Dugaan Jual Buku LKS Sekolah Dasar di Lamongan, Wali Murid: Sekolah Gratis itu Bohong
Reporter
Defit Budiamsyah
Editor
Nurlayla Ratri
15 - Jun - 2026, 11:40
JATIMTIMES - Praktik penjualan Lembar Kerja Siswa (LKS) di sejumlah Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Lamongan, menjadi sorotan. Sejumlah wali murid mengaku kewajiban membeli LKS pada awal semester dan ditanggung orang tua wali. Padahal buku pendamping tersebut sudah disediakan melalui dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
“Iya benar, LKS pembayarannya jadi satu dengan buku paket," ungkap seorang wali siswa di salah satu Sekolah Dasar Negeri di Lamongan, Senin (15/6/2026).
Baca Juga : Ketegasan Ali bin Abi Thalib Jaga Akhlak Umat, Usulkan Hukuman Berat bagi Pelaku Liwath pada Masa Abu Bakar
Ada sembilan jenis, masih menurut orang tua siswa tersebut, buku pendamping dengan harga berkisar 30 ribu rupiah hingga 35 ribu rupiah per buku. Setiap semester, kami harus bayar ratusan ribu rupiah untuk buku LKS dan buku paket. Lalu kemana dana BOS? Gini kok katanya sekolah gratis! berarti bohong!" lanjutnya.
Terpisah, salah seorang mantan Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Lamongan, inisial SK (62), membenarkan bahwa pembelian LKS itu berjalan setiap tahun ajaran dengan melibatkan pihak ketiga.
"Setiap tahun ajaran pasti ada pendistribusian buku LKS dari pihak ketiga atau distributor, dengan harga, kurang lebih 30 ribu hingga 35 ribu rupiah. Biasanya pihak yang distribusi buku LKS tersebut saudara WGY (inisial) ke masing-masing lembaga pendidikan SD se-Kabupaten Lamongan. Meski, ada juga pihak lain yang distribusi, namun tak sebanyak yang dilakukan oleh WGY," beber SK, saat dikonfirmasi wartawan.
Sementara hingga berita ini ditulis, Kepala Dinas Pendidikan Lamongan, Shodikin, masih belum memberikan jawaban apapun saat dikonfirmasi jatimtimes melalui pesan instan, Senin (15/6/2026). Padahal terlihat tanda dibaca.
Baca Juga : Suami Gerbek Istri Bersama Pria Lain di Kamar Kos Lamongan
Berdasarkan rekapitulasi data referensi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, terdapat sekitar kurang lebih 600-an lembaga SD Negeri yang tersebar di 27 wilayah kecamatan di Kabupaten Lamongan, dengan jumlah siswa kurang lebih 90.000 siswa.
