Pamerkan 187 Tanaman Anggrek, BSOW 2026 di Kota Batu Jadi Ajang Berburu Koleksi Premium
Reporter
Prasetyo Lanang
Editor
Yunan Helmy
09 - Sep - 2026, 04:15
JATIMTIMES – Gelaran Batu Shining Orchid Week (BSOW) 2026 kembali menjadi magnet bagi ribuan pencinta tanaman hias dari berbagai daerah. Pameran dan kontes anggrek tingkat nasional yang didukung Pemerintah Kota (Pemkot) Batu ini menampilkan sebanyak 187 tanaman kompetisi yang 40 persen di antaranya merupakan jenis spesies langka.
Di antara ratusan koleksi yang dipamerkan, keberadaan anggrek jenis Nong Alsagoff menjadi salah satu yang paling mencuri perhatian karena nilai ekonomisnya yang sangat tinggi. Tanaman persilangan asal Singapura tersebut memiliki harga fantastis meski hanya berukuran satu anakan kecil (keiki).
Juri kontes BSOW 2026 sekaligus pengurus DPC Perhimpunan Anggrek Indonesia (PAI) Malang Raya Warter Agustim mengungkapkan bahwa harga mahal suatu jenis anggrek sangat dipengaruhi oleh tingkat kelangkaan, kemenangan dalam kontes, serta kesulitan proses perbanyakannya.
"Yang membuat mahal pertama tentu kelangkaan. Contohnya Nong Aksorn Gold ini, satu perbanyakan anakan (keiki) kecil saja harganya bisa mencapai Rp2,5 juta. Tanaman ini mahal karena tidak bisa dikloning atau diperbanyak lewat kultur jaringan, hanya bisa berkembang dari anakan samping," ujar Warter Agustim saat ditemui di area pameran, Rabu (9/9/2026).

Warter menjelaskan bahwa jika suatu jenis anggrek berhasil diperbanyak secara masif melalui teknologi kultur jaringan di laboratorium, maka harga pasarnya akan turun secara drastis. Namun, untuk jenis persilangan khusus yang sulit diperbanyak, nilainya justru melonjak hingga puluhan juta rupiah.
Ia menambahkan, pameran BSOW 2026 juga menjadi tempat bertemunya para penghobi dari berbagai tingkatan, mulai dari pemula, medium, hingga kolektor kelas premium. Pemula biasanya menggemari anggrek bulan yang berwarna cerah, sedangkan hobiis premium memburu jenis spesies langka atau hasil persilangan eksklusif seperti Black Mamba.
"Faktor kemenangan kontes juga membuat harga tanaman tiba-tiba melonjak tinggi. Bahkan di gelaran seperti ini, ada kolektor yang berani membeli hasil persilangan produk pembudidaya lokal hingga ratusan juta rupiah per rumpun," terangnya.
Baca Juga : Miris! Anak-Anak Ikut Aksi Demo KONI yang Dipimpin Wakil Wali Kota Blitar
Selain menyajikan anggrek bernilai tinggi, Kota Batu dan wilayah Malang Raya juga menegaskan posisinya sebagai pusat budidaya anggrek jenis Dendrobium keriting (curly). Jenis ini menjadi produk unggulan ikonik yang paling dicari oleh pengunjung pameran.
"Selain itu, Pemkot Batu mempromosikan BSOW 2026 melalui jejaring media sosial. Cukup mendongkrak perputaran ekonomi di pameran dan penjualan tahun ini,"imbuhnya.
