Viral Kades di Bojonegoro Sebut Omzet Kopdes Merah Putih Cuma Rp100 Ribu Sehari

Reporter

Binti Nikmatur

Editor

A Yahya

08 - Jul - 2026, 11:28

Potret tampak depan Kopdes. (Foto: Shutterstock)

JATIMTIMES - Pernyataan Kepala Desa Campurejo, Kecamatan Bojonegoro, Edi Sampurno, mendadak menjadi sorotan setelah videonya ramai beredar di media sosial. Dalam video tersebut, Edi mengungkapkan omzet harian Gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di desanya hanya berkisar Rp100 ribu hingga Rp300 ribu per hari.

Edi bahkan mengingatkan rendahnya penjualan koperasi tersebut berpotensi menghambat keberhasilan Program Koperasi Merah Putih apabila tidak segera dibenahi.

Baca Juga : Kronologi Andra ST Kecelakaan: Supercar Terbelah Dua Hantam Tiang hingga Update Kondisinya

"Dari waktu yang saya berikan dua bulan itu, tidak ada tanda-tanda sedikit pun komunikasi itu berjalan. Tidak ada tanda-tanda sedikit pun bahwasannya gerai ini akan maju. Bahkan itu dibuktikan dengan omset harian itu sangat minim. Bahkan 100 ribu, 200 ribu, 300 ribu." ungkap Edi, dikutip akun JTV Bojonegoro, Rabu (8/7/2026). 

Menurut Edi, rendahnya omzet dipicu stok barang yang dijual belum sesuai kebutuhan warga. Gerai disebut lebih banyak menyediakan makanan ringan dibanding kebutuhan pokok yang dicari masyarakat.

"Karena barangnya yang ada, yang stok itu ya semacam banyak jajan-jajan itu loh. Jadi tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat untuk belanja di situ mau belanja apa. Karena kebutuhan pokoknya itu pun tidak tersedia secara signifikan." jelasnya. 

Ia mengingatkan kondisi tersebut tidak boleh terus dibiarkan karena dapat berdampak terhadap keberlangsungan program nasional.

"Ini kalau dibiarkan merugikan negara, ini kalau dibiarkan merugikan program nasional. Kantornya PT Agrinas nggak ada di Bojonegoro. Kami susah payah mencari celah komunikasi ke mana kita bisa berbicara dengan PT Agrinas." tandasnya. 

Edi mengakui masih ada berbagai persoalan dalam sistem pengelolaan Kopdes Merah Putih. Namun menurutnya, setelah berjalan hampir dua bulan, seharusnya sudah ada perkembangan yang terlihat.

"Memang argumennya ya banyak sistem yang belum tertata dengan baik, kaitan dengan UMKM yang belum diwadai bagaimana solusinya. Nah, dia (koperasi)belum bisa mengakomodir UMKM. Nah, terus waktu yang sudah dua bulan ini digunakan untuk apa? Kalau dibiarkan begitu terus malu kita, kredibilitas gerai atau KDKMP ini akan jatuh. Pasar atau market akan tidak bisa tertarik." tegasnya. 

Adapun polemik tersebut mencuat setelah Gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih Desa Campurejo sempat menghentikan operasionalnya sejak Jumat (3/7/2026). Gerai kini telah kembali melayani masyarakat, namun sejumlah persoalan internal masih menjadi perhatian pemerintah desa.

Baca Juga : Tunggu Kepastian Presiden Prabowo Resmikan Koperasi Nelayan Merah Putih Pujiharjo Malang

Berdasarkan informasi yang diterima Pemdes Campurejo, penghentian operasional dipicu ketidakpuasan sejumlah pegawai terhadap sistem pengelolaan yang dijalankan PT Agrinas Pangan Nusantara.

Selain mempertanyakan mekanisme kontrak kerja, para pegawai juga mengeluhkan belum adanya kepastian mengenai jaminan kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, hingga pembayaran gaji.

Edi mengungkapkan besaran upah yang diterima pegawai pun tidak seragam. Berdasarkan informasi yang diterimanya, ada pekerja yang hanya menerima sekitar Rp76 ribu, sementara pegawai lain memperoleh Rp1,2 juta hingga Rp1,4 juta. Bahkan disebut masih ada pegawai yang belum menerima gaji.

"Berdasarkan informasi yang kami terima, nominal gaji pegawai tidak sama. Ada yang menerima sekitar Rp76 ribu, ada yang Rp1,2 juta, Rp1,4 juta, bahkan ada yang hingga saat ini belum menerima gaji. Hal ini perlu mendapat kejelasan dari pihak pengelola," ujar Edi.

Menurutnya, kondisi tersebut perlu segera dievaluasi mengingat Koperasi Merah Putih merupakan bagian dari Program Strategis Nasional yang juga mendapat dukungan melalui pengalokasian Dana Desa.

Sebagai informasi, gerai koperasi di Desa Campurejo sempat menjadi lokasi peresmian yang dilakukan secara serentak pada 11 Juni 2026 lalu.