Transaksi Penjualan Stan BSOW 2026 Melonjak meski Harga Terpengaruh Dolar
Reporter
Prasetyo Lanang
Editor
Yunan Helmy
09 - Sep - 2026, 05:00
JATIMTIMES – Perhelatan Batu Shining Orchid Week (BSOW) 2026 yang berlangsung di Kota Batu terbukti memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi para pelaku usaha hortikultura. Tingginya antusiasme pengunjung yang terdorong oleh publikasi media sosial berhasil mendongkrak transaksi penjualan di berbagai stan pameran.
Geliat ekonomi tersebut dirasakan langsung oleh Andrean Bimo, penjual sekaligus pembudidaya anggrek asal Kanigoro, Kabupaten Blitar. Ia mengungkapkan bahwa hingga hari keenam gelaran BSOW 2026, nilai pendapatan yang diraup peserta stan pameran terpantau jauh lebih bagus jika dibandingkan dengan tahun lalu.
Baca Juga : Belanja Perkakas Lebih Hemat, Tekiro, RYU hingga Rexco di Graha Bangunan Blitar Diskon 10 Persen
Pria yang disapa Andre itu dalam event tahunan ini membawa sebanyak 2.000 pot anggrek dari daerah asalnya, yang terdiri dari 1.000 pot jenis Dendrobium dan 1.000 pot jenis Phalaenopsis atau anggrek bulan. Dari total pasokan tersebut, ribuan pot telah ludes terjual dan hanya menyisakan sekitar 300-an pot di area pameran.
"Kalau dari sisi jumlah pengunjung secara umum memang lebih ramai tahun lalu, tetapi secara omzet pendapatan justru lebih bagus tahun ini. Sekarang satu orang pembeli bisa belanja sampai lima item, sedangkan tahun lalu rata-rata hanya beli satu sampai dua item," ujarnya saat ditemui di lokasi pameran.
Pria asal Blitar tersebut menjelaskan bahwa jenis anggrek Dendrobium menjadi produk paling laris (best seller) yang paling diburu pengunjung pada tahun ini. Banderol harganya berkisar antara Rp115 ribu hingga Rp150 ribu per pot mengalami kenaikan dibanding tahun lalu yang berada di kisaran Rp75 ribu hingga Rp100 ribu.
Kenaikan harga jual jenis Dendrobium dipicu oleh tingginya permintaan pasar yang tidak sebanding dengan terbatasnya pasokan barang. Selain itu, lonjakan biaya operasional seperti modal bibit impor dan pupuk impor akibat pergerakan nilai tukar dolar turut memaksa pedagang menyesuaikan harga jual.
"Tahun ini best seller-nya di Dendrobium, sementara tahun kemarin anggrek bulan. Pasokan Dendrobium di pasaran memang agak sedikit padahal permintaannya tinggi, ditambah modal bibit dan pupuk impor juga naik," terang Andre.
Baca Juga : Pamerkan 187 Tanaman Anggrek, BSOW 2026 di Kota Batu Jadi Ajang Berburu Koleksi Premium
Sementara itu, untuk jenis anggrek bulan, harganya relatif stabil berada di angka Rp100 ribu hingga Rp130 ribu per pot. Andre juga menyediakan berbagai varian eksklusif lain seperti jenis Cattleya yang harganya dibanderol dari ratusan ribu hingga menembus puluhan juta rupiah.
Mayoritas pembeli yang datang memadati stan pameran didominasi oleh para penghobi pemula serta warga awam yang baru tertarik memelihara tanaman hias. Penjualan terpantau sangat melonjak tajam saat memasuki jadwal weekend pada hari Jumat hingga Minggu.
