Puluhan Siswa-Guru SMAN 3 Nganjuk Keracunan MBG, Ini Faktanya
Reporter
Binti Nikmatur
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
03 - Sep - 2026, 10:42
JATIMTIMES - Keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) masih terus terjadi. Puluhan siswa dan seorang guru SMAN 3 Nganjuk harus mendapatkan perawatan medis setelah mengalami gejala keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (2/9/2026).
Para siswa yang mengalami mual, pusing hingga muntah itu kemudian dibawa ke sejumlah fasilitas kesehatan. Penanganan dilakukan di Puskesmas Begadung, RSUD Nganjuk dan RS Bhayangkara.
Baca Juga : Kabar Baik, Komisi E DPRD Jatim Pastikan Tunggakan TPG Rp 274,5 Miliar Cair Tahun Ini
Menu MBG yang disantap para siswa diketahui berupa nasi goreng dengan lauk ayam suwir dan tahu bulat. Gejala keracunan mulai dirasakan beberapa jam setelah makanan tersebut dikonsumsi.
Berikut sederet fakta mengenai dugaan keracunan MBG yang dialami siswa dan guru SMAN 3 Nganjuk, sebagaimana dilansir dari berbagai sumber:
1. Gejala Muncul Sekitar Dua Jam Setelah Makan
Salah seorang guru SMAN 3 Nganjuk, Andi Joko Santoso, menceritakan makanan MBG tiba di sekolah sekitar pukul 10.00 WIB.
Setelah makanan dibagikan, para siswa kemudian menyantap menu tersebut. Namun, sekitar pukul 14.00 WIB, sejumlah siswa mulai mengeluhkan kondisi tubuhnya.
"Kemudian kami persilahkan anak-anak untuk ngambil. Anak-anak kemudian ambil dan makan. Kemudian jam dua (14.00 WIB) lebih, kok ada yang mual, ada yang pusing, ada yang muntah," ungkap Andik, salah satu guru SMAN 3 Nganjuk, dikutip detikjatim, Kamis (3/9/2026).
Para siswa yang mengalami gejala tersebut selanjutnya dibawa ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan.
2. Menu yang Disantap Berupa Nasi Goreng
Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo turut mendatangi rumah sakit untuk melihat kondisi para siswa.
Dari keterangan yang diterimanya, para siswa mengeluhkan gejala keracunan setelah menyantap nasi goreng yang menjadi menu MBG hari itu.
"Untuk menunya nasi goreng. Tadi mereka bercerita asalnya tidak merasakan apa-apa saat makan. Setelah jeda dua jam baru merasakan mual," kata Trihandy.
Menu tersebut terdiri dari nasi goreng dengan ayam suwir dan tahu bulat.
3. Korban Ditangani di Tiga Fasilitas Kesehatan
Para siswa yang mengalami keluhan tidak hanya dirawat di satu rumah sakit. Mereka tersebar di Puskesmas Begadung, RSUD Nganjuk dan RS Bhayangkara.
Kabag Prokopim Pemkab Nganjuk Syamsudin menyebut jumlah korban yang telah terdata mencapai 49 orang.
"Untuk yang di Puskesmas Begadung ada 20, di RSUD 17 dan di RS Bhayangkara 12. Sementara jumlahnya 49 orang," ungkap Syamsudin.
Di RSUD Nganjuk pada Rabu (2/9/2026) sekitar pukul 15.30 WIB, sejumlah korban masih terlihat mengenakan seragam sekolah dan menjalani penanganan di Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Kasatgas MBG Kabupaten Nganjuk Judy Hernanto membenarkan adanya laporan siswa SMAN 3 Nganjuk yang diduga mengalami keracunan. Namun, saat itu pihaknya masih melakukan verifikasi jumlah korban.
"Benar informasi itu (siswa SMAN 3 diduga keracunan menu MBG). Untuk jumlahnya masih kami verifikasi," ungkap Judy.
4. Belasan Ambulance Mengangkut Para Siswa yang Diduga Keracunan
Menurut akun Threads @kurmo_nuswantoro ada belasan ambulance yang membantu mengevakuasi puluhan siswa keracunan MBG di Nganjuk.
"#keracunan_MBG_hari_ini di sma 3 Nganjuk sekitar 16 an ambulans ngangkut siswa yang keracunan," tulis akun tersebut.
Baca Juga : DPRD Kabupaten Malang Soroti 2025 Guru Tidak Tetap Belum Masuk Dapodik
5. Data Korban Masih Bisa Berubah
Pemkab Nganjuk menjelaskan data korban belum bersifat final. Dari 49 orang yang tercatat, sebagian besar merupakan siswa dan terdapat satu guru perempuan.
"Data (jumlah korban) masih belum fixed. Ada satu ibu guru, sisanya murid," ungkap Trihandy.
Pemerintah daerah masih melakukan pendataan sekaligus observasi terhadap kondisi para korban.
6. Seluruh Layanan Kesehatan Dikerahkan
Trihandy mengatakan Pemkab Nganjuk berupaya memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan medis secara maksimal.
Sejumlah fasilitas kesehatan disiapkan untuk menangani para siswa yang mengalami gejala setelah menyantap menu MBG.
"Saat ini masih observasi. Semuanya kami maksimalkan, mulai dokter spesialis, dokter, perawat. Kami terus mendampingi untuk memberikan pelayanan terbaik. Kita doakan semoga semuanya segera pulih dan pulang ke rumah," ujar pria yang karib disapa Handy itu.
Ia juga memastikan pelayanan kesehatan dibuka seluas-luasnya, termasuk RSUD, RS Bhayangkara, rumah sakit Islam (RSI) hingga puskesmas terdekat.
7. Keluarga Korban Sempat Meluapkan Kemarahan
Situasi di RSUD Nganjuk sempat memanas ketika keluarga salah satu siswa meluapkan kemarahan kepada pihak yang disebut sebagai pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Momen tersebut terjadi di halaman rumah sakit. Seorang pria yang mengenakan kaus hitam tampak berbicara dengan nada tinggi kepada dua orang pemuda.
"Kae lo, ponakanku iku. Keracunan! Menune opo, nasi goreng to?" tanya pria tersebut kepada dua pemuda di halaman RSUD Nganjuk.
Pria itu beberapa kali menunjuk sambil melontarkan sejumlah ucapan bernada emosi.
Sementara dua pemuda yang dihadapinya tampak lebih banyak diam dan sesekali memberikan jawaban singkat. Salah satu pemuda tersebut diketahui merupakan Kepala SPPG Begadung bernama Zaidan.
8. Kepala SPPG Pilih Bungkam
Zaidan tidak banyak memberikan tanggapan ketika didesak keluarga korban. Ia memilih diam dan tidak menjawab pertanyaan yang dilontarkan kepadanya.
Namun keluarga korban terus mempertanyakan keracunan menu nasi goreng yang disantap para siswa.
Demikian fakta-fakta terkait dugaan keracunan MBG di SMAN 3 Nganjuk. Hal ini terjadi tak lama setelah sebelumnya ada lebih dari 500 santri di Sidoarjo juga mengalami keracunan usai menyantap MBG.
