Pertamina Lubricants Latih Guru SMK Se-Indonesia di Surabaya, Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Jadi Teacherpreneur

Reporter

Redaksi

05 - Aug - 2026, 09:42

Sesi praktik dari Tim Pertamina Lubricants saat pemeriksaan kendaraan sebagai bagian dari penguatan kompetensi teknis guru vokasi untuk mendukung pembelajaran yang lebih relevan dengan kebutuhan industri. (Ist)

JATIMTIMES - PT Pertamina Lubricants menggelar Teacherpreneur Workshop 2026 di Surabaya pada 3-4 Agustus 2026 sebagai upaya memperkuat pendidikan vokasi nasional. Kegiatan tersebut diikuti para pendidik dari 54 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) binaan yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

Melalui kegiatan bertema "Empowering Educators, Energizing Futures", para guru mendapatkan pembekalan mengenai kewirausahaan, pemanfaatan media digital, serta standardisasi teaching factory. Workshop ini juga diarahkan untuk memperkuat kemandirian sekolah sekaligus mendorong lahirnya lulusan SMK yang tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu membangun usaha sendiri di sektor otomotif.

Baca Juga : Pengangguran di Jatim Turun 3,42 Persen, Angkatan Kerja Tembus 25,32 Juta Orang

Selama dua hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai sesi yang berfokus pada peningkatan kompetensi pendidik sekaligus memperluas pemahaman terhadap perkembangan industri otomotif. Forum tersebut juga menjadi wadah berbagi pengalaman bagi guru pendamping Program Enduro Home Service (EHS) yang telah menerapkan program tersebut di sekolah masing-masing.

Seperti yang disampaikan Roy Herdiyanto, Guru Teknik Otomotif SMK Negeri 2 Cilacap. "Melalui Program Enduro Home Service dan kehadiran Pertamina Lubricants di sekolah-sekolah, para siswa mendapatkan ruang untuk mengasah keterampilan praktik, meningkatkan kepercayaan diri dalam berinteraksi dengan pelanggan, serta mengembangkan kreativitas dan kapabilitas yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja," ungkapnya. 

Pengalaman serupa juga disampaikan Iyan Hariyanto dari SMKN 1 Talaga. Menurutnya, Program Enduro Home Service telah memberikan dampak positif terhadap lulusan sekolah kejuruan.

"Kami melihat Program EHS memberikan efek berantai yang positif. Tidak sedikit lulusan SMK yang kemudian berani membuka bengkel secara mandiri. Fondasi tersebut sudah dibangun sejak mereka masih bersekolah melalui praktik langsung, peningkatan keterampilan, dan pengalaman melayani pelanggan," ujarnya. 

Corporate Secretary PT Pertamina Lubricants, Rika Gresia Wahyudi, menegaskan bahwa Teacherpreneur Workshop menjadi bagian dari penguatan kapasitas tenaga pendidik agar mampu menghadirkan pembelajaran yang semakin sesuai dengan kebutuhan industri.

"Kami meyakini bahwa keberhasilan perusahaan harus memberikan dampak positif yang dirasakan secara luas. Karena itu, program pemberdayaan dan pelibatan masyarakat di bidang ekonomi melalui Enduro Home Service dirancang sebagai strategi Corporate Shared Value yang menghasilkan nilai ekonomi dan sosial secara bersamaan, menciptakan kemandirian masyarakat sekaligus mendukung ekosistem bisnis yang lebih kuat dan berkelanjutan," ungkap Rika.

Baca Juga : Daftar Juara Piala Presiden Jelang Final Persib vs Persebaya

Program Enduro Home Service sendiri telah dikembangkan sebagai bentuk kolaborasi antara dunia industri dan pendidikan vokasi melalui penerapan teaching factory berbasis layanan servis kendaraan serta penjualan pelumas di lingkungan sekolah. Melalui skema tersebut, siswa tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis, tetapi juga memperoleh pengalaman dalam pelayanan pelanggan, pengelolaan usaha, hingga pengembangan jiwa kewirausahaan.

Teacherpreneur Workshop merupakan bagian dari pengembangan Program Enduro Home Service, salah satu program Corporate Shared Value (CSV) PT Pertamina Lubricants yang mengintegrasikan penguatan pendidikan vokasi, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan ekosistem bisnis.

Melalui penyelenggaraan Teacherpreneur Workshop 2026, para guru diharapkan semakin siap menjadi penggerak perubahan di sekolah masing-masing, sehingga mampu mencetak lulusan SMK yang kompeten, adaptif terhadap kebutuhan industri, sekaligus memiliki keberanian untuk berwirausaha di bidang otomotif.