Bukan Cuma Rumah Rusak, Warga NTT di Malang Hadapi Dampak Ekonomi Bencana Flores
Reporter
Riski Wijaya
Editor
Yunan Helmy
09 - Sep - 2026, 05:45
JATIMTIMES - Bencana gempa yang melanda sejumlah wilayah di Flores turut dirasakan masyarakat asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang kini tinggal di Kota Malang. Sebagian di antaranya bahkan terdampak secara ekonomi setelah kehilangan pekerjaan akibat bencana.
Kondisi tersebut menjadi perhatian Posko Peduli Flores Malang Raya. Posko yang digerakkan sejumlah komunitas warga NTT itu kini menyalurkan bantuan sembako bagi masyarakat terdampak.
Baca Juga : NU Berdiri Karena Trust, Bukan Karena Trah
Ketua Koordinator Posko Peduli Korban Gempa Flores Malang Raya George Da Silva menyebut terdapat sekitar 3.600 warga NTT di Kota Malang yang keluarganya terdampak bencana di daerah asal. "Rumahnya bisa saja tidak terdampak, tetapi kehilangan pekerjaan karena terdampak bencana," kata George.
Ia menyebut masyarakat NTT di Kota Malang mencapai sekitar 21 ribu orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 15 ribu di antaranya merupakan warga asal Flores.
Posko kemudian menyiapkan 210 paket sembako untuk tahap awal. Bantuan tersebut disalurkan melalui organisasi daerah (orda) berdasarkan wilayah asal penerima.
Setiap paket berisi beras lima kilogram, minyak goreng, telur, mi instan, serta sejumlah kebutuhan sehari-hari lainnya. Penyaluran dilakukan bertahap agar bantuan yang jumlahnya terbatas dapat menjangkau penerima sesuai kondisi masing-masing.
"Karena jumlahnya terbatas, kami melakukan verifikasi agar bantuan diberikan kepada yang benar-benar membutuhkan," ujarnya.

Penerima yang telah masuk dalam data orda wajib mengambil bantuan secara langsung. Mereka harus membawa KTP dan kartu tanda mahasiswa (KTM) asli untuk memastikan identitas sesuai data yang telah diverifikasi.
Pengambilan melalui perwakilan tidak diperbolehkan. Warga yang tidak tercantum dalam data penerima juga tidak dapat mengambil paket bantuan.
Untuk tahap pertama, penyaluran dilakukan selama tiga hari, mulai Rabu hingga Jumat (9-11/9/2026). Hari pertama diperuntukkan bagi penerima asal Sikka, Ende, dan Nagekeo.
Selanjutnya, penerima asal Ngada dan Manggarai Timur mendapat giliran pada Kamis (10/9/2026). Sedangkan Jumat (11/9/2026), bantuan diberikan kepada warga asal Manggarai dan Manggarai Barat.
Baca Juga : Lima Jurnalis Hilang Kontak di Perairan Anak Krakatau, Pencarian SAR Masih Nihil
Pengambilan dilakukan pukul 15.30 hingga 19.00 WIB di Posko Peduli Flores Malang Raya, Jalan Mayjen Panjaitan Nomor 22B, Klojen, Kota Malang.
Perwakilan Sesepuh NTT Malang Raya Marlon Tadu juga menitipkan pesan kepada warga NTT yang berada di Malang. Menurut dia, keberadaan mereka di Kota Malang harus menjadi kesempatan untuk belajar dan menunjukkan kontribusi positif.
"Jadilah diri sendiri. Tujuan dari sana ke sini adalah belajar. Tunjukkan bahwa masyarakat NTT adalah orang baik dan cerdas," ujarnya.
Ia berharap para mahasiswa NTT yang kini menempuh pendidikan di Malang kelak dapat kembali memberi kontribusi bagi daerah dan Indonesia.
Sekretaris Forum Pemuda NTT Malang Raya Yoppy berharap bantuan tersebut dapat meringankan kebutuhan warga terdampak. Ia juga berharap solidaritas masyarakat tidak berhenti pada penyaluran tahap awal. "Semoga bermanfaat sembako yang diterima. Saya harap tidak putus sampai di sini," katanya.
Posko Peduli Flores Malang Raya merupakan kolaborasi Forum Pemuda NTT Malang Raya, Paguyuban Sesepuh NTT Malang Raya, dan Flobamora Batu. Posko masih membuka dukungan dari masyarakat dan donatur untuk membantu warga terdampak bencana di wilayah NTT.
