10 Wisata Sejarah di Surabaya yang Cocok Dikunjungi saat Libur 17 Agustus, Napak Tilas Perjuangan Kemerdekaan

Reporter

Mutmainah J

Editor

Yunan Helmy

02 - Aug - 2026, 12:21

Museum Sepuluh Nopember Surabaya. (Foto laman tiket wisata Surabaya)

JATIMTIMES - Libur Hari Kemerdekaan 17 Agustus biasanya identik dengan berbagai perlombaan dan acara hiburan. Namun, ada pilihan lain yang tak kalah menarik, yakni berwisata sambil mengenal kembali sejarah perjuangan bangsa.

Surabaya bisa menjadi salah satu tujuan yang tepat untuk mengisi libur kemerdekaan. Kota yang mendapat julukan Kota Pahlawan ini menyimpan banyak jejak perjuangan rakyat Indonesia, terutama dalam mempertahankan kemerdekaan setelah Proklamasi 17 Agustus 1945.

Baca Juga : Top 5 Kesalahan Pakai Setting Spray dan Fixing Spray, Nomor 5 Paling Sering Bikin Makeup Tak Tahan Lama

Berbagai peristiwa penting pernah terjadi di Surabaya, mulai dari insiden Hotel Yamato, gugurnya Brigadir Jenderal AWS Mallaby, hingga Pertempuran 10 November 1945 yang kemudian menjadi momentum lahirnya Hari Pahlawan.

Sejumlah lokasi bersejarah tersebut kini masih dapat dikunjungi masyarakat, mulai dari museum, monumen, hingga bangunan cagar budaya. Mengunjungi tempat-tempat ini bisa menjadi cara untuk mengenang jasa para pejuang sekaligus menambah wawasan sejarah.

Mengapa Surabaya Disebut Kota Pahlawan?

Surabaya memiliki peran besar dalam perjalanan sejarah Indonesia pasca-kemerdekaan. Salah satu peristiwa yang paling terkenal adalah insiden Hotel Yamato pada 19 September 1945.

Saat itu, para pemuda Surabaya menurunkan bendera Belanda yang berkibar di Hotel Yamato dan merobek bagian warna birunya. Bendera tersebut kemudian hanya menyisakan warna merah dan putih sebagai simbol keberanian rakyat Indonesia mempertahankan kemerdekaan.

Ketegangan antara rakyat Surabaya dan pasukan Sekutu semakin meningkat setelah Brigadir Jenderal AWS Mallaby tewas dalam sebuah insiden di sekitar Jembatan Merah pada 30 Oktober 1945.

Peristiwa tersebut memicu keluarnya ultimatum Sekutu yang akhirnya berujung pada Pertempuran Surabaya pada 10 November 1945. Meski kalah dalam persenjataan, arek-arek Surabaya tetap memberikan perlawanan besar demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Hingga kini, berbagai lokasi yang menjadi saksi perjuangan tersebut masih berdiri dan menjadi destinasi wisata sejarah yang menarik untuk dikunjungi.

10 Wisata Sejarah Kemerdekaan di Surabaya

Berikut daftar wisata sejarah di Surabaya yang cocok dikunjungi saat libur 17 Agustus:

1. Hotel Majapahit

Hotel Majapahit menjadi salah satu lokasi bersejarah yang tidak boleh dilewatkan saat berkunjung ke Surabaya. Bangunan yang berada di Jalan Tunjungan ini dulunya dikenal sebagai Hotel Oranje dan kemudian berubah nama menjadi Hotel Yamato pada masa pendudukan Jepang.

Hotel ini menjadi saksi peristiwa bersejarah pada 19 September 1945 ketika para pemuda Surabaya merobek bagian biru bendera Belanda hingga berubah menjadi Merah Putih.

Kini, Hotel Majapahit masih beroperasi sebagai hotel dengan tetap mempertahankan nuansa arsitektur kolonialnya. Pengunjung dapat melihat bangunan bersejarah yang menjadi simbol perjuangan kemerdekaan tersebut.

2. Gedung Internatio

Gedung Internatio yang berada di kawasan Kota Lama Surabaya juga menjadi tempat penting dalam sejarah perjuangan kemerdekaan.

Bangunan ini pernah digunakan sebagai markas pasukan Sekutu setelah kedatangan mereka di Surabaya pada Oktober 1945. Kawasan sekitar gedung tersebut menjadi lokasi terjadinya insiden yang menyebabkan Brigadir Jenderal AWS Mallaby meninggal dunia.

Peristiwa itu kemudian menjadi salah satu pemicu terjadinya Pertempuran 10 November 1945.

3. Jembatan Merah

Jembatan Merah merupakan salah satu ikon sejarah Kota Surabaya. Kawasan ini menjadi saksi berbagai peristiwa penting, termasuk bentrokan antara pejuang Indonesia dan pasukan Sekutu.

Selain memiliki nilai sejarah perjuangan, Jembatan Merah juga menjadi bagian dari kawasan Kota Lama Surabaya yang kini banyak dikunjungi wisatawan.

