Di Tengah Tren AI, Mahasiswa UIN Malang Dorong Transformasi Pembelajaran Matematika
Reporter
Anggara Sudiongko
Editor
Nurlayla Ratri
06 - Aug - 2026, 05:01
JATIMTIMES - Kehadiran Artificial Intelligence (AI) mulai mengubah wajah pendidikan. Teknologi yang sebelumnya identik dengan dunia industri kini semakin banyak dimanfaatkan sebagai pendukung proses belajar mengajar, termasuk dalam pembelajaran matematika. Perubahan tersebut menuntut sekolah maupun tenaga pendidik untuk mulai beradaptasi agar peserta didik tidak hanya menguasai materi, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi secara tepat.
Isu itu menjadi perhatian Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Tadris Matematika Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang melalui program CONE (Cerita Kepedulian Otentik untuk Negeri) Part 1 yang dilaksanakan di MTs Islamiyah Pakis pada 27 Juli hingga 1 Agustus 2026. Program tersebut menjadi ruang untuk mengenalkan pemanfaatan AI sebagai pendukung pembelajaran matematika sekaligus menguji pendekatan belajar yang lebih sesuai dengan karakter peserta didik di era digital.
Baca Juga : Mahasiswa UM Kenalkan Fun Learning Bahasa Arab di Jatisari, Santri TPQ dan Madin Belajar Sambil Bermain
Pembukaan kegiatan dihadiri Ketua Program Studi Tadris Matematika UIN Malang bersama jajaran dosen sebagai bentuk dukungan terhadap upaya mahasiswa dalam menghadirkan inovasi pembelajaran di lingkungan sekolah.
Fokus utama program berada pada pengenalan materi "Pembelajaran Matematika di Era Artificial Intelligence (AI)". Dalam sesi tersebut, siswa diajak memahami bahwa AI bukan sekadar teknologi untuk menghasilkan jawaban secara instan, tetapi dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu belajar, mengembangkan kreativitas, hingga memperdalam pemahaman konsep matematika apabila digunakan secara bijak.
Pendekatan tersebut kemudian diterapkan melalui pendampingan belajar di kelas. Mahasiswa menghadirkan metode pembelajaran yang lebih interaktif melalui diskusi, permainan edukatif, dan aktivitas kolaboratif. Cara ini dipilih untuk mendorong siswa lebih aktif membangun pemahaman dibanding sekadar menerima materi secara satu arah.
Antusiasme siswa selama mengikuti pembelajaran menunjukkan bahwa pendekatan yang lebih partisipatif mampu meningkatkan keterlibatan mereka di dalam kelas. Respons positif juga datang dari pihak MTs Islamiyah Pakis yang menilai pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran dapat menjadi alternatif untuk menciptakan suasana belajar yang lebih menarik.
Ketua Pelaksana CONE, Fahry, mengatakan perkembangan AI semestinya dipandang sebagai peluang untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, bukan sebagai ancaman bagi dunia pendidikan.
"CONE merupakan bentuk nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat melalui pendidikan," ujarnya belum lama ini.
Baca Juga : 54 SMK Binaan Ikuti Teacherpreneur Workshop 2026, Pertamina Lubricants Dorong Lahirnya Wirausahawan Otomotif
Menurut Fahry, program tersebut tidak hanya bertujuan menghadirkan pengalaman belajar matematika yang lebih menyenangkan bagi siswa. Lebih dari itu, kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan mengajar sekaligus memahami kebutuhan pendidikan yang terus berubah.
"Kami berharap siswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih menarik dan relevan dengan perkembangan zaman. Sementara bagi mahasiswa, program ini menjadi kesempatan untuk mengasah kompetensi mengajar sekaligus memperkuat kepedulian terhadap persoalan pendidikan di masyarakat," katanya.
Melalui CONE Part 1, HMPS Tadris Matematika berharap pemanfaatan AI dalam pembelajaran tidak berhenti sebagai wacana, tetapi mulai diterapkan secara bijak di lingkungan sekolah. Dengan demikian, teknologi dapat menjadi instrumen yang mendukung peningkatan kualitas pembelajaran matematika tanpa menghilangkan peran guru sebagai pendamping utama dalam proses pendidikan.
