Kalender Jawa Weton Selasa Pahing 18 Agustus 2026: Awas Boros
Reporter
Binti Nikmatur
Editor
A Yahya
18 - Aug - 2026, 07:39
JATIMTIMES - Selasa (18 Agustus 2026) bertepatan dengan pasaran Pahing dalam penanggalan Jawa. Berdasarkan kalender Jawa, hari ini jatuh pada 5 Mulud 1960 Ja, bulan Mulud tahun Be dan berada dalam Wuku Madhangkungan. Sementara kalender Hijriah mencatat hari ini bertepatan dengan 5 Rabiul Awal 1448 H.
Weton hari ini adalah Selasa Pahing dengan jumlah neptu 12. Dalam hitungan Jawa, Selasa memiliki nilai 3 sedangkan Pahing bernilai 9.
Dalam tradisi masyarakat Jawa, weton dipercaya dapat menggambarkan watak, rezeki, pekerjaan, jodoh hingga perjalanan hidup seseorang. Perhitungan tersebut merupakan bagian dari pengetahuan tradisional yang tertuang dalam primbon Jawa.
Pemilik weton Selasa Pahing umumnya dikenal memiliki sifat murah hati dan suka menolong, terutama kepada orang yang disenangi. Rezekinya juga disebut cukup banyak.
Namun, ada sisi yang perlu diwaspadai. Selasa Pahing memiliki kecenderungan boros dan agak tamak. Hatinya juga disebut agak lemah, tetapi ketika sudah tersulut emosi, amarahnya sulit dikendalikan. Penyesalan biasanya baru muncul setelah kemarahan mereda.
Menurut primbon Jawa, Pangarasan Selasa Pahing adalah Aras Kembang. Artinya, gampang tampa sihing panggedhe atau mudah mendapatkan kasih sayang dari atasan maupun pimpinan.
Hal tersebut dikaitkan dengan perasaan yang halus sehingga mampu mengundang simpati dari banyak orang. Daya tariknya juga cukup kuat, termasuk ketika berinteraksi dengan lawan jenis.
Sementara itu, Pancasuda Selasa Pahing adalah Satriya Wirang. Maknanya, memiliki budi luhur tetapi sering mendapatkan malu atau dipermalukan orang lain sehingga wibawanya terkadang berkurang.
Karena itu, pemilik weton Selasa Pahing perlu berhati-hati dalam menjaga sikap dan pergaulan. Sifat baik yang dimiliki dapat menjadi kekuatan, tetapi emosi yang sulit dikendalikan bisa menimbulkan persoalan jika tidak dikelola dengan baik.
Selasa Pahing 18 Agustus 2026 berada dalam Wuku Madhangkungan yang dilambangkan dengan Bathara Basuki.
Wuku ini menggambarkan sosok yang cakap berbicara dan mampu menerima keadaan. Sikap pandai bersyukur juga menjadi salah satu karakter yang dikaitkan dengan Wuku Madhangkungan.
Simbol gedhong di atas menggambarkan sifat yang membuat orang lain merasa senang. Selain itu, terdapat gambaran banyak akal dan selalu mensyukuri karunia yang diberikan Tuhan.
Pohon dalam wuku ini adalah plasa. Pohon tersebut menjadi hiasan hutan yang menyenangkan untuk dipandang. Namun, pengetahuan yang diperoleh dari simbol ini disebut tidak mudah untuk dipraktikkan.
Sementara burungnya adalah pelung, yang dikenal senang berada di air dan tidak menyukai keramaian. Gambaran ini menunjukkan pribadi yang lebih nyaman berada di tempat sepi.
Dalam mengambil keputusan, pemilik karakter Wuku Madhangkungan juga cenderung membutuhkan waktu untuk berpikir. Sesuatu yang dipertimbangkan tidak langsung diputuskan, tetapi direnungkan terlebih dahulu.
Wuku ini juga memiliki gambaran burung perkutut yang hinggap di puncak gunung. Maknanya berkaitan dengan sikap yang terkadang menyombongkan kepandaian. Sosoknya dapat terlihat seperti orang yang cendekia atau alim, tetapi masih terdapat keraguan di dalam hati.
Lambang lainnya adalah buaya angurak, yang bermakna dihormati orang lain. Namun, terdapat bahaya apabila terkena umpatan atau perkataan buruk.
Kala dalam Wuku Madhangkungan berada di arah Timur. Karena itu, menurut primbon, selama tujuh hari dalam wuku tersebut sebaiknya tidak bepergian ke arah Timur untuk urusan yang penting.
Khusus Selasa Pahing dalam Wuku Madhangkungan, hari ini memiliki perhitungan tersendiri. Menurut primbon, Selasa Pahing menjadi hari yang baik untuk mencari ikan loh atau ikan sungai. Selain itu, hari ini juga dianggap baik untuk memasang tumbal penolak hama di sawah.
Pemilik weton Selasa Pahing dinilai lebih cocok menjalani pekerjaan yang memberikan ruang untuk bergerak dan mengambil keputusan sendiri. Pemilik weton ini disebut kurang cocok jika terus-menerus berada di bawah perintah orang lain atau menjadi karyawan tetap. Jiwa mandiri membuat pekerjaan yang memberikan keleluasaan dalam menentukan langkah dinilai lebih sesuai.
Dalam urusan jodoh, pemilik weton Selasa Pahing dengan neptu 12 disebut cocok dengan pasangan yang memiliki jumlah neptu 7, 12 atau 17. Beberapa contoh weton yang masuk dalam hitungan tersebut antara lain Selasa Wage, Senin Kliwon dan Kamis Pahing.