4. Tugu Pahlawan dan Museum Sepuluh Nopember

Tugu Pahlawan menjadi simbol utama perjuangan rakyat Surabaya dalam Pertempuran 10 November 1945.

Monumen setinggi 41,15 meter ini dibangun untuk mengenang keberanian arek-arek Surabaya dalam melawan pasukan Sekutu.

Di area bawah monumen terdapat Museum Sepuluh Nopember yang menyimpan berbagai koleksi sejarah, seperti diorama perjuangan, senjata, arsip, hingga rekaman pidato Bung Tomo yang membangkitkan semangat rakyat Surabaya.

Merujuk informasi Pemerintah Kota Surabaya, kawasan Tugu Pahlawan hingga kini terus dikembangkan sebagai ruang edukasi sejarah melalui berbagai kegiatan budaya dan pertunjukan yang melibatkan masyarakat serta generasi muda.

5. Gedung Siola

Gedung Siola merupakan salah satu bangunan bersejarah di Jalan Tunjungan. Pada masa kolonial Belanda, gedung ini dikenal sebagai pusat perdagangan Whiteaway Laidlaw.

Saat masa perjuangan mempertahankan kemerdekaan, Gedung Siola juga memiliki kaitan dengan perlawanan arek-arek Surabaya.

Kini, bangunan tersebut difungsikan sebagai Museum Surabaya yang menyimpan berbagai koleksi tentang perkembangan kota, budaya, dan kehidupan masyarakat Surabaya dari masa ke masa.

Baca Juga : 400 Pemancing Berebut 3 Kuintal Lele di Sungai Burnik Situbondo, Ikan 3,04 Kilogram Jadi Jawara

6. Monumen Kapal Selam (Monkasel)

Monumen Kapal Selam atau Monkasel menghadirkan cerita perjuangan Indonesia dari sisi maritim.

Di tempat ini, pengunjung dapat melihat langsung KRI Pasopati 410, kapal selam milik TNI Angkatan Laut yang pernah digunakan dalam Operasi Trikora untuk mendukung pengembalian Irian Barat ke Indonesia.

Wisatawan dapat masuk ke dalam kapal dan melihat berbagai bagian penting, seperti ruang kendali, ruang torpedo, hingga ruang awak kapal.

Selain menjadi wisata sejarah, Monkasel juga menjadi salah satu destinasi edukasi keluarga dan pelajar di Surabaya.

7. Penjara Kalisosok

Penjara Kalisosok merupakan salah satu bangunan peninggalan kolonial yang memiliki cerita panjang dalam perjuangan bangsa.

Sejumlah tokoh nasional seperti W R Supratman, HOS Tjokroaminoto, hingga dr Moestopo pernah ditahan di tempat ini.

Bangunan tersebut menjadi pengingat tentang kerasnya perjuangan para tokoh bangsa dalam menghadapi penjajahan.

8. Gedung Bank Mandiri Eks NV Lindeteves-Stokvis

Gedung yang berada di Jalan Pahlawan ini memiliki arsitektur kolonial yang khas.

Pada awalnya, bangunan tersebut merupakan kantor perusahaan dagang NV Lindeteves-Stokvis. Saat masa pendudukan Jepang, gedung ini pernah digunakan untuk kepentingan militer.

Kini bangunan tersebut digunakan sebagai kantor Bank Mandiri dan tetap menjadi bagian dari kawasan bersejarah Surabaya.

9. Gedung Cerutu

Gedung Cerutu menjadi salah satu bangunan ikonik di kawasan Kota Lama Surabaya.

Ciri khas gedung ini terlihat dari menara kecil di bagian atas yang menyerupai bentuk cerutu. Dahulu, bangunan tersebut digunakan sebagai kantor perusahaan gula pada masa kolonial Belanda.

Kini Gedung Cerutu telah menjadi salah satu bangunan cagar budaya yang menarik perhatian wisatawan, terutama pencinta sejarah dan fotografi.

10. Gedung Negara Grahadi

Gedung Negara Grahadi merupakan salah satu bangunan bersejarah yang berada di pusat Kota Surabaya.

Bangunan bergaya neoklasik ini telah berdiri sejak masa kolonial dan memiliki peran penting dalam berbagai kegiatan pemerintahan.

Pada masa awal kemerdekaan, Grahadi pernah menjadi lokasi pertemuan penting antara Presiden Soekarno dan pihak Sekutu.

Saat ini, Gedung Negara Grahadi masih digunakan sebagai rumah dinas gubernur Jawa Timur sekaligus menjadi salah satu bangunan cagar budaya.

Libur 17 Agustus, Saatnya Napak Tilas Sejarah di Kota Pahlawan

Menghabiskan waktu libur kemerdekaan dengan mengunjungi wisata sejarah di Surabaya bisa menjadi pengalaman yang berbeda.

Selain menikmati bangunan bersejarah, masyarakat juga dapat memahami kembali perjuangan para pahlawan dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Dengan mengunjungi tempat-tempat tersebut, semangat nasionalisme dapat terus tumbuh, terutama di kalangan generasi muda yang menjadi penerus bangsa.