Viral! Kopdes Merah Putih Berdiri di Bekas Kubangan Lumpur hingga Dekat TPA, Ini Penjelasannya
Reporter
Binti Nikmatur
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
04 - Aug - 2026, 12:47
JATIMTIMES - Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, perhatian warganet tertuju pada sejumlah bangunan koperasi yang berdiri di lokasi tak biasa, mulai dari bekas kubangan lumpur belerang di Banten hingga berada di dekat Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tamangapa, Makassar.
Fenomena tersebut ramai diperbincangkan di media sosial. Sebelumnya, sejumlah bangunan Kopdes Merah Putih juga sempat viral karena berada di tengah persawahan, di samping kompleks pemakaman, hingga di kawasan hutan.
Baca Juga : Upacara HUT RI ke-81 di Istana Merdeka Dibuka untuk Masyarakat, Simak Kuota dan Jadwal Pendaftarannya
Salah satu unggahan datang dari akun Instagram @nowdots yang menampilkan bangunan Kopdes Merah Putih di Desa Cimaung, Kabupaten Serang, Banten.
Dalam unggahan tersebut dijelaskan bahwa bangunan koperasi berdiri di atas lahan bekas kubangan lumpur belerang. Pusat kubangan disebut berada sekitar 20 meter di belakang bangunan dan masih mengeluarkan aroma belerang yang cukup menyengat.
"Saat musim kemarau, permukaan tanah di lokasi tampak kering dan retak. Namun ketika musim hujan tiba, warga menyebut area tersebut akan dipenuhi air dan mengeluarkan gelembung-gelembung menyerupai air yang mendidih," tulis keterangannya.
Meski demikian, pembangunan gedung koperasi disebut sudah mencapai sekitar 90 persen dan tinggal menyelesaikan tahap akhir.
Lokasi tersebut dipilih melalui musyawarah desa karena merupakan tanah bengkok desa yang selama ini tidak dimanfaatkan. Selain bangunan fisik, struktur pengurus dan manajer koperasi juga telah dibentuk.

Bangunan koperasi berdiri di atas lahan bekas kubangan lumpur belerang. (Foto: Instagram)
Sorotan serupa juga muncul dari Kota Makassar. Akun Instagram @makassar_iinfo mengunggah video yang memperlihatkan bangunan Kopdes Merah Putih berdiri di kawasan TPA Tamangapa.
Dalam video itu diunggah tampak bangunan koperasi menghadap ke jalan yang setiap hari dilalui truk pengangkut sampah menuju tempat pembuangan akhir.
Di ujung jalan tampak gunungan sampah, sementara deretan truk sampah terparkir di sepanjang jalan akses menuju TPA. Jarak antara bangunan koperasi dengan area tumpukan sampah diperkirakan hanya beberapa meter.
Keberadaan koperasi di lokasi tersebut pun memicu beragam komentar dari warganet karena dinilai tidak lazim.
"Yang penting dibangun, cair," kata @uhs****.
"Dibangun pake hasil pajak kita," ujar @kur*****.
"Heii siapa yang mau beli disitu, pasti bau, dekat sampah lagi," jelas tuo*****.
Bukan kali ini saja lokasi pembangunan Kopdes Merah Putih menjadi perhatian. Sebelumnya sempat viral bangunan koperasi berdiri di tengah kawasan hutan di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
Baca Juga : Agustus di Persimpangan Tradisi: Merayakan Kemerdekaan atau Keramaian?
Di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Kopdes Merah Putih di Desa Kediten bahkan berada di ketinggian sekitar 1.385 meter di atas permukaan laut (mdpl) sehingga dijuluki sebagai "koperasi di atas awan."
Sementara di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, bangunan KDMP di Kelurahan Tumenggungan juga sempat ramai diperbincangkan karena berdiri tepat di samping area pemakaman.
Mengapa Dibangun di Lokasi Tak Biasa?
Pembangunan Kopdes Merah Putih di lokasi yang dinilai terpencil atau tidak lazim disebut bukan tanpa alasan. Sejumlah pemerintah desa menjelaskan bahwa keterbatasan lahan menjadi penyebab utama. Sulitnya mencari tanah kosong milik desa yang luasnya memenuhi syarat membuat lokasi pembangunan harus menyesuaikan aset yang tersedia.
Selain itu, penentuan lokasi dilakukan melalui musyawarah bersama pemerintah desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta masyarakat setempat sehingga keputusan pembangunan merupakan hasil kesepakatan bersama.
Pemerintah menjelaskan yang menjadi prioritas adalah legalitas lahan, kemudahan akses bagi masyarakat, serta status kepemilikan yang jelas agar koperasi dapat beroperasi secara berkelanjutan.
Apa Itu Koperasi Desa Merah Putih?
Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) merupakan program prioritas pemerintah yang bertujuan memperkuat ekonomi kerakyatan dari tingkat desa dan kelurahan.
KDMP dirancang sebagai koperasi multisektor yang tidak hanya menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat, tetapi juga berfungsi sebagai tempat penyaluran barang bersubsidi, kebutuhan pokok, layanan simpan pinjam, hingga distribusi hasil pertanian.
Di masa awal operasional, pengelolaan KDMP didukung oleh PT Agrinas Pangan Nusantara sebelum secara bertahap dialihkan kepada pengurus koperasi di masing-masing daerah.
Selain menjadi pusat distribusi logistik desa, koperasi ini juga diharapkan mampu menyerap hasil panen petani, menyalurkan bantuan sosial pemerintah, menyediakan pupuk subsidi, serta memperkuat rantai pasok sehingga harga kebutuhan pokok di desa menjadi lebih terjangkau. Dengan konsep tersebut, KDMP diproyeksikan menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi di tingkat desa.
