Usai Tumbangkan Tiga Grandmaster di Hong Kong, Nayaka Budidharma Kini Berburu Norma GM di Vietnam
Reporter
Hendra Saputra
Editor
Dede Nana
22 - Jun - 2026, 07:16
JATIMTIMES - Pecatur muda asal Kota Malang, Nayaka Budidharma, terus melanjutkan kiprahnya di level internasional. Setelah memperkuat Tim Indonesia dalam ajang FIDE World Team Rapid and Blitz Chess Championship di Hong Kong, kini Nayaka bertolak ke Vietnam untuk mengejar target besar dalam kariernya, yakni meraih norma Grandmaster (GM) pertama.
Perjalanan ke Vietnam menjadi bagian dari rangkaian agenda internasional yang dijalani pecatur muda berstatus International Master (IM) tersebut dalam beberapa pekan terakhir. Sebelumnya, Nayaka juga sempat mengikuti turnamen di Mongolia sebelum kembali ke Indonesia selama sekitar sepekan.
Baca Juga : Arema FC Susun Skuad Musim Baru, Hansamu Dipermanenkan dan Kerangka Tim Tetap Dipertahankan
Bendahara Percasi Kota Malang sekaligus ibunda Nayaka, Lilis, mengatakan putranya langsung melanjutkan perjalanan ke Vietnam usai menyelesaikan tugas bersama Tim Indonesia di Hong Kong.
"Ini Nayaka sudah pindah ke Vietnam. Jadi kemarin dari Mongolia, kemudian pulang ke Indonesia sekitar satu minggu, berangkat lagi ke Hong Kong, dan sekarang sudah pindah ke Vietnam," ujar Lilis.
Lilis menjelaskan, kesempatan Nayaka membela Merah Putih di Hong Kong diraih melalui proses seleksi yang melibatkan pecatur dari Pelatnas maupun luar Pelatnas.
"Kalau yang Hong Kong ini melalui seleksi. Ada yang dari Pelatnas dan di luar Pelatnas. Sementara beberapa Grandmaster seperti Susanto Megaranto dan Novendra Priasmoro langsung masuk tim Indonesia," tambahnya.
Setelah menyelesaikan kejuaraan di Hong Kong, Nayaka menjadi satu dari empat pecatur elite Indonesia yang melanjutkan perjuangan ke Vietnam. Tiga nama lainnya ialah Grandmaster Susanto Megaranto, Grandmaster Novendra Priasmoro, serta Woman International Master (WIM) Laisa Latifa.
"Yang di Vietnam ini kejuaraan untuk mencari gelar norma GM. Jadi Nayaka berangkat bersama GM Susanto Megaranto, GM Novendra, dan WIM Laisa Latifa," jelas Lilis.
Saat ini Nayaka masih menyandang gelar International Master dan tengah memburu gelar Grandmaster, yang merupakan pencapaian tertinggi dalam dunia catur internasional. "Belum GM, sekarang gelarnya masih International Master. Sedang mengejar Grandmaster," ujarnya.
Lilis menuturkan, target utama Nayaka dalam turnamen di Vietnam adalah mengamankan norma Grandmaster pertamanya. Untuk memperoleh gelar GM, seorang pecatur wajib mengoleksi tiga norma Grandmaster dari turnamen resmi internasional yang memenuhi ketentuan Federasi Catur Internasional (FIDE).
"Kalau mau jadi GM itu butuh tiga norma GM. Nayaka sampai sekarang belum mendapatkan norma GM sama sekali. Mudah-mudahan di Vietnam bisa mendapatkan norma yang pertama," katanya.
Baca Juga : Dua Pecatur Kota Malang Bikin Bangga Indonesia, Nayaka dan Arjuna Sabet Gelar Best Board di Kejuaraan Dunia
Di balik padatnya jadwal dan perpindahan dari satu negara ke negara lain dalam waktu singkat, Nayaka tetap menikmati kesempatan berhadapan langsung dengan para pecatur terbaik dunia. Pengalaman tersebut dinilai menjadi bekal penting dalam proses peningkatan kemampuannya.
"Kalau pas kalah ya sedih. Tapi dia juga senang karena punya kesempatan bertemu pecatur-pecatur dunia. Jadi walaupun kalah, dia tetap lega karena mendapat pengalaman yang luar biasa," tuturnya.
Tak hanya memperoleh pengalaman, Nayaka juga membawa catatan membanggakan selama tampil di Hong Kong. Pecatur muda asal Kota Malang itu sukses menumbangkan tiga Grandmaster dunia, sebuah pencapaian yang menjadi modal berharga untuk menatap turnamen berikutnya.
"Di Hong Kong kemarin dia mengalahkan tiga Grandmaster. Jadi itu pengalaman yang sangat berharga untuk perkembangan kariernya," ujar Lilis.
Percasi Kota Malang pun berharap perjuangan Nayaka di Vietnam membuahkan hasil positif. Norma Grandmaster pertama diharapkan menjadi langkah awal bagi Nayaka untuk mewujudkan impiannya menyandang gelar Grandmaster sekaligus mengikuti jejak para pecatur elite Indonesia.
"Ya mohon doanya, semoga lancar dan bisa mendapatkan norma GM pertama untuk melanjutkan perjuangannya menjadi Grandmaster," pungkas Lilis.
