Persiapan Hadapi TKA 2026, Cabdindik Tulungagung-Trenggalek Fasilitasi Try Out Online untuk 9.010 Siswa SMA/SMK

21 - Aug - 2026, 07:01

Cabdindik Tulungagung-Trenggalek gelar pelaksanaan try out online bersama Exzam.id di SMA Negeri 1 Tulungagung pada Jumat, 21 Agustus 2026. (dok. Tulungagung Jatimtimes/Aries Martha)

JATIMTIMES — Persiapan menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 terus dilakukan oleh Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Wilayah Tulungagung-Trenggalek. Salah satu langkah yang ditempuh adalah menggelar try out online bersama tim Exzam bagi siswa jenjang SMA dan SMK.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemetaan kesiapan siswa sebelum menghadapi TKA. Try out juga diharapkan membantu sekolah mengetahui materi yang masih menjadi kendala bagi peserta didik.

Baca Juga : Musim Hujan 2026 Kapan Terjadi? Ini Prediksi BMKG

Kasubbag TU Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Tulungagung, Errik Maulana meneruskan pesan dari Dian Pemilu Sari, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Tulungagung-Trenggalek menjelaskan kegiatan ini digelar dalam rangka persiapan TKA di wilayah Tulungagung dan Trenggalek.

“Persiapan TKA di wilayah kami cukup baik namun belum memuaskan,” ujar Errik pada Jumat, 21 Agustus 2026.

Karena itu, Cabdindik terus melakukan koordinasi dengan berbagai sekolah di wilayah Tulungagung dan Trenggalek. Kerja sama juga dilakukan bersama Exzam untuk memberikan tambahan persiapan kepada siswa.

Informasi mengenai program tersebut telah disampaikan kepada kepala sekolah. Selain itu, pihak sekolah yang terlibat juga mencakup wakil kepala sekolah bidang kurikulum serta operator sekolah. Waka kurikulum berperan dalam aspek akademik, sedangkan operator membantu pelaksanaan kegiatan dari sisi teknis.

Errik berharap kerja sama tersebut dapat memberikan dampak terhadap hasil TKA siswa. Ia menilai latihan yang dilakukan secara terarah dapat membantu siswa lebih siap ketika menghadapi ujian sebenarnya.

“Harapan kita, kerjasama ini bisa meningkatkan nilai TKA,” katanya.

Respons sekolah terhadap program tersebut juga disebut cukup positif. Hingga saat ini, sejumlah laporan yang diterima Cabdindik menunjukkan bahwa kegiatan try out mendapat tanggapan baik. Sekolah melihat program tersebut sebagai salah satu sarana untuk mempersiapkan siswa menghadapi TKA.

Sementara itu, Tim Riset Exzam, Widi Sarinastiti, menjelaskan bahwa Exzam merupakan produk hibah penelitian yang bergerak di bidang pendidikan. Program tersebut kini diarahkan untuk membantu persiapan TKA bagi siswa SMA dan SMK di Tulungagung serta Trenggalek.

“Exzam adalah produk hibah penelitian kami yang concernnya di pendidikan,” jelas Widi.

Dalam pelaksanaannya, Exzam menyediakan platform dan bank soal yang dirancang untuk jenjang SMA dan SMK. Platform tersebut kemudian ditawarkan kepada Dinas Pendidikan terkait sebagai bagian dari pengembangan program pendidikan.

Try out yang diberikan tidak sekadar menjadi latihan mengerjakan soal. Materi dirancang dengan beragam karakteristik soal yang disesuaikan dengan kebutuhan persiapan TKA.

“Tujuannya memberikan pelatihan try out soal persiapan ujian TKA dengan ragam karakteristik soal yang sudah disesuaikan,” terang Widi.

Try out sesi pertama menargetkan 9.010 siswa SMA dan SMK di Tulungagung dan Trenggalek. Pelaksanaannya berlangsung selama dua pekan. Untuk tahap awal, materi yang diujikan meliputi Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris.

Ke depan, cakupan materi akan dikembangkan. Terutama untuk menyesuaikan kebutuhan siswa SMK yang memiliki bidang keahlian lebih beragam. Widi juga berharap program tersebut nantinya dapat diperluas ke jenjang SD dan SMP.

Baca Juga : Komisi E DPRD Jatim Apresiasi Rencana Pengangkatan Guru PPPK Jadi PNS

Kegiatan try out di SMA Negeri 1 Tulungagung pada Jumat, 21 Agustus 2026, menjadi salah satu bagian dari pelaksanaan program tersebut. Sekolah tersebut merupakan satu dari 43 sekolah jenjang SMA/SMK di wilayah Tulungagung dan Trenggalek yang mengikuti program.

Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam pelaksanaan try out adalah penggunaan sistem waktu. Peserta mengerjakan soal dengan durasi 120 menit. Sistem tersebut dibuat menggunakan timer agar siswa terbiasa mengatur waktu seperti kondisi ujian sebenarnya.

Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, saat cek hasil try out, terdapat salah satu siswi SMA Negeri 1 Tulungagung yang berhasil mendapatkan skor 100 dari persentase keseluruhan soal kategori bahasa Inggris.

Menurut Widi, hasil try out nantinya tidak hanya menunjukkan nilai siswa. Data yang terkumpul juga dapat menggambarkan materi yang masih masih kurang dipahami dengan baik, sehingga bisa menjadi perhatian khusus bagi para guru dan siswa jelang menghadapi TKA yang sesungguhnya.

Dengan demikian, guru dapat mengetahui bagian materi yang perlu mendapat perhatian lebih. Sekolah pun bisa menyusun tindak lanjut pembelajaran berdasarkan hasil pemetaan tersebut.

Program Exzam ini juga menjadi kerja sama perdana dengan dinas terkait. Sebelumnya, pelaksanaan program lebih banyak dilakukan melalui kerja sama langsung dengan pihak sekolah.

Pengembang IT Exzam, Akhmad Alimudin menambahkan bahwa program tersebut tidak hanya mengukur kesiapan siswa. Kesiapan guru dan sekolah dalam menghadapi TKA juga menjadi bagian yang ingin dipetakan.

“Program kami juga akan mengukur persiapan guru, siswa dan sekolah dalam menghadapi TKA,” kata Ali.

Ke depan, Exzam berencana mengembangkan dukungan pembelajaran yang lebih beragam. Bahan ajar yang efektif, tips dan trik mengerjakan soal, hingga video interaktif menjadi beberapa bentuk pengembangan yang disiapkan.

“Ke depannya, tidak menutup kemungkinan akan dibuatkan juga bahan ajar efektif, tips n trik video interaktif untuk mendukung kemudahan siswa dalam mengerjakan soal,” pungkasnya.

Sementara itu, try out tahap kedua atau batch 2 dijadwalkan kembali dibuka pada September 2026. Program tersebut diharapkan menjadi bagian dari persiapan berkelanjutan agar siswa, guru, dan sekolah semakin siap menghadapi TKA 2026.