Semarakan HUT ke-81 RI, 60 Anak Disabilitas Ikuti Lomba di Kalijudan Surabaya

07 - Aug - 2026, 03:46

Lomba yang digelar di UPTD) Kampung Anak Negeri (Kanri) Kalijudan Surabaya. (Ist)

JATIMTIMES - Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk menghadirkan ruang kebersamaan bagi anak-anak penyandang disabilitas. Sebanyak sekitar 60 anak mengikuti berbagai perlombaan di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kampung Anak Negeri (Kanri) Kalijudan, Surabaya, Jumat (7/8/2026).

Kegiatan tersebut digelar dengan suasana penuh keceriaan. Anak-anak diajak mengikuti sejumlah permainan sederhana yang disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan mereka, mulai dari balap kelereng, balap karung, makan kerupuk, hingga memindahkan bendera ke dalam botol.

Baca Juga : Paduan Suara One Voice Spensabaya Harumkan Surabaya, Raih Empat Penghargaan di Thailand

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya, Antiek Sugiharti mengatakan, kegiatan tersebut dirancang agar anak-anak disabilitas dapat ikut merasakan kemeriahan peringatan kemerdekaan sekaligus berpartisipasi bersama teman-temannya.

“Ini kegiatan yang kami rancang agar adik-adik di Kalijudan bisa ikut berpartisipasi dan bergembira dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan. Selain untuk bersenang-senang, kami ingin menumbuhkan semangat, kejujuran, sportivitas, dan kebersamaan,” kata Antiek.

Menurut Antiek, antusiasme anak-anak bahkan sudah terlihat sebelum perlombaan digelar. Mereka disebut telah beberapa kali menanyakan kepada pendamping mengenai waktu pelaksanaan lomba karena ingin segera ikut berpartisipasi.

“Dari kemarin mereka sudah bertanya, ‘Bu, kapan lombanya?’ Mereka ingin ikut bersama-sama. Karena itu, kami siapkan beberapa lomba yang disesuaikan dengan kondisi mereka agar mereka bisa mengikuti dengan nyaman dan merasa senang,” ujarnya.

Antiek menambahkan, perlombaan tidak sekadar menjadi hiburan, tetapi juga menjadi sarana bagi anak-anak untuk mengembangkan kemampuan yang dimiliki. Beberapa jenis lomba dirancang agar peserta dapat menunjukkan sportivitas, bekerja sama, sekaligus melatih keterampilan dan kreativitas.

“Harapannya mereka memiliki sportivitas yang tinggi, bisa bekerja sama, dan menunjukkan kemampuan serta kreativitasnya dalam mengikuti lomba,” katanya.

Baca Juga : Profil Cak Sholeh, Advokat No Viral No Justice yang Meninggal Dunia usai Melawan Autoimun

Semarak kemerdekaan tidak hanya berlangsung di UPTD Kalijudan. Dinsos Surabaya juga menyiapkan kegiatan serupa di sejumlah lokasi layanan lainnya, termasuk Griya Werdha dan Rumah Anak Prestasi (RAP). Jenis perlombaan dibuat beragam, seperti meniup balon, memasukkan bendera, dan lari estafet, sehingga anak-anak berkebutuhan khusus di berbagai lokasi juga mendapatkan kesempatan yang sama untuk menikmati perayaan kemerdekaan.

“Selain perlombaan, nuansa kemerdekaan juga ditanamkan melalui kegiatan menghias kantor yang melibatkan anak-anak. Hasil dekorasi tersebut nantinya turut dilombakan. Pada saat penyerahan hadiah, anak-anak juga akan mengenakan pakaian bernuansa merah putih,” jelasnya.

Antiek mengatakan, rangkaian kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana edukasi untuk mengenalkan makna kemerdekaan kepada anak-anak.

“Kami juga mengedukasi bagaimana mengucapkan terima kasih kepada para pahlawan yang telah berjuang untuk kemerdekaan. Jadi, bukan hanya lomba, tetapi ada nilai yang ingin kami tanamkan kepada anak-anak,” pungkasnya. (*)