Antisipasi Banjir Tahunan Kembali Terjadi, Warga RW 4 Lowokwaru Bersihkan Sungai

Reporter

Riski Wijaya

26 - Jul - 2026, 10:38

Warga RW 4 Kelurahan Lowokwaru kerja bakti membersihkan sungai.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Warga RW 4 Kelurahan Lowokwaru, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, kembali melakukan pembersihan sungai untuk mengantisipasi banjir yang hampir setiap tahun terjadi di wilayah tersebut.

Pembersihan sungai dilakukan karena warga tidak ingin persoalan banjir kembali berulang. Selain mengangkut sampah dan sedimentasi, warga juga memangkas dahan pohon yang dinilai mengganggu aliran sungai.

Baca Juga : Niat Ambil Rongsok Besi Gak Dipakai, Dua Pria di Lamongan Babak Belur dan Lapor Balik ke Polisi

Ketua RW 4 Kelurahan Lowokwaru, Afrizal Arif Fardiwinata, mengatakan kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk inisiatif warga untuk mengurangi potensi banjir. Sebab, banjir selama ini menjadi persoalan tahunan, khususnya di wilayah RT 6.

“Dalam rangka membersihkan sungai dan mencegah banjir karena di lingkungan sini kerap terjadi banjir. Jadi warga berinisiatif membersihkan dan memotong dahan-dahan yang tidak perlu,” ujar Rizal sapaan akrabnya, Minggu (26/7/2026).

Banjir yang terjadi di kawasan tersebut bukan sekadar genangan biasa. Saat hujan deras, air sungai disebut dapat meluap hingga lebih dari satu meter di atas plengsengan.

“Ini tiap tahun selalu banjir. Banjirnya lumayan, sekitar satu meter lebih di atas plengsengan sungai,” katanya.

Menurut Rizal, salah satu persoalan yang memperparah banjir berada di sisi timur sungai. Di lokasi tersebut terdapat penyempitan aliran akibat bangunan permanen milik warga.

“Di sebelah timur ada penyempitan. Aliran air tidak bisa maksimal, akhirnya meluapnya di sini,” jelasnya.

Sedikitnya tujuh rumah warga terdampak banjir akibat persoalan tersebut. Karena itu, warga berharap pemerintah tidak hanya melakukan pembersihan sungai, tetapi juga segera menyelesaikan persoalan penyempitan aliran yang telah berulang kali menjadi pemicu banjir.

Persoalan itu sebelumnya telah disampaikan warga ke DPRD Kota Malang. Afrizal mengaku telah bertemu dengan Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang untuk membahas persoalan tersebut.

Namun, penanganan bangunan yang disebut menyebabkan penyempitan sungai masih menunggu proses verifikasi dari pihak DPUPRPKP. Warga berharap proses tersebut segera dilakukan agar solusi tidak berhenti pada wacana.

Baca Juga : Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK, Ini 7 Fakta Kasus TPPU yang Terungkap

“Kalau bisa segera turun diverifikasi, supaya segera tertangani. Karena sudah tiap tahun seperti ini,” tegasnya.

Afrizal menyebut warga telah menyetujui apabila bangunan yang terbukti menghambat aliran sungai harus dibongkar. Menurutnya, langkah tersebut penting agar kapasitas sungai dapat kembali optimal dan banjir tidak terus menjadi persoalan tahunan.

“Harus dibongkar. Alhamdulillah semua warga sudah menyetujui,” katanya.

Dalam kegiatan pembersihan sungai tersebut, warga juga melibatkan BPBD Kota Malang, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Kelurahan Lowokwaru, warga RT 6 RW 4, serta Pondok Sinau dan Kreasi (Posisi).

Kegiatan tersebut juga dilakukan selaras dengan Gerakan Angkut Sampah dan Sedimen (GASS) yang digagas Pemerintah Kota Malang. Namun, warga berharap kegiatan serupa tidak hanya dilakukan saat potensi banjir mulai mengancam.

“Harapannya rutin diagendakan. Bukan hanya di RW 4, tetapi di RW mana pun tetap dilaksanakan,” pungkasnya.