Bromo Lagi Cantik-cantiknya di Juni hingga Agustus, Bisa Saksikan Embun Upas

Reporter

Binti Nikmatur

Editor

Yunan Helmy

19 - Jun - 2026, 01:06

Suasana Pusung Gedhe saat embun upas. (Foto: Threads)

JATIMTIMES - Ada alasan mengapa banyak orang tak pernah bosan kembali ke Gunung Bromo. Setiap tahun, gunung yang berdiri megah di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) ini selalu menghadirkan wajah berbeda.

Memasuki musim kemarau 2026, Bromo bakal kembali menyuguhkan fenomena yang paling ditunggu wisatawan, yakni kemunculan embun upas.

Baca Juga : Papua Pegunungan Stunting 40 Persen, Kenapa SPPG-nya Hanya 13? 

 

Pada pagi hari, hamparan rumput dan semak di sejumlah titik kawasan Bromo tampak memutih seperti tertutup salju tipis. Butiran kristal es terbentuk akibat suhu udara yang turun hingga di bawah 5 derajat Celsius. 

Fenomena alam yang hanya muncul pada musim tertentu ini diperkirakan masih akan sering terjadi hingga Agustus 2026 berdasarkan prakiraan cuaca BMKG. Pemandangan tersebut membuat kawasan Bromo seolah berubah menjadi negeri musim dingin di tengah tropisnya Indonesia.

Namun pesona Bromo tak hanya soal embun upas. Di balik udara dingin yang menusuk dan kabut tipis yang menyelimuti perbukitan, kawasan ini menyimpan banyak sudut menawan yang membuat wisatawan rela berangkat sejak tengah malam demi menyaksikannya secara langsung.

Perjalanan menuju Bromo biasanya dimulai sebelum fajar menyingsing. Jarum jam bahkan belum menunjukkan pukul 03.00 WIB ketika deretan jip mulai bergerak menembus jalanan gelap menuju kawasan Penanjakan.

Penanjakan 1 masih menjadi lokasi favorit untuk menikmati matahari terbit. Dari ketinggian lebih dari 2.700 meter di atas permukaan laut, wisatawan dapat menyaksikan panorama kaldera raksasa dengan siluet Gunung Bromo, Gunung Batok, dan Gunung Semeru yang berdiri gagah di kejauhan.

Ketika semburat jingga mulai muncul di ufuk timur, suasana dingin seketika berubah menjadi hangat oleh decak kagum para pengunjung.

Selain Penanjakan 1, wisatawan juga bisa memilih Seruni Point atau Bukit Kedaluh yang dahulu lebih dikenal sebagai Bukit Kingkong. Lokasi ini menawarkan panorama yang tidak kalah memukau dengan suasana yang relatif lebih tenang.

Bagi yang ingin menikmati sunrise tanpa harus berdesakan, Bukit Kedaluh bisa menjadi pilihan menarik.

Tak jauh dari kawasan sunrise, terdapat Lemah Pasar, nama baru yang kini digunakan untuk menggantikan Bukit Cinta. Bukit ini menyimpan kisah legenda Joko Seger dan Roro Anteng yang sangat lekat dengan budaya masyarakat Tengger.

Berada di ketinggian sekitar 2.600 mdpl, Lemah Pasar menawarkan sudut pandang berbeda untuk menikmati matahari terbit. Saat langit mulai terang, panorama pegunungan dan lautan kabut perlahan terbuka, menghadirkan lanskap yang memanjakan mata.

Suasana yang lebih tenang membuat banyak wisatawan memilih lokasi ini untuk berkemah maupun berburu foto lanskap.

Usai menikmati sunrise, perjalanan biasanya berlanjut menuju Pusung Gedhe. Nama ini kini digunakan untuk menyebut kawasan yang selama bertahun-tahun dikenal sebagai Laut Pasir atau Pasir Berbisik.

Hamparan pasir vulkanik seluas ribuan hektare tersebut membentang mengelilingi Gunung Bromo. Saat angin bertiup cukup kencang, butiran pasir akan bergerak dan menimbulkan suara khas yang dahulu melahirkan sebutan Pasir Berbisik.

Pusung Gedhe menawarkan pengalaman yang sulit ditemukan di tempat lain. Lanskapnya yang luas membuat wisatawan serasa berada di kawasan gurun.

Tak sedikit pengunjung memilih menjelajahi area ini menggunakan jip wisata, menunggang kuda, atau sekadar berjalan santai sambil menikmati udara sejuk pegunungan.

Pada musim Embun Upas, area sekitar Pusung Gedhe juga menjadi lokasi favorit untuk berburu foto karena kristal-kristal es sering terlihat di beberapa titik yang terkena suhu ekstrem.

Dari Pusung Gedhe, wisatawan bisa melanjutkan perjalanan menuju kawah utama Bromo. Perjalanan diawali dengan melintasi hamparan pasir sebelum menaiki sekitar 250 anak tangga menuju bibir kawah.

Dari atas, pengunjung dapat melihat langsung aktivitas kawah aktif yang masih mengeluarkan asap putih tipis.

Sensasi berdiri di tepi gunung berapi aktif dengan latar pegunungan Tengger menjadi pengalaman yang sulit dilupakan. Tak heran jika kawasan ini selalu menjadi destinasi wajib setiap kali wisatawan berkunjung ke Bromo.

