Disperindag Tulungagung Berikan Pelatihan ke 30 IKM, Olah Singkong Jadi Keripik

Reporter

Anang Basso

Editor

Yunan Helmy

14 - Aug - 2026, 07:27

Sesi foto bersama di sela pelatihan olah singkong menjadi keripik Disperindag Tulungagung. (Foto : Istimewa for Tulungagung Times)

JATIMTIMES - Dalam rangka meningkatkan kapasitas dan daya saing industri kecil dan menengah (IKM), Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung menyelenggarakan Pelatihan Pengolahan Singkong Menjadi keripik. Pelatihan ini diikuti oleh 30 orang pelaku IKM.

Kegiatan pelatihan dibuka oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung Fajar Widariyanto, Kamis (13/8/2026). 

Baca Juga : Teknologi Masuk Kebun Belimbing, Unisba Blitar Kembangkan Pengendalian Lalat Buah Ramah Lingkungan

Dalam sambutannya, Fajar mengatakan pentingnya pengembangan potensi bahan baku lokal menjadi produk olahan yang memiliki nilai tambah, berkualitas, inovatif, serta mampu meningkatkan perekonomian masyarakat.

"Di tengah berbagai macam produk olahan makanan saat ini, maka penting untuk mengembangkan potensi bahan baku lokal, seperti ketela ini," ucapnya. 

Jika olahan dari bahan baku lokal seperti ketela mampu dibuat keripik dengan rasa yang disukai dan dikemas dengan baik, maka akan diburu oleh konsumen. 

Pelatihan menghadirkan narasumber dari berbagai bidang untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif kepada peserta. 

Narasumber dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, Rusmini MKes, memberikan materi terkait keamanan pangan, higiene dan sanitasi, serta pentingnya penerapan standar kesehatan dalam proses produksi pangan.

Selanjutnya, dari Bagian Perekonomian Pemkab Tulungagung, Imam Fathoni memberikan materi mengenai pengembangan usaha, peluang pasar, penguatan ekonomi kerakyatan, serta strategi meningkatkan nilai tambah produk IKM agar mampu memberikan kontribusi terhadap perekonomian daerah.

Dan narasumber dari kalangan profesional adalah Ririn Cahyani. Peserta pun mendapatkan materi dan praktik langsung dari pelaku IKM/produsen keripik yang telah profesional dan berpengalaman. 

Baca Juga : Mahasiswa Baru Banjiri Kota Malang, Kunjungan Mal Naik hingga 30 Persen

Materi meliputi pemilihan bahan baku singkong, teknik pengolahan dan penggorengan, inovasi varian rasa, pengendalian kualitas, teknik pengemasan, hingga strategi pemasaran produk.

Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan tidak hanya memiliki keterampilan teknis dalam mengolah singkong menjadi keripik, tetapi juga mampu menerapkan prinsip keamanan pangan, meningkatkan kualitas dan daya saing produk, melakukan inovasi, serta mengembangkan pemasaran secara lebih luas.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk komitmen Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung dalam mendorong pengembangan IKM berbasis potensi lokal. Tujuannya di antaranya untuk meningkatkan nilai tambah hasil produksi, membuka peluang usaha, serta mewujudkan pelaku IKM yang mandiri, produktif, inovatif, dan berdaya saing.

Diharapkan dari 30 pelaku IKM yang mengikuti pelatihan ini dapat lahir produk-produk keripik singkong unggulan Tulungagung yang tidak hanya berkualitas dan aman dikonsumsi, tetapi juga mampu berkembang menjadi produk bernilai ekonomi tinggi dan menembus pasar yang lebih luas.

Dana pelatihan ini dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Kabupaten Tulungagung Tahun 2026 dalam Program Koordinasi Sinkronisasi Pemberdayaan Industri dan Peran Serta Masyarakat.