Kalender Jawa Weton Minggu Pon 13 September 2026: Awas Dibohongi

Reporter

Binti Nikmatur

Editor

Dede Nana

13 - Sep - 2026, 07:32

Ilustrasi gestur tubuh saat berbohong. (Foto: Shutterstock)

JATIMTIMES - Minggu (13 September 2026) bertepatan dengan pasaran Pon dalam penanggalan Jawa. Berdasarkan kalender Jawa, hari ini jatuh pada 2 Bakda Mulud 1960 Ja, tahun Be dan berada dalam Wuku Prangbakat. Dalam kalender Hijriah, tanggal tersebut bertepatan dengan 2 Rabiul Akhir 1448 Hijriah.

Weton hari ini adalah Minggu Pon atau dikenal juga dengan sebutan Ngahad Pon. Weton ini memiliki jumlah neptu 12. Dalam tradisi masyarakat Jawa, weton masih kerap digunakan untuk melihat gambaran watak, rezeki, jodoh hingga perjalanan hidup seseorang berdasarkan perhitungan primbon.

Baca Juga : MPM Safety Riding Center Siapkan Generasi Muda Jadi Agen Keselamatan

Pemilik weton Minggu Pon dikenal sebagai sosok yang kaya ilmu dan memiliki banyak keinginan. Pengetahuan yang dimiliki juga membuatnya mampu menjadi penerang hati bagi orang di sekitarnya.

Karakter tersebut menjadi salah satu kelebihan Minggu Pon. Sosok ini dinilai mempunyai kemampuan untuk memberi pengaruh positif melalui pengetahuan dan cara berpikir yang dimiliki.

Dari sisi Pangarasan, weton Minggu Pon berada di bawah Aras Kembang. Dalam primbon, Aras Kembang memiliki makna gampang tampa sihing panggedhe, yakni mudah mendapatkan kasih sayang atau perhatian dari atasan maupun pimpinan.

Hal tersebut dikaitkan dengan karakter perasaannya yang halus sehingga mudah mendapatkan simpati. Pesona yang dimiliki juga cukup kuat, termasuk ketika berhadapan dengan lawan jenis.

Sementara itu, Pancasuda Minggu Pon adalah Bumi Kapetak. Gambaran ini menunjukkan pribadi yang pekerja keras, kuat menghadapi kekecewaan dan mampu bertahan ketika menghadapi penderitaan.

Pemilik weton ini juga menyukai kerapian dan kebersihan. Namun, Bumi Kapetak mempunyai sisi yang perlu diwaspadai, yakni sifat pendendam. Selain itu, kebaikan yang dilakukan terkadang tidak terlihat atau tidak diketahui oleh orang lain.

Minggu Pon 13 September 2026 berada dalam Wuku Prangbakat. Wuku ini memiliki lambang dewa Rêsi Warabisma. Karakter yang digambarkan antara lain kaku hati, pekerja keras, tidak mudah ragu, cekatan, tetapi cenderung pemalu.

Salah satu simbol Wuku Prangbakat adalah kaki depannya yang menyelup ke dalam air. Perkataannya digambarkan kendor ketika berada di depan, tetapi dapat menjadi keras ketika berada di belakang.

Wuku ini juga memiliki simbol pohon tirisan atau kelapa. Pohon tersebut menggambarkan umur panjang, kehidupan yang serba berkecukupan dalam hal sandang dan pangan, serta kuat dalam berbicara.

Ada pula simbol burung urang-urangan. Gambaran ini menunjukkan sifat pelit, tetapi cekatan dan cepat ketika mengerjakan sesuatu.

Wuku Prangbakat juga diibaratkan seperti besi purasani yang berat. Simbol tersebut menggambarkan pribadi yang pemalu, tegar dan kaku, tetapi memiliki kegemaran menuntut ilmu serta berhati suci.

Baca Juga : Kapolda Jatim Apresiasi Konsistensi Banyuwangi Jaga Surplus Pangan

Wuku ini juga dilambangkan seperti pohon beringin yang patah tertiup angin, yang menjadi gambaran kemungkinan mengalami kebohongan atau penipuan.

Untuk pantangannya, Kala berada di bawah. Karena itu, selama tujuh hari dalam Wuku Prangbakat, primbon menyarankan agar tidak menggali tanah maupun melakukan aktivitas dari tempat tinggi menuju tempat yang lebih rendah untuk urusan tertentu. 

Khusus Minggu Pon dalam Wuku Prangbakat, perhitungannya menunjukkan waktu yang kurang baik. Hari Ahad Pon disebut sebagai hari jelek sehingga kurang disarankan untuk menyemai biji.

Perjalanan juga perlu dipertimbangkan dengan matang. Menurut primbon, bepergian pada Minggu Pon di wuku ini dikhawatirkan membuat seseorang mengalami sakit selama perjalanan.

Dalam urusan pekerjaan, pemilik weton Minggu Pon dinilai lebih cocok menekuni bidang yang memberikan keleluasaan untuk bekerja secara mandiri. Karakter yang tidak suka terlalu banyak diatur membuat wirausaha atau pedagang menjadi salah satu profesi yang cocok bagi Minggu Pon.

Selain dunia usaha, kemampuan kreativitas juga menjadi kelebihan yang bisa dikembangkan. Bidang seni atau hiburan seperti seniman, pelukis maupun artis dinilai cocok karena pemilik weton ini memiliki kreativitas yang cukup tinggi.

Pilihan lainnya adalah menjadi peneliti atau pemimpin. Kecerdasan dan ketegasan yang dimiliki dapat menjadi modal untuk menganalisis sesuatu secara mendalam sekaligus mengarahkan orang lain.

Dalam urusan jodoh, perhitungan primbon Jawa menyebut weton Minggu Pon paling ideal disandingkan dengan pasangan yang memiliki neptu 7, 12, atau 17. Sejumlah weton yang cocok dengan Minggu Pon antara lain Senin Kliwon, Selasa Wage, Selasa Pahing, Rabu Legi, Kamis Wage, Kamis Pahing, Sabtu Kliwon, dan sesama Minggu Pon.