Di tengah luasnya Pusung Gedhe berdiri Pura Luhur Poten. Tempat ibadah umat Hindu Tengger ini menjadi simbol kuat bahwa Bromo memiliki ruang budaya yang hidup dan terus dijaga masyarakat setempat.

Setiap tahun, kawasan ini menjadi pusat pelaksanaan Yadnya Kasada, tradisi sakral masyarakat Tengger yang telah berlangsung turun-temurun.

Baca Juga : Khutbah Jumat 19 Juni 2026: Mari Memperkuat Kepedulian Sosial di Bulan Muharram

 

Keberadaan pura di tengah bentang alam vulkanik menciptakan pemandangan unik yang jarang ditemukan di tempat lain.

Jika Pusung Gedhe menampilkan wajah Bromo yang gersang dan eksotis, maka Lembah Watangan memperlihatkan sisi lain yang begitu hijau.

Kawasan yang dahulu dikenal sebagai Bukit Teletubbies ini berada di bagian selatan kaldera Bromo. Perbukitan bergelombang yang diselimuti rerumputan hijau menciptakan lanskap bak lukisan alam.

Saat musim hujan atau awal kemarau, warna hijau di kawasan ini tampak begitu dominan. Sementara ketika matahari terbit maupun tenggelam, cahaya keemasan yang menyapu lereng bukit menghasilkan panorama yang sangat fotogenik.

Tak sedikit pasangan memilih Lembah Watangan sebagai lokasi foto prewedding karena keindahannya yang khas.

Masih berada di kawasan yang sama, wisatawan akan menemukan padang savana luas yang sering disebut sebagai salah satu spot paling indah di Bromo.

Hamparan rumput hijau yang membentang di antara perbukitan menciptakan kontras tajam dengan bentang vulkanik di kawasan kawah.

Banyak wisatawan mengaku seperti berada di negara lain saat menginjakkan kaki di area ini.
Udara segar, lanskap hijau, dan suasana tenang menjadikan savana sebagai lokasi favorit untuk bersantai setelah menjelajahi kawasan kawah.

Untuk menikmati seluruh pesona Bromo, wisatawan wajib melakukan pemesanan tiket secara daring melalui sistem resmi TNBTS.

Harga tiket wisatawan nusantara pada Juni 2026 sebesar Rp54.000 untuk hari kerja dan Rp79.000 saat akhir pekan maupun hari libur. Sementara wisatawan mancanegara dikenakan tarif Rp255.000.

Tiket dapat dibeli melalui sistem Booking Online TNBTS dengan pembayaran non-tunai menggunakan QRIS atau virtual account. 

Bagi wisatawan yang masuk melalui pintu Cemoro Lawang, terdapat tambahan retribusi kawasan sesuai ketentuan setempat.

Anda bisa menambahkan informasi akses menuju Bromo dalam gaya feature seperti ini agar tetap mengalir dan tidak terasa seperti informasi teknis semata:

Bagi wisatawan yang berangkat dari Kabupaten Malang maupun Kota Malang, akses menuju kawasan Bromo kini semakin mudah. Perjalanan dapat dimulai dari Stasiun Malang, Stasiun Kota Baru Malang, Terminal Arjosari, maupun Bandara Abdulrachman Saleh.

Dari pusat Kota Malang, jarak menuju pintu masuk Bromo melalui jalur Tumpang sekitar 45-50 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 1,5 hingga 2 jam perjalanan, tergantung kondisi lalu lintas dan cuaca. Jalur ini menjadi salah satu rute favorit wisatawan karena menyuguhkan pemandangan perbukitan dan pedesaan khas lereng Tengger.

Wisatawan dapat menggunakan kendaraan pribadi, jasa travel wisata, kendaraan sewa, maupun paket wisata Bromo yang banyak tersedia di Malang Raya. 

Untuk mencapai sejumlah spot utama seperti Penanjakan, Bukit Kedaluh, Lemah Pasar, Pusung Gedhe, hingga kawasan kawah Bromo, wisatawan biasanya melanjutkan perjalanan menggunakan kendaraan jip 4x4 yang memang dirancang untuk melintasi medan pegunungan dan kawasan kaldera.

Bagi wisatawan yang datang menggunakan kereta api, Stasiun Malang menjadi titik transit yang cukup strategis sebelum melanjutkan perjalanan menuju kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. 

Sementara bagi wisatawan dari luar daerah yang menggunakan pesawat, Bandara Abdul Rachman Saleh Malang juga menjadi pintu masuk yang cukup dekat menuju destinasi wisata unggulan ini.

Untuk informasi lebih lanjut dan reservasi, Sobat Wisata dapat menghubungi pengelola melalui media sosial resmi @bbtnbromotenggersemeru. Inspirasi destinasi wisata lainnya di Kabupaten Malang juga dapat diakses melalui website promosi wisata Kabupaten Malang di https://matic.malangkab.go.id/. 

Jangan lupa, saat berkunjung ke Kabupaten Malang, abadikan momen terbaikmu dan tag akun Instagram @disparbudkabmalang untuk berbagi pengalaman menikmati pesona wisata Kabupaten Malang. Salam Kabupten Malang Adiluhung Harmony.