Unisma dan Tarim Islamic University Bangun Kolaborasi Akademik Internasional
Reporter
Anggara Sudiongko
Editor
Nurlayla Ratri
14 - Aug - 2026, 07:39
JATIMTIMES - Hubungan akademik antara Indonesia dan Yaman mulai diperluas melalui kerja sama Universitas Islam Malang (Unisma) dengan Tarim Islamic University. Kedua perguruan tinggi tersebut menyepakati kemitraan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang berlangsung di Ruang Rektor Gedung Umar Bin Khottob, Kampus Unisma, belum lama ini.
Kesepakatan ini membuka peluang bagi kedua institusi untuk mengembangkan berbagai agenda akademik lintas negara. Kerja sama yang berlaku selama empat tahun itu tidak hanya diarahkan pada mobilitas mahasiswa, tetapi juga mencakup penguatan jejaring dosen, peneliti, riset, serta kegiatan akademik dan kebudayaan.
Rektor Unisma, Prof. Drs. Junaidi, M.Pd., Ph.D., mengatakan kemitraan dengan perguruan tinggi yang berada di Hadhramaut tersebut memiliki arti penting karena mempertemukan dua tradisi pendidikan Islam dari latar geografis yang berbeda.
“Kerja sama ini bukan sekadar formalitas di atas kertas, melainkan jembatan keilmuan yang menghubungkan tradisi pendidikan Islam di Indonesia dengan pusat peradaban ilmu di Yaman. Kami ingin sivitas akademika Unisma tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga menyerap kedalaman tradisi keilmuan Islam global,” ujar Prof Junaidi.
Dari sisi Tarim Islamic University, kerja sama tersebut diharapkan segera berlanjut pada program yang dapat dirasakan langsung oleh mahasiswa maupun akademisi. Rektor Tarim Islamic University, Dr. Hussein Abdulqadir Al-Idrus, menyatakan pihaknya terbuka terhadap pengembangan berbagai bentuk kolaborasi bersama Unisma.
“Unisma merupakan salah satu perguruan tinggi Islam terkemuka di Indonesia. Kami sangat terbuka untuk memfasilitasi pertukaran mahasiswa, riset bersama, hingga pengembangan kajian keislaman yang berdampak luas bagi umat,” ungkap Hussein.
Ruang kerja sama yang disepakati cukup luas. Kedua universitas akan memfasilitasi peluang studi dan penerimaan mahasiswa di masing-masing institusi. Program pertukaran dosen dan peneliti juga masuk dalam kesepakatan, bersama penyelenggaraan kegiatan akademik dan budaya.
Baca Juga : Mau Daftar KIP Kuliah 2026? Cek Desil DTSEN Dulu, Begini Caranya
Selain itu, kedua pihak membuka peluang pelaksanaan riset kolaboratif serta konferensi internasional secara bersama. Dengan cakupan tersebut, MoU tidak hanya menjadi payung hubungan kelembagaan, tetapi juga menjadi dasar pengembangan aktivitas akademik yang melibatkan sivitas kedua perguruan tinggi.
Penandatanganan MoU turut dihadiri jajaran Yayasan Unisma, para Wakil Rektor, Dekan Fakultas, Direktur Pascasarjana, pengurus Pesantren Ainul Yaqin, LPBA-BIPA, dan Lembaga Urusan Internasional (LUI) Unisma.
Keterlibatan berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa kerja sama dengan Tarim Islamic University diposisikan sebagai bagian dari penguatan internasionalisasi Unisma, dengan peluang implementasi yang melibatkan sejumlah unit akademik maupun kelembagaan di lingkungan kampus.
