan penggunaan suara berlebihan juga dapat memicu kondisi ini. Anak yang mengalami panas dalam seringkali menunjukkan gejala tambahan seperti menurunnya nafsu makan, demam ringan, dan rewel. Berikut adalah beberapa faktor penyebab utama terjadinya panas dalam pada anak yang perlu diperhatikan meliputi:
1. Adanya infeksi saluran napas atas (ISPA)
Infeksi saluran napas atas adalah salah satu penyebab paling umum panas dalam pada anak. Infeksi ini bisa disebabkan oleh virus maupun bakteri yang menyerang bagian atas saluran pernapasan seperti hidung, sinus, tenggorokan, dan saluran pernapasan bagian atas lainnya. Virus penyebab pilek, influenza adalah contoh umum. Infeksi ini menyebabkan peradangan pada tenggorokan yang menimbulkan rasa sakit, gatal, dan panas. Anak juga sering mengalami gejala lain seperti batuk, pilek, demam ringan, dan hidung tersumbat. Kondisi ini membuat anak merasa tidak nyaman dan sulit menelan, sehingga muncul sensasi panas dalam.
2. Iritasi tenggorokan akibat faktor lingkungan dan kebiasaan
Tenggorokan anak bisa menjadi iritasi akibat berbagai faktor lingkungan, seperti paparan polusi udara, asap rokok, debu, atau udara yang terlalu kering. Selain itu, konsumsi makanan atau minuman yang terlalu panas, pedas, atau asam juga dapat menyebabkan iritasi pada lapisan tenggorokan. Penggunaan suara yang berlebihan, misalnya anak yang berteriak atau berbicara keras dalam waktu lama, juga bisa menyebabkan tenggorokan menjadi lelah dan iritasi sehingga menimbulkan rasa panas dan sakit.
3. Adanya radang amandel atau tonsilitis
Tonsilitis adalah peradangan pada amandel yang sering terjadi pada anak-anak. Amandel yang meradang bisa membengkak dan menimbulkan rasa sakit di tenggorokan, kesulitan menelan, dan demam. Infeksi pada amandel ini bisa disebabkan oleh virus maupun bakteri, terutama bakteri streptococcus. Kondisi ini sering kali membuat anak merasa panas dalam karena peradangan yang cukup hebat di area tenggorokan dan mulut.
4. Dehidrasi atau kekurangan cairan dalam tubuh
Anak-anak yang kurang minum air putih atau mengalami dehidrasi akibat aktivitas fisik yang tinggi, demam, atau diare, cenderung mengalami mulut dan tenggorokan yang kering. Kondisi ini menyebabkan lapisan mukosa di mulut dan tenggorokan menjadi lebih rentan terhadap iritasi dan peradangan, sehingga menimbulkan sensasi panas dalam. Dehidrasi juga dapat memperburuk kondisi karena tubuh kekurangan cairan untuk melawan infeksi.
5. Faktor lain seperti stres dan kurang istirahat
Anak yang mengalami stres, kelelahan, atau kurang tidur juga berisiko mengalami penurunan daya tahan tubuh. Kondisi ini membuat anak lebih rentan terhadap infeksi dan gangguan kesehatan, termasuk panas dalam. Tubuh yang kurang istirahat tidak mampu melawan infeksi dengan optimal, sehingga gejala panas dalam lebih mudah muncul dan bertahan lebih lama.
Apa saja obat yang tepat untuk mengobati panas dalam pada anak?
PAFI (Persatuan Ahli Farmasi Indonesia) telah melakukan penelitian lanjut mengenai penyebab utama dari panas dalam pada anak. Berikut adalah beberapa jenis obat yang umum digunakan untuk mengurangi gejala panas dalam pada anak serta membantu mengelola kondisi tersebut meliputi:
Baca Juga : Khasiat Daun Sirsak vs Daun Kelor untuk Tumor, Mana yang Lebih Ampuh?
1. Parasetamol
Paracetamol adalah obat yang umum digunakan untuk menurunkan demam dan meredakan nyeri ringan hingga sedang pada anak, termasuk gejala panas dalam. Obat ini bekerja dengan mengurangi produksi zat penyebab peradangan dan demam dalam tubuh sehingga membantu menurunkan suhu tubuh anak yang sedang demam. Dosis akan disesuaikan oleh apoteker berdasarkan usia anak.
2. Obat kumur atau semprot tenggorokan
Obat kumur atau semprot tenggorokan untuk anak yang mengalami panas dalam dan radang tenggorokan berfungsi membantu meredakan nyeri, membunuh bakteri, serta mengencerkan dahak sehingga mempercepat proses penyembuhan. Salah satu obat kumur yang tersedia di apotek adalah enkasari herbal. Obat kumur berbentuk cairan yang efektif mengobati sakit tenggorokan, sariawan, dan bau mulut pada anak. Enkasari herbal mengandung bahan alami yang aman untuk anak-anak. Selain itu, apoteker kadang meresepkan semprot tenggorokan yang mengandung antiseptik atau bahan pereda nyeri untuk anak yang mengalami radang tenggorokan berat.
3. Obat herbal dan suplemen anak
Beberapa obat herbal yang diresepkan oleh apoteker untuk mengatasi panas dalam adalah larutan cap kaki tiga anak, adem sari, kuldon, madu TJ panas dalam dan adem sari. Obat herbal ini aman dan tersedia di apotek dan warung. Obat herbal seperti larutan cap kaki tiga mengandung bahan alami seperti gypsum fibrosum yang membantu menurunkan panas dalam, meredakan sariawan dan tenggorokan kering. Rasanya disukai anak-anak.
Selain mengonsumsi obat-obatan, beberapa cara lain untuk mengobati gejala panas dalam pada anak adalah istirahat yang cukup, minum banyak air putih serta mengonsumsi bubur. Bubur, sup hangat, hingga yogurt adalah makanan yang lembut dan mudah ditelan sehingga dapat memberikan energi pada anak. Penting untuk selalu berkonsultasi dengan apoteker agar mendapatkan rekomendasi obat serta dosis yang sesuai.
Dapatkan informasi kesehatan serta layanan farmasi gratis dengan mengunjungi pafikablangkat.org melalui smartphone Anda.
