Pasar Besar Makin Retak, Renovasi Masih Tersandera Pro-Kontra Pedagang
Reporter
Riski Wijaya
Editor
A Yahya
03 - Sep - 2026, 06:53
JATIMTIMES - Kondisi Pasar Besar Malang yang mulai menunjukkan kerusakan serius belum berbanding lurus dengan kepastian pembangunan kembali. Sejumlah bangunan dilaporkan mulai retak, bahkan sebagian sempat roboh dalam beberapa hari terakhir.
Persoalan tersebut menjadi perhatian Himpunan Pedagang Pasar Besar Malang (HIPAMA). Mereka meminta penjelasan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang terkait perkembangan rencana pembangunan pasar yang hingga kini belum menunjukkan kepastian.
Baca Juga : Eks Kepala UPT Pasar Among Tani Jadi Tersangka Korupsi Jual Beli Kios, Kini Ditahan Kejari Batu
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengatakan, pertemuan dengan HIPAMA digelar untuk menindaklanjuti keresahan pedagang terhadap kondisi Pasar Besar. Namun, Pemkot menilai masih terdapat persoalan internal yang perlu diselesaikan terlebih dahulu.
“Selama ini masih ada ketidaksinkronan antara setuju dan tidak setuju. Kita akan sulit menyelesaikan permasalahan pembangunan Pasar Besar,” kata Wahyu.
Menurutnya, perbedaan sikap di kalangan pedagang justru berpotensi menjadi penghambat pembangunan. Karena itu, HIPAMA diminta menyelesaikan persoalan internal sebelum tahapan pembangunan dapat dilanjutkan.
Wahyu menegaskan, pemerintah sebenarnya telah menyiapkan skema pembangunan melalui Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Skema tersebut diharapkan menjadi solusi pembiayaan pembangunan Pasar Besar.
Namun, skema KPBU tidak akan berjalan maksimal apabila persoalan mengenai setuju dan tidak setuju di internal pedagang belum menemukan titik temu.
“Pendekatannya juga harus sejalan, jangan sampai ada pro dan kontra. Kalau masih ada pro dan kontra, kita tidak akan selesai-selesai,” tegasnya.
Di sisi lain, kondisi fisik pasar terus membutuhkan perhatian. Pemkot sejauh ini hanya melakukan sejumlah perbaikan kecil yang dinilai belum mampu menjawab persoalan besar di Pasar Besar.
Baca Juga : Eks Kepala UPT Resmi Ditahan, Kuasa Hukum Isyaratkan Potensi Tersangka Baru Korupsi Pasar Among Tani
Wahyu mengakui perbaikan tersebut tidak signifikan jika dibandingkan dengan kondisi Pasar Besar saat ini. Terlebih, pemerintah juga belum memiliki Detail Engineering Design (DED) untuk pembangunan pasar.
“Sementara ini tidak (ada DED), karena masih belum ada ini. Kita hanya perbaikan kecil-kecilan,” ujarnya.
Situasi tersebut membuat nasib pembangunan Pasar Besar masih bergantung pada penyelesaian polemik di internal pedagang. Di tengah kondisi bangunan yang terus mengalami kerusakan, kepastian kapan pembangunan dimulai pun belum dapat diberikan.
Wahyu berharap seluruh pihak mengesampingkan kepentingan pribadi dan mengutamakan kepentingan bersama. Menurutnya, pembangunan Pasar Besar tidak akan pernah berjalan apabila perbedaan sikap terus dipertahankan.
“Saya berharap sampingkanlah kepentingan pribadi. Ini adalah kepentingan bersama,” pungkasnya.
