Kenali Penyebab Batuk dan Pilek pada Ibu Hamil, PAFI Berikan Informasi Pengobatan

Reporter

Pipit Anggraeni

Editor

Redaksi

19 - Apr - 2025, 09:12

Ilustrasi Ibu Hamil (Foto oleh EyeEm dari Freepik)

JATIMTIMES - Berbicara tentang gangguan kesehatan pada ibu hamil, salah satunya yang sering dialami adalah batuk disertai pilek. Batuk dan pilek mungkin dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Pada dasarnya, batuk bertujuan untuk melindungi diri sebagai respon alami dalam membersihkan saluran pernafasan serta menghilangkan dahak. Namun, apabila disertai pilek yaitu kondisi dimana hidung mengeluarkan ingus atau lendir, baik sesekali maupun terus-menerus. Hal ini cukup berbahaya sehingga membutuhkan pengobatan segera.

PAFI dengan alamat website https://pafisalakan.org adalah salah satu organisasi kesehatan terbesar di Indonesia, yang sangat peduli dengan kesehatan masyarakat. Persatuan Ahli Farmasi Indonesia memiliki tujuan untuk dapat selalu memberikan pelayanan kesehatan yang optimal serta berkualitas bagi masyarakat.

Baca Juga : 5 Khasiat Daun Katuk untuk Produksi ASI yang Jarang Kamu Ketahui

Organisasi kesehatan PAFI aktif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai penyebab batuk dan pilek pada ibu hamil, serta rekomendasi obat yang bisa dikonsumsi bagi penderitanya.

Apa saja faktor penyebab terjadinya batuk dan pilek pada ibu hamil?

Pada umumnya, batuk dan pilek pada ibu hamil sering terjadi karena penurunan sistem kekebalan tubuh selama kehamilan, sehingga ibu lebih rentan terhadap infeksi virus yang menyebabkan flu dan batuk. Gejala yang muncul biasanya mirip dengan orang lain, seperti hidung tersumbat, bersin, batuk, sakit tenggorokan, dan demam yang cukup tinggi. Berikut adalah beberapa faktor penyebab terjadinya batuk dan pilek pada ibu hamil yang perlu diperhatikan meliputi:

1. Adanya penurunan sistem kekebalan tubuh

Selama kehamilan, tubuh ibu mengalami penyesuaian imunologis agar janin yang secara genetik berbeda dapat berkembang dengan baik tanpa diserang sistem kekebalan ibu. Akibatnya, sistem imun ibu menjadi relatif lebih lemah atau mengalami penurunan daya tahan terhadap infeksi. Kondisi ini membuat ibu hamil lebih rentan terhadap berbagai infeksi virus dan bakteri, termasuk virus penyebab batuk dan pilek seperti rhinovirus, virus influenza, dan virus parainfluenza.

2. Perubahan hormonal dan fisiologis

Kehamilan menyebabkan perubahan hormonal yang signifikan, terutama peningkatan hormon progesteron dan estrogen. Hormon-hormon ini mempengaruhi jaringan tubuh termasuk selaput lendir di saluran pernapasan atas. Selaput lendir hidung dan sinus menjadi lebih bengkak dan menghasilkan lendir lebih banyak, sehingga sering terjadi hidung tersumbat (nasal congestion) dan pilek. Pembengkakan ini juga dapat memicu batuk karena lendir yang menetes ke belakang tenggorokan (post-nasal drip) mengiritasi saluran napas.

3. Infeksi virus dan bakteri

Batuk dan pilek pada ibu hamil paling sering disebabkan oleh infeksi virus, terutama virus flu (influenza), rhinovirus (penyebab pilek biasa), adenovirus. Virus-virus ini mudah menular melalui udara, kontak langsung, atau permukaan yang terkontaminasi. Selain virus, infeksi bakteri sekunder seperti bronkitis atau pneumonia juga dapat terjadi apabila sistem imun ibu sudah melemah, sehingga batuk bisa menjadi lebih berat dan berkepanjangan.

4. Adanya riwayat asam lambung naik atau GERD

Banyak ibu hamil mengalami GERD atau refluks asam lambung karena tekanan dari rahim yang membesar pada lambung dan melemahnya sfingter esofagus bagian bawah akibat hormon progesteron. Asam lambung yang naik ke kerongkongan dapat mengiritasi tenggorokan dan memicu batuk kronis, terutama pada malam hari.

5. Alergi dan rhinitis alergi

Faktor terakhir adalah alergi dan rhinitis alergi. Secara umum, ibu hamil juga lebih rentan mengalami alergi atau rhinitis alergi akibat perubahan sistem imun dan sensitivitas yang meningkat. Paparan alergen seperti debu, serbuk sari, bulu hewan, atau polusi udara dapat menyebabkan hidung berair, bersin-bersin, dan batuk. Kondisi ini sering kali sulit dibedakan dengan pilek biasa, tetapi gejalanya bisa lebih lama dan berulang.

Apa saja obat yang tepat untuk mengobati batuk dan pilek pada ibu hamil?

PAFI (Persatuan Ahli Farmasi Indonesia) telah melakukan penelitian lanjut mengenai penyebab utama dari batuk dan pilek pada ibu hamil. Berikut adalah beberapa jenis obat yang umum digunakan untuk mengurangi gejala batuk dan pilek pada bumil serta membantu mengelola kondisi tersebut meliputi:

Baca Juga : 5 Cara Aman Konsumsi Jahe untuk Morning Sickness Berdasarkan Penelitian Medis

1. Paracetamol

Paracetamol adalah obat pereda nyeri dan penurun demam yang paling aman untuk ibu hamil. Batuk dan pilek sering disertai demam dan nyeri kepala, sehingga paracetamol dapat membantu mengatasi gejala tersebut tanpa risiko membahayakan janin jika digunakan sesuai dosis dari apoteker.

2. Bromhexine

Bromhexine adalah obat ekspektoran yang membantu mengencerkan dahak sehingga lebih mudah dikeluarkan dari saluran pernapasan. Ini sangat membantu mengurangi rasa sesak dan batuk yang mengganggu. Bromhexine termasuk obat yang relatif aman digunakan selama kehamilan, terutama pada trimester kedua dan ketiga, namun tetap harus sesuai dosis dan anjuran apoteker.

3. Obat sirup ekspektoran

Sirup seperti decadryl ekspektoran membantu mengencerkan dahak dan meredakan batuk. Obat ini cukup aman untuk ibu hamil, namun sebaiknya dikonsumsi setelah konsultasi dengan apoteker..

4. Salep oles vicks vaporub

Vicks Vaporub dapat dioleskan di dada dan leher untuk membantu melegakan pernapasan dan hidung tersumbat. Penggunaan topikal ini aman selama kehamilan dan memberikan efek nyaman tanpa risiko sistemik.

Selain mengonsumsi obat-obatan, beberapa cara lain untuk mengurangi gejala batuk dan pilek pada ibu hamil adalah lebih banyak minum air putih serta minum teh jahe madu hangat. Jahe memiliki sifat anti-inflamasi dan menghangatkan tubuh, sedangkan madu berfungsi sebagai antibakteri alami dan menenangkan tenggorokan yang sakit. Penting untuk selalu berkonsultasi dengan apoteker agar mendapatkan rekomendasi obat serta dosis yang sesuai.

Dapatkan informasi kesehatan serta layanan farmasi gratis dengan mengunjungi pafisalakan.org  melalui smartphone Anda.