Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Juni 2026: Pertamax Turbo Naik, Dexlite dan Pertamina Dex Turun
Reporter
Mutmainah J
Editor
A Yahya
01 - Jun - 2026, 07:23
JATIMTIMES - PT Pertamina (Persero) kembali melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi yang mulai berlaku pada 1 Juni 2026. Perubahan harga tersebut diumumkan melalui pembaruan resmi yang dirilis Pertamina Patra Niaga dan berlaku di seluruh jaringan SPBU Pertamina di Indonesia.
Berdasarkan pembaruan harga pada 1 Juni 2026 di laman Pertamina Patra Niaga, beberapa jenis BBM mengalami perubahan harga. Kenaikan tercatat pada Pertamax Turbo, sementara Dexlite dan Pertamina Dex justru mengalami penurunan cukup signifikan. Adapun harga BBM subsidi serta sejumlah produk lainnya masih tetap sama seperti bulan sebelumnya.
Baca Juga : 6 Zodiak Paling Beruntung pada 1 Juni 2026, Libra dan Aries Diprediksi Panen Kabar Baik
Pertamax Turbo Naik Harga
Untuk wilayah DKI Jakarta dan sebagian besar Pulau Jawa, harga Pertamax Turbo kini dibanderol Rp 20.750 per liter. Harga tersebut naik Rp 850 dibandingkan sebelumnya yang berada di angka Rp 19.900 per liter.
Kenaikan ini menjadikan Pertamax Turbo sebagai salah satu produk BBM Pertamina dengan harga tertinggi pada awal Juni 2026.
Dexlite dan Pertamina Dex Turun Signifikan
Berbeda dengan Pertamax Turbo, harga Dexlite dan Pertamina Dex justru mengalami penurunan.
Dexlite yang sebelumnya dijual Rp 26.000 per liter kini turun menjadi Rp 23.000 per liter atau berkurang Rp 3.000 per liter.
Sementara itu, Pertamina Dex turun dari Rp 27.900 menjadi Rp 24.800 per liter.
Penurunan harga ini menjadi kabar baik bagi pengguna kendaraan diesel yang mengandalkan BBM berkualitas tinggi untuk aktivitas sehari-hari.
Harga Pertalite, Pertamax, dan Solar Tidak Berubah
Sejumlah jenis BBM lainnya tidak mengalami perubahan harga pada periode Juni 2026.
Berikut harga BBM yang masih bertahan:
• Pertalite: Rp 10.000 per liter
• Pertamax: Rp 12.300 per liter
• Pertamax Green 95: Rp 12.900 per liter
• Solar subsidi: Rp 6.800 per liter
Harga tersebut berlaku sesuai ketentuan yang ditetapkan pemerintah dan Pertamina.
Daftar Harga BBM Pertamina per 1 Juni 2026 di Berbagai Wilayah Indonesia
Sumatera (Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Lampung)
• Pertamax: Rp 12.600
• Pertamax Turbo: Rp 21.200
• Dexlite: Rp 23.500
• Pertamina Dex: Rp 25.350
Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau
• Pertamax: Rp 12.900
• Pertamax Turbo: Rp 21.650
• Dexlite: Rp 24.000
• Pertamina Dex: Rp 25.900
FTZ Sabang
• Pertamax: Rp 11.550
• Dexlite: Rp 21.550
FTZ Batam
• Pertamax: Rp 11.750
• Pertamax Turbo: Rp 19.700
• Dexlite: Rp 21.850
• Pertamina Dex: Rp 23.550
DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur
• Pertamax: Rp 12.300
• Pertamax Turbo: Rp 20.750
• Pertamax Green 95: Rp 12.900
• Dexlite: Rp 23.000
• Pertamina Dex: Rp 24.800
Bali, NTB, dan NTT
• Pertamax: Rp 12.300
• Pertamax Turbo: Rp 20.750
• Dexlite: Rp 23.000
• Pertamina Dex: Rp 24.800
Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur
• Pertamax: Rp 12.600
• Pertamax Turbo: Rp 21.200
• Dexlite: Rp 23.500
• Pertamina Dex: Rp 25.350
Kalimantan Selatan dan Kalimantan Utara
• Pertamax: Rp 12.900
• Pertamax Turbo: Rp 21.650
• Dexlite: Rp 24.000
• Pertamina Dex: Rp 25.900
Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat
• Pertamax: Rp 12.600
• Pertamax Turbo: Rp 21.200
• Dexlite: Rp 23.500
• Pertamina Dex: Rp 25.350
Maluku dan Maluku Utara
• Pertamax: Rp 12.600
• Dexlite: Rp 23.500
Papua
• Pertamax: Rp 12.600
• Dexlite: Rp 23.500
• Pertamax Turbo: Rp 21.200
Papua Barat dan Papua Barat Daya
• Pertamax: Rp 12.600
• Dexlite: Rp 23.500
• Pertamina Dex: Rp 25.350
Papua Selatan, Papua Tengah, Papua Pegunungan
• Pertamax: Rp 12.600
• Dexlite: Rp 25.350.
Masyarakat dapat memantau perkembangan harga BBM terbaru secara berkala melalui aplikasi MyPertamina maupun situs resmi Pertamina. Informasi tersebut diperbarui setiap bulan sesuai kebijakan yang berlaku.
Dengan adanya penyesuaian harga per 1 Juni 2026 ini, pengguna kendaraan diharapkan dapat menyesuaikan kebutuhan bahan bakar sesuai jenis kendaraan dan anggaran yang dimiliki.
