82 Kendaraan Operasional Disalurkan, Koperasi Merah Putih Tulungagung Didorong Segera Berjalan Penuh

Editor

A Yahya

26 - May - 2026, 07:32

Plt Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin bersama Dandim 0807 Tulungagung Letkol Arh Hanny Galih Satrio, S.IP, M.Han, menyerahkan secara simbolis 82 unit kendaraan roda tiga operasional kepada 41 desa untuk mendukung aktivitas usaha KDMP (Koperasi Desa Merah Putih) di Tulungagung. (dok. Tulungagung Jatimtimes/Ist)

JATIMTIMES - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ekonomi kerakyatan melalui percepatan program strategis Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP). Program ini menjadi salah satu langkah nyata untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat dari tingkat desa hingga kelurahan.

Sebagai bentuk dukungan konkret terhadap pengembangan koperasi tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin, SM, MM, bersama Dandim 0807 Tulungagung Letkol Arh Hanny Galih Satrio, S.IP, M.Han, menyerahkan secara simbolis 82 unit kendaraan roda tiga operasional kepada 41 desa. Bantuan ini diharapkan mampu memperkuat layanan distribusi serta mendukung aktivitas usaha koperasi yang sudah dibangun di sejumlah wilayah.

Baca Juga : Menggerakkan Mobilitas, Menyelamatkan Kehidupan Lewat Aksi Donor Darah

Penyerahan kendaraan operasional itu berlangsung di halaman Kantor Bupati Tulungagung, Selasa (26/05/2026). Kegiatan tersebut juga dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Tulungagung Tri Hariadi, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Slamet Sunarto, para Danramil, Babinsa, kepala desa, lurah, hingga pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Momentum tersebut menjadi simbol sinergi antara pemerintah daerah, unsur TNI, serta perangkat desa dalam mempercepat pembangunan koperasi sebagai fondasi ekonomi masyarakat.

Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat aktif dalam mendorong percepatan pembangunan koperasi hingga menjangkau desa dan kelurahan.

“Puji syukur, hingga tanggal 25 Mei 2026 kemarin, secara legal formal telah terbentuk 271 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di seluruh wilayah Tulungagung. Dari jumlah tersebut, terdapat 108 titik lokasi yang sedang dalam proses pembangunan gerai, dan 32 di antaranya sudah terbangun 100 persen,” ucap Ahmad Baharudin, Selasa (26/05/2026).

Capaian itu dinilai menjadi perkembangan penting dalam upaya Pemkab Tulungagung memperkuat sektor ekonomi berbasis masyarakat. Dengan terbentuknya ratusan koperasi, pemerintah berharap aktivitas ekonomi lokal bisa tumbuh lebih stabil dan memberi dampak langsung terhadap kesejahteraan warga.

Meski progres pembangunan cukup cepat, Ahmad Baharudin mengakui pelaksanaan program KDMP masih menghadapi beberapa hambatan teknis di lapangan. Kendala tersebut muncul dari berbagai faktor, mulai dari ketersediaan lahan yang masuk kategori Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), area hutan milik Perhutani, keterbatasan ukuran lahan, hingga kebutuhan penyesuaian teknis di beberapa lokasi pembangunan.

Situasi itu membuat pemerintah harus bergerak cepat agar pembangunan tidak terhambat terlalu lama. Karena itu, koordinasi lintas sektor terus dilakukan.

Pemkab Tulungagung bersama Satuan Tugas KDMP serta Kodim 0807 telah melakukan langkah percepatan untuk menyelesaikan hambatan tersebut. Beberapa upaya yang dilakukan meliputi survei lapangan, koordinasi intensif dengan Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur, serta identifikasi lahan dan aset alternatif yang bisa digunakan untuk pembangunan gerai koperasi.

Kolaborasi ini menunjukkan bahwa pembangunan koperasi tidak hanya menjadi tanggung jawab satu instansi, tetapi merupakan kerja bersama demi mendorong pertumbuhan ekonomi desa.

Ahmad Baharudin menegaskan, pembangunan Koperasi Merah Putih bukan sekadar membangun fasilitas fisik berupa gedung atau gerai. Program ini memiliki tujuan yang jauh lebih besar, yakni menciptakan ekosistem ekonomi desa yang kuat dan berkelanjutan.

Baca Juga : Lewat Flobamora, Ketua Fraksi NasDem Bantu Mahasiswa NTT di Kota Malang

“Kami sadar, pembangunan Koperasi Merah Putih ini bukan sekadar membangun gedung fisik semata, melainkan membangun ekosistem ekonomi desa yang kuat, mandiri, dan berkelanjutan. Inilah fondasi utama penguatan ekonomi daerah dari akar rumput,” tegasnya.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa koperasi diposisikan sebagai penggerak ekonomi berbasis masyarakat. Jika berjalan optimal, koperasi diharapkan mampu membuka peluang usaha baru, memperkuat distribusi hasil produksi lokal, serta meningkatkan daya saing ekonomi desa.

Sebanyak 82 unit kendaraan roda tiga operasional resmi disalurkan kepada 41 desa. Bantuan tersebut difokuskan untuk mendukung koperasi, terutama di 32 desa yang pembangunan fisiknya telah selesai sepenuhnya.

Kendaraan operasional ini nantinya digunakan untuk menunjang mobilitas usaha koperasi. Fungsinya dapat membantu distribusi barang, pelayanan logistik, hingga mendukung aktivitas usaha masyarakat yang terhubung dengan koperasi.

Pemerintah berharap sarana ini mendukung aktivitas koperasi yang sudah siap tidak hanya berdiri secara administratif, tetapi segera aktif menjalankan kegiatan ekonomi.

“Kami berharap, dari 32 titik yang sudah selesai dibangun ini, dapat segera beroperasi penuh sesuai prinsip dan layaknya usaha koperasi yang sehat. Semoga seluruh upaya dan kerja keras kita menjadi langkah bersama dalam membangun ekonomi kerakyatan yang tangguh, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Tulungagung,” harapnya.

Melalui percepatan pembangunan KDMP, Pemkab Tulungagung menaruh harapan besar pada tumbuhnya ekonomi desa yang lebih kuat dan mandiri.