Bukan Hanya Luka Fisik, Kondisi Psikologis Mahasiswa UB yang Jatuh dari Lantai 6 Jadi Perhatian Polisi

Reporter

Irsya Richa

Editor

Yunan Helmy

11 - Sep - 2026, 08:36

Tim medis melakukan evakuasi terhadap korban, usai ditemukan tergeletak. (Foto: Istimewa)

JATIMTIMES - Perawatan terhadap RR (19), mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) yang mengalami insiden terjatuh dari lantai enam Gedung Sentral Fakultas Pertanian UB, kini tidak hanya berfokus pada pemulihan fisik. Setelah menjalani operasi, kondisi RR dilaporkan stabil dan masih menjalani perawatan intensif di ICU Kapuas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Saiful Anwar (RSSA) Malang, Jumat (11/9/2026).

Di tengah proses pemulihan tersebut, perhatian terhadap kondisi psikologis korban menjadi hal yang dinilai penting. Pendampingan dan asesmen psikologis nantinya perlu dilakukan setelah kondisi RR memungkinkan untuk berkomunikasi.

Baca Juga : Bukan Mahasiswa Bermasalah, Korban Terjatuh dari Gedung UB Punya IPK 3,8

Kasi Humas Polresta Malang Kota Ipda Lukman Sobikhin mengatakan, proses pemulihan korban membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, terutama orang-orang terdekat. Pendampingan diperlukan agar kondisi psikologis korban juga mendapat perhatian seiring dengan penanganan cedera yang dialaminya.

“Yang utama saat ini adalah keselamatan dan pemulihan korban. Setelah kondisinya memungkinkan, pendampingan dan asesmen terhadap kondisi psikologis juga penting dilakukan,” kata Lukman.

Menurutnya, pendampingan tidak harus menunggu seseorang berada dalam kondisi yang sangat tertekan. Perhatian dari keluarga, teman, maupun lingkungan terdekat dapat menjadi bagian awal untuk mengetahui perubahan kondisi seseorang.

Terlebih, tekanan psikologis terkadang tidak selalu terlihat secara langsung. Perubahan perilaku, menarik diri dari lingkungan, hingga munculnya tanda-tanda tekanan emosional perlu menjadi perhatian orang-orang di sekitar.

“Ketika ada perubahan perilaku atau seseorang terlihat mengalami tekanan emosional, jangan dibiarkan sendiri. Berikan ruang untuk bercerita dan dengarkan tanpa menghakimi,” imbuhnya.

Lukman menekankan, komunikasi menjadi salah satu langkah penting dalam memberikan dukungan. Orang terdekat diharapkan tidak terburu-buru memberikan penilaian, tetapi mencoba memahami kondisi yang sedang dihadapi.

Apabila diperlukan, pendampingan juga dapat dilanjutkan dengan menghubungkan yang bersangkutan kepada tenaga profesional. Langkah tersebut dinilai penting agar persoalan psikologis dapat ditangani dengan pendekatan yang sesuai.

Baca Juga : SDN Karangbinangun Dapat Kucuran Dana Rp 7800 Juta, Pemerintah Diminta Tingkatkan Kualitas

“Dukungan dari keluarga dan orang terdekat sangat dibutuhkan. Jika memang diperlukan, segera hubungkan dengan tenaga profesional agar mendapatkan bantuan yang tepat,” jelasnya.

Sementara itu, terkait insiden yang dialami RR, Polresta Malang Kota masih melakukan penyelidikan. Polisi telah mengumpulkan sejumlah informasi, termasuk rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian.

Petugas juga masih menunggu kondisi RR memungkinkan untuk memberikan keterangan. Karena itu, motif maupun latar belakang peristiwa tersebut belum dapat disimpulkan.

Lukman mengatakan, penyelidikan akan terus dilakukan bersamaan dengan pemantauan kondisi korban. Namun, untuk saat ini keselamatan dan pemulihan RR menjadi perhatian utama.

“Untuk motif dan latar belakangnya masih dalam penyelidikan. Kami menunggu kondisi korban memungkinkan untuk memberikan keterangan,” tutupnya.