Demo di Surabaya Ricuh, Massa Lempari Grahadi hingga Polisi Semprot Water Cannon

Reporter

Binti Nikmatur

Editor

Yunan Helmy

27 - Jun - 2026, 10:43

Potret aksi pembakaran yang diduga dilakukan massa aksi demo #IndonesiaSekarat di Surabaya, Jumat (26/6/2026) malam. (Foto: Instagram @surabayaterkini)

JATIMTIMES - Aksi demonstrasi bertajuk #IndonesiaSekarat di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (26/6/2026) malam, berakhir ricuh. Kerusuhan pecah setelah sekelompok orang diduga melakukan pelemparan ke arah kompleks Grahadi, merusak pagar, hingga menyalakan petasan ke arah aparat yang berjaga.

Dilansir dari berbagai sumber, aksi yang mengusung tema "Warga Surabaya Turun ke Jalan" itu semula berlangsung tertib. Massa melakukan long march dan menyampaikan orasi sejak sekitar pukul 16.20 WIB di depan Gedung Grahadi.

Baca Juga : Puluhan Pendemo Diamankan Polisi, Sekdaprov Jatim Minta Gedung Negara Grahadi tak Jadi Sasaran Perusakan

Situasi mulai memanas menjelang pukul 18.30 WIB. Sejumlah orang yang belum diketahui identitasnya diduga melempari kompleks Grahadi hingga pagar sisi timur mengalami kerusakan. Tak lama kemudian, rangka pagar juga dirusak.

Tak hanya itu, kelompok tersebut juga menyalakan dan melempar petasan ke arah aparat kepolisian yang berjaga di dalam kompleks Grahadi.

Dalam situasi yang memanas, ada tiga sepeda motor datang dari arah timur dengan melawan arus lalu lintas. Pengendara sempat berputar-putar di depan gerbang timur Grahadi sambil menggeber kendaraan.

Meski mendapat provokasi, aparat kepolisian memilih bertahan di belakang kendaraan taktis yang disiagakan di depan kompleks Grahadi.  Melalui pengeras suara, petugas berkali-kali meminta massa tetap tertib.

"Kepada demonstran kami imbau tertib, saya minta supaya teman-teman massa aksi untuk tertib," ujar petugas dari mobil komando.

Hingga sekitar pukul 18.48 WIB, lemparan mulai berhenti dan massa sempat berkumpul di depan Gedung Grahadi. Namun situasi kembali memanas ketika aparat memberikan peringatan terakhir agar massa segera membubarkan diri.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan menegaskan polisi menghormati penyampaian aspirasi, tetapi tidak akan membiarkan tindakan yang mengganggu keamanan.

"Kami akan melayani aksi unjuk rasa, tolong hentikan atau kita akan melakukan tindakan tegas. Sekali lagi kami berikan kesempatan meninggalkan lokasi ini, atau kita melakukan langkah-langkah tegas terukur," ungkap Luthfie, Sabtu (27/6/2026). 

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kericuhan dipicu setelah sejumlah oknum membakar sampah di depan pintu masuk Grahadi dan merusak pagar pembatas lantaran tidak ada perwakilan pemerintah yang menemui massa.

Baca Juga : Puluhan Yatim Berdoa untuk Negeri, Taman Zakat: Ikhtiar Spiritual untuk Indonesia

Setelah tiga kali imbauan pembubaran tidak diindahkan, aparat gabungan TNI-Polri akhirnya mengerahkan kendaraan taktis serta menyemprotkan water cannon untuk membubarkan massa.

Dalam proses tersebut, polisi mengamankan belasan orang di sekitar lokasi. Mereka terdiri atas sejumlah peserta aksi hingga seorang pedagang es keliling yang berada di sekitar titik demonstrasi.

Meski demikian, Kapolrestabes Surabaya disebut tetap menginstruksikan seluruh personelnya agar mengedepankan pendekatan persuasif selama pengamanan berlangsung dan tidak melakukan tindakan kekerasan.

Sementara itu, KontraS Surabaya melalui akun media sosialnua menyatakan telah menerima laporan terkait penangkapan tersebut dan siap memberikan pendampingan hukum kepada warga yang diamankan.

Setelah pembubaran, massa bergerak meninggalkan lokasi menuju Jalan Pemuda. Arus lalu lintas di Jalan Gubernur Suryo kembali dibuka normal sekitar pukul 19.57 WIB.

Ini 11 Tuntutan Massa #IndonesiaSekarat

Dalam aksi tersebut, massa membawa sebelas tuntutan kepada pemerintah, yakni:
1. Turunkan harga kebutuhan pokok dan BBM.
2. Hentikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih.
3. Cabut UU Polri dan UU TNI.
4. Ciptakan lapangan kerja yang layak.
5. Bubarkan komando teritorial dan hentikan keterlibatan TNI dalam ranah sipil.
6. Hentikan reklamasi Surabaya Waterfront Land.
7. Bebaskan seluruh tahanan politik dan pulihkan nama baik tahanan politik.
8. Prioritaskan anggaran pendidikan dan kesehatan.
9. Ciptakan serta perbanyak transportasi umum yang layak, inklusif, dan gratis.
10. Bubarkan parlemen dan bangun kuasa rakyat.
11. Akhiri kepemilikan pribadi atas alat-alat produksi.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi mengenai jumlah pasti orang yang diamankan maupun adanya korban luka akibat kericuhan tersebut